Mencari Celah

DI 03122021

Matius 19:8
Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

Sejak semula Tuhan benci perceraian, tp dlm prakteknya Musa mengizinkan org Israel utk bercerai krna satu alasan tertentu, dan ini sptnya melawan apa yg dari awalnya Tuhan telah tentukan.

Manusia selalu mencari ‘celah’ spya kelihatannya dibolehkan utk tdk perlu mengikuti apa yg Tuhan tetapkan sbg suatu hukum. Memang dlm bnyk hal yg terjd, ada perbedaan sudut pandang dr Tuhan dg sudut pandang yg manusia miliki. Sbg contoh ttg ‘bohong putih’ yg jelas berbohong adalah sebuah dosa, tp manusia ingin menggunakan paham yg dimilikinya utk berbohong demi satu situasi yg ‘menguntungkan’. Tdk boleh terima suap, tp manusia membenarkan suap dg menggunakan cara hibah atau menggunakan istilah ‘hadiah’. Mencoba mengubah yg kotor menjd sesuatu yg kelihatan luarnya menjd bersih, yg dosa menjd bukan dosa, yg salah jadi bisa dibenarkan. Hal-hal ini bs berakibat tdk baik krna menganggap pelanggaran dr hukum Tuhan sbg sesuatu yg benar & wajar di mata manusia.

Bgmna dgn sikap kita terhadap hal spt ini? Melakukan dg ‘lurus’ hukum Tuhan justru tdk populer di mata org banyak. Sekalipun manusia bs membenarkan tindakan salahnya, tp tetap menjd satu hal yg salah di mata Tuhan. Kita tetap hrs mempertanggung jwbkannya nanti di hadapan Tuhan. Hukum yang dibuat manusia bs saja diubah, tp jgn sampai kita mengubah hukum Tuhan demi utk memuluskan rencana kita, takutlah pd Tuhan, jgn buat Tuhan menjadi murka dan menghukum kita pd akhirnya. Taat pd hukum Tuhan tanpa membantahnya sedikitpun. Hukum Tuhan pasti baik utk kepentingan hidup kita, knpa kita harus mencari celah spya bs melanggarnya? Itu pasti krna utk membenarkan pikiran kita sndri. Ujung-ujungnya demi untuk memelihara kedagingan kita.

Yg Tuhan sdh tetapkan, jgn coba untuk kita melanggarnya, ini membahayakan masa depan kita, di dunia maupun utk kekekalan kita pd nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mencari Celah

Didamaikan Tuhan

DI 02122021

Amsal 16:7
Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia.

Dlm profesi kita, mgkin akan ada orang yg tdk suka terhadap kita, menganggap kita sbg saingan bahkan penghalang yg membuat mrka gagal mencapai apa yg menjd ambisi mrka.

Kalau kita hidup berkenan di hadapan Tuhan, maka akan ada damai sejahtera yg dr Tuhan dlm hidup kita, salah satu di antaranya spt disebutkan dlm ayat di atas, bhw Tuhan akan membuat musuh kita berdamai dg kita. Apa maksudnya? Apakah musuh berubah menjd kawan? Ya, bs saja pengertian berdamai spt itu, namun berdamai jg bs berarti takluk pd kita, spt sebuah kerajaan yang terpaksa berdamai krna tahu bhw jika hrs terus berperang maka pasti kalah, drpd jatuh bnyk korban nyawa rakyatnya, terpaksa membuat kesepakatan damai, tiap thn hrs menyerahkan upeti ke pihak lawan. Jd kalau kita hidup berkenan menurut Tuhan, org yg memusuhi kita bs dibuat Tuhan utk ‘terpaksa’ berdamai dg kita dan kita menjd pihak yg diuntungkan, dihormati bahkan lebih dr pemenang.

Berkurangnya org-org yang memusuhi kita tentu akan membuat kita bebas utk melangkah dlm hidup ini, jg jangan kuatir kalau ada bnyk org yg mungkin iri, benci, ingin menjatuhkan kita, punya niat jahat, dsbnya, Tuhan mengawasi mrka demi kita. Setiap rencana jahat yg diarahkan pd kita akan dibuat Tuhan jd gagal, mrka hrs mengakui bhw Tuhan yg kita sembah itu Tuhan yg luar biasa, mrka akan sadar bhw ketika mrka pny niat jahat terhadap kita, sesungguhnya mrka sdg langsung berhadapan sendiri dg Tuhan, dan siapa yang bisa menang melawan Tuhan? Namun ini hrs diikuti dg cara hidup kita menghadapi situasi yg ada, taat pd firman Tuhan dan tidak ada niat jahat dalam hati kita terhadap org-org yg memusuhi kita. Tentu hal ini tdk mudah, tp kita hrs melakukannya.

Kita memiliki pembelaan Tuhan dalam hidup kita, asalkan kita hidup berkenan di hadapan Tuhan, jaga hati, pikiran & perkataan serta sikap kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Didamaikan Tuhan

Menjaga Perkataan

DI 01122021

Amsal 13:3
Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.

Menjaga mulut, lebih diartikan menjaga dg baik perkataan yg kita ucapkan. Kita sndri melihat bhw bnyk org mengalami hal yg buruk dr akibat perkataannya.

Perkataan yg diucapkan berkaitan dgn nyawa, utk mudahnya kita bisa melihat dlm kasus kebohongan dlm bersaksi di pengadilan, krna itulah setiap saksi yg nantinya dimintai keterangan oleh para jaksa dan hakim di pengadilan diminta utk bersumpah sesuai agamanya, krna kesaksiannya akan mempengaruhi yg akan menjd putusan hakim atas nasib terpidana dlm kasus yg sdg dijalani. Kalau kesaksiannya ternyata bohong, ini tentu akan bs membuat hakim salah dlm memutuskan perkara, maka tidak heran dlm bbrpa kasus ternyata di wkt kemudian baru terbukti bhw terpidana ternyata tdk bersalah. Kita ingat jg bhw Hawa terperdaya oleh perkataan iblis shga pd akhirnya dia melanggar apa yg Tuhan telah perintahkan, manusia jatuh dlm dosa.

Menjaga perkataan berarti menjaga jg nyawa kita, hal yg sering terjd biasanya lewat perkataan kita menyakiti hati org lain, berbohong demi menghindar dari sesuatu yang tdk kita inginkan, bahkan ada bbrpa org yg menipu demi tujuan yg terselubung, dsbnya. Menjaga mulut atau perkataan, dimulai dgn menjaga hati dan pikiran kita, kita hrs belajar utk bs berkomunikasi dg org lain dgn baik, terbiasa menjd org jujur. Biasakan utk berpikir sblum mengatakan sesuatu, jgn ada perkataan yg kotor, belajar trs menguasai diri, jgn mudah terpengaruh oleh emosi. Ada wktnya kita bnyk bcra, ada wktnya kita sedikit bcra atau diam. Ada wktnya kita menghindar dari bcra mengenai satu topik yg sensitif, dan yg pastinya jgn menghakimi org lain lewat perkataan kita.

Jaga hati dan pikiran, jgn cepat bicara hanya krna mengikuti emosi sesaat, bicaralah seperlunya dg jelas dan mulai mencintai kejujuran.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjaga Perkataan

Bukan Sekedar Harta

DI 30112021

Amsal 10:16
Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.

Dari mana sumber penghasilan kita? Ini menjd hal penting utk kita renungkan krna dlm ayat ini ternyata penghasilan yg kita dapatkan punya dampak yg baik atau buruk bagi hidup kita.

Di mata manusia, uang ya uang, mau didapat dari sumber dan cara yg halal atau haram ya sama saja, tapi ternyata tdk sesederhana itu, krna dlm Kristen, gaji atau penghasilan itu adalah bagian dr pemberian berkat Tuhan. Uang ialah berkat kalau diperoleh dr sumber dan cara yang benar, tentu saja uang bukan sbg berkat kalau diperoleh dr sumber & cara yg salah. Upah org benar membw pd kehidupan, artinya berdampak baik atau positif, sebaliknya misalkan uang didpt dr cara okultisme, korupsi, bisnis yg kotor, dsbnya, dampaknya justru tdk baik bahkan membawa seseorang pd dosa. banyak uang justru merangsang kedagingan kita utk aktif dan jika tidak dikendalikan maka akan menuntun kita pd perbuatan dosa. Misalkan saja dlm kasus perselingkuhan, berselingkuh itu butuh uang bnyk.

Jgn hanya berpikir bgmna bs dg cepat memperoleh bnyk uang, tapi pikirkan jg ttg apakah cara kita memperoleh uang ini berkenan tdk menurut Tuhan. Apa yg dilegalkan manusia, blm tentu itu jg legal menurut Tuhan. Tuhan ingin kita kaya tanpa resiko atau pertukaran. Ini bs kita pahami pd kasus kaya oleh krna terlibat okultisme, ada pertukaran uang dg nyawa atau hal lainnya. Kaya dan jg ada damai sejahtera, ini yg Tuhan ingin kita alami. Biarlah saluran berkat-Nya melalui penghasilan yg kita dapatkan itu tetap ‘bersih’, sehingga dampaknya positif bagi hidup kita. Tiada ketakutan, tdk melupakan Tuhan dan tidak habis digunakan utk hal-hal yg sia-sia. Tuhan ingin keuangan kita ‘sehat’ shga Tuhan bs terus menerus memberkati melalui penghasilan yg kita terima.

Menjd makmur dan punya kedamaian dlm hidup, inilah yg Tuhan kehendaki bagi kita, tetap jaga sumber dan cara kita memperoleh penghasilan tetap berkenan di mata Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Sekedar Harta

Mengeluarkan Penghalang

DI 29112021

Matius 26:44
Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

Kenapa Yesus berdoa 3x dgn doa yang sama sewaktu di Taman Getsemani? Bukankah Dia itu Tuhan? Apakah Dia itu takut menghadapi yang akan terjadi?

Yg hrs kita pahami adalah bhw Yesus itu benar adalah Tuhan, jd paham yang beranggapan Yesus itu 100% Tuhan & 100% manusia jelas keliru, krna kalau digunakan ukuran persentase, tdk ada 2 unsur dlm 1 materi, kalau ada 2 unsur maka itu tdk murni, itu campuran, jadi Yesus itu adalah Roh Tuhan dalam diri wujud seorang manusia. Tuhan bukan manusia dan manusia bukan Tuhan, jd tdk mgkin Tuhan sekaligus jg manusia. Tuhan itu Roh (Yohanes 4:24), manusia itu roh yg berdiam dlm tubuh fana yang suatu saat pasti akan mati, tdk kekal (kecuali Henokh dan Elia, tdk mati krna kehendak Tuhan). Utk melakukan apa yg disebut penebusan dosa maka perlu sebuah tubuh, yang nantinya akan mati, itulah sebabnya Tuhan Yesus datang ke dunia menggunakan tubuh manusia yg ‘bahannya’ dr rahim manusia, Maria, ibu-Nya.

Jd adalah hal yg wajar jika Yesus saat berdoa di Taman Getsemani sampai 3x mengucapkan doa yg sama pd Bapa, doa yg kelihatannya penuh ketakutan dan betul-betul doa yg biasanya menjd doa seorg manusia yg sdg menghadapi sebuah pergumulan berat. Jd jgn kita berkomentar negatif kalau ada orang yg kita kenal sdg mengalami hal yang sangat berat dan menakutkan baginya, org itu mengeluh dan kelihatan spt tdk punya iman. Org ini sbnarnya berusaha utk menghabiskan atau mengeluarkan apa yg menjd penghalang bagi dirinya utk berserah pd kehendak Tuhan. Kita sangat munafik jika menuntut setiap org utk selalu kuat dalam iman, bahkan menilai bhw sebuah keluhan itu seperti sebuah dosa, bukankah org yang sakit tertentu justru hrs muntah, bahkan dlm sesi pelayanan pelepasan, muntah itu tanda org itu mengeluarkan media dari kuasa gelap yg sempat masuk ke dlm tubuhnya.

Roma 15:1
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

Ingat, wajib, bukan sukarela apalagi tdk mau melakukannya, justru itu bs menjd sebuah dosa nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengeluarkan Penghalang

Yudas Iskariot : Surga atau Neraka?

DI 27112021

Matius 10:4
Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Ada saja org yg memperdebatkan ttg apakah Yudas Iskariot, akan masuk di dlm surga atau neraka, setelah dia dgn sengaja mengkhianati Yesus?

Kita bukan Tuhan, yg berhak mengadili seseorg dan nantinya menempatkan seseorg akan masuk surga atau neraka pd akhirnya. Jd jwbannya tdk bisa kita dapatkan dr manusia, apakah dia seorg Doktor Teologi bahkan dlm level mrka yg terlibat diskusi dlm komsel. Yg bisa kita lihat adalah fakta-fakta yg tertulis dlm Alkitab bhw hrs ada org yg ‘dipakai’ Tuhan utk membuka ‘jalan’ bagi karya Kristus di kayu salib. Hrs ada org dekat yg tahu bhw saat itu Yesus beserta 11 murid-Nya berdoa di Taman Getsenani. Tentu ini hrs ‘orang dalam’. Kalau kita melihat ke belakang, bukankah Yesus sndri yg memilih Yudas Iskariot menjd salah satu dr 12 murid utama? Apakah Yesus salah memilih? Tidak, justru krna Dia Mahatahu, Yudas Iskariot terpilih. Jd ini memang sdh bagian dr rencana Tuhan.

Kalau begitu apakah Yesus dg ‘sengaja’ merencanakan Yudas Iskariot nantinya ‘masuk neraka’ akibat dr perbuatannya? Yg perlu kita pahami, bgmna kematian seseorg tdk membuktikan bhw dia org yg baik atau jahat. Ada org baik yang meninggal dibunuh penjahat, knpa tdk ditolong Tuhan? Ada org baik tewas di jalan tol krna tertabrak kendaraan lain yg pengemudinya ugal-ugalan, knp Dia tdk meluputkannya? Org baik sehrsnya meninggal dg tenang dan damai, pasti ini pikiran org kebanyakan. Tp realita yg ada tdklah demikian. Apakah yang RIP dg tenang dan damai pasti masuk dlm surga? Belum tentu. Yudas Iskariot ini memang mati dg cara mengenaskan, apakah bs kita simpulkan dia nantinya masuk neraka? Bgmna kalau saat detik-detik terakhir dia meregang nyawa, dia minta ampun pd Tuhan spt org yg di ICCU RS yg saat terakhir hidupnya bertobat?

Utk apa berdebat hal yg bukan bagian dr otoritas kita, soal masuk surga atau neraka, itu wewenang dan otoritas-Nya Tuhan, kitapun jgn terlalu ceroboh dan terlalu yakin kita pasti tdk akan masuk neraka, perhatikan cara hidup kita, dan semuanya itu akan jd penilaian Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Yudas Iskariot : Surga atau Neraka?

Dari Mana Kita Mendengarnya

DI 26112021

Yohanes 18:34
Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?”

Dari mana kita tahu tentang Yesus? Hal ini menjd penting krna akan menjd satu dasar yg kokoh bagi kita utk tetap bisa percaya dan beriman pd Kristus.

Beriman itu hrs sampai di dlm hati, bkn hanya berhenti di pikiran saja. Sama spt mengasihi atau mencintai seseorg, hrs melibatkan hati, inilah yg akan jadi pendorong utk kita mau lebih dlm lagi mengenal dan mengasihi. Jd beriman itu bkn sekedar percaya saja, tapi mulai percaya dan mulai mengasihi Tuhan, krna ada org yg percaya Yesus, hatinya masih ragu utk mengasihi Dia, ini terjd pd org yg mengenal Yesus hanya dari apa kata org saja, belum mengalami Tuhan secara pribadi dlm hidupnya. Ini hal yg penting, tanpa pengalaman kita pribadi dg Tuhan, kita hanya menjd org yg beragama saja, tp tdk ber-Tuhan, yg diutamakan hanyalah yg penting tidak dianggap atheis, masalah percaya atau tdk pd Tuhan, itu tdk menjd masalah yg serius. Bnyk org yg berpikiran spt itu.

Mengalami Tuhan bs digambarkan spt kita ikut dlm sebuah perjalanan dengan seorang pembalap sebagai drivernya. Tentu saja berbeda spt biasanya, kita pasti mengalami sdkit ketakutan ketika si driver pembalap ini mulai melakukan teknik-teknik menyetir layaknya seorg pembalap profesional. Kadang kita hrs berteriak memberi peringatan, tutup mata krna ngeri dg kecepatan mobil yg sangat kencang, dsbnya. Ikut Tuhan itu membuat hidup kita tdk datar-datar saja, ada banyak ‘gelombang’ dan hal berbahaya yg hrs bs kita lewati. Jangan takut dan kuatir selama penyertaan Tuhan ada dlm hidup kita. Kadang ujian mental hrs kita jalani, penderitaan sbg org Kristen menjd resiko yg hrs siap utk diterima ketika kita dg teguh beriman dan menolak utk serupa dg dunia ini.

Beriman itu hrs sampai di dlm hati, bkn hanya sampai di pikiran saja, buktikan sendiri semua hal ttg Tuhan, itu akan membuat kita semakin teguh beriman pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dari Mana Kita Mendengarnya

Sakit Karena Dosa

DI 25112021

Yohanes 5:5, 14
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Ada bnyk penyebab orang mengalami sakit penyakit, salah satunya ternyata disebabkan oleh karena dosa yg telah dia lakukan, spt kisah dlm ayat yg kita baca.

38 tahun hanya bisa terbaring di atas tilam, tdk disebutkan scra spesifik org ini mengalami sakit apa, tp jelas bahwa dia mengalami kelumpuhan, dan Yesus memberinya sebuah peringatan serius agar dia jgn berbuat dosa lagi spya hal yg lebih buruk tdk terjd atas hidupnya. Jadi ini jg sebuah peringatan bagi kita yang mengalami mujizat kesembuhan, kalau sakit yg kita derita itu akibat dari dosa yg pernah kita lakukan, dan Tuhan sembuhkan melalui mujizat, jgn ulangi dosa yg sama spya jgn kita mengalami sesuatu yg lebih buruk nantinya. Jadi keadaan mengalami sakit bs diartikan sbg salah satu wujud hukuman Tuhan atas dosa yg dilakukan seseorg, tp bkn berarti semua org yg sakit itu akibat dr dosa yang dia lakukan, jgn sampai kita salah memahaminya.

Dlm dunia kedokteran dikenal adanya penyakit yg disebabkan oleh gangguan pd psikis atau kejiwaan seseorg. Stress yg berlebihan, emosi yang labil, dsbnya, bs menyebabkan gangguan kesehatan tubuh. Ditinjau dr sudut pandang rohani maka ada penyakit yg disebabkan oleh dosa yg dilakukan. Terkadang jenis ini tdk bs diobati secara medis, hanya oleh pengampunan dosa dr Tuhan yg bisa menyembuhkan sakit jenis ini. Ketika suatu saat kita mengalami sakit, perlu utk koreksi diri, apakah itu disebabkan krna dosa yg kita perbuat atau karena faktor kelalaian dlm pola hidup sehat. Berdamai dg Tuhan, bertobat dan tidak mengulangi dosa yg sama, ini menjadi sebuah pintu bagi mujizat kesembuhan dr Tuhan terjd atas hidup kita dan kita pd akhirnya disembuhkan oleh Tuhan.

Kuasai diri spya jgn kita berbuat dosa, kenali kelemahan yg kita miliki, hindari godaan yg memancing kedagingan utk mendorong kita berbuat dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Sakit Karena Dosa

Kejatuhan Orang Benar

DI 24112021

Amsal 24:16
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Org benar belum tentu bijak, ini yg hrs kita pahami dg benar, krna seringkali kita punya pandangan yg berlebihan ttg org benar, bhw seolah-olah org benar itu adalah org yg ‘super’.

Org benar bisa jatuh krna tdk berhikmat dan tentu ini hal yg kita lihat sehari-hari dlm realita yg ada. Ada org benar yang bernasib malang, mengalami hal buruk bahkan kegagalan. Org benar itu bukan spt ‘robot’ yg semua gerakannya pasti dikendalikan, Tuhan tdk mengatur org benar hidupnya bgmna, krna Tuhan sdh memberikan akal budi dan hikmat bagi mrka utk menetapkan langkah di dlm hidup ini. Ayat Alkitab yg hrs kita ingat yaitu :

Mazmur 37:23
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;

Jadi yg ditetapkan langkah-langkahnya itu bkn org benar, tp org yg hidupnya berkenan di hadapan Tuhan. Utk menjd berkenan di hadapan Tuhan, blm cukup hanya menjd org benar saja, masih ada tahapan-tahapan selanjutnya serta ada pengujian dr Tuhan sndri.

Org benar bs salah langkah, bisa jatuh dan bs jg bernasib malang, namun dlm ayat ini dikatakan bhw sekalipun jatuh 7 kali, org benar akan bangun kembali, berarti ada kemampuan utk bs keluar dr situasi kejatuhannya itu. Org benar pasti punya pembelaan dr Tuhan, pasti ada penyertaan Tuhan, tapi jika salah dlm memilih atau mengambil sebuah keputusan, tentu Tuhan tdk memaksa org benar itu utk mengubah pilihannya, yg Tuhan lakukan adalah Dia memberi peringatan, dg tujuan spya hal yg buruk tdk perlu terjd, bahkan peringatan ini bertujuan spya menghindarkan kita dr berbuat dosa nantinya. Salah langkah bs mengakibatkan kejatuhan, tapi kita jgn pasrah saat kita jatuh, bangun dan kembali lanjutkan langkah hidup kita ke arah yg Tuhan tunjukkan pd kita.

Semua org pasti pernah ‘jatuh’, tp tidak semua org bs cepat bangkit dr situasi keterpurukannya, jadilah org benar yg hidupnya berkenan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kejatuhan Orang Benar

Jangan Iri

DI 23112021

Amsal 23:17
Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.

Apa yang membedakan kita dari orang lain yg tdk percaya kepada Yesus? Hal ini hrs kita pahami supaya kita bs tetap teguh dlm beriman pd Kristus.

Jwbannya tentu beragam, namun yang perlu kita ingat bhw hampir tidak ada hal yg tepat sbg jawabannya bila hanya membandingkan hidup org Kristen dgn mrka yg tdk percaya pd Yesus. Ada org Kristen yg kaya, mrka jg ada yg kaya, ada keluarga Kristen yg bahagia, mrka jg ada yg keluarganya bahagia, banyak org Kristen yg baik hati, mrka jg punya bnyk org yg baik hati. Membandingkan dg apa yg terlihat oleh mata tentunya sulit utk menemukan perbedaannya, ini hal yg menyebabkan mrka berpikir bhw kalau mrka tetap dg apa yg mrka yakini dan keadaan hidup mrka jg baik, untuk apa beralih percaya pd Yesus? Ada jg org Kristen yg jahat, miskin, dsbnya. Ini tentu satu hal yg perlu kita renungkan: kenapa kita berketetapan utk seumur kita tetap menjd org Kristen dan tidak akan meninggalkan iman pd Kristus.

Jwban yg paling tepat adalah apa yang kita terima dr Tuhan saat kita nantinya meninggalkan dunia ini. Bgmna dengan ‘nasib’ kita dlm ‘dunia’ yg baru setelah kita terpisah dgn tubuh jasmani kita. Paham ttg keselamatan dlm Kristen ini sdh sangat jelas bhw ada jaminan yang Tuhan berikan pd org-org yg percaya pd Dia bhw mrka pasti menerima hidup yg kekal di surga, bukan di neraka, hal ini berlaku bagi org-org Kristen yg dinilai memenuhi syarat utk itu oleh Pemilik Surga itu sndri, yaitu Tuhan Yesus. Ada penebusan yg Yesus lakukan sndri dgn darah-Nya yg menjadikan kita milik-Nya yg dikasihi-Nya. Selain itu selama kita hidup di dunia, kita jg diberikan janji utk bs menerima pertolongan Tuhan shga bs diselamatkan dr situasi-situasi yang buruk dan berat, asalkan kita berseru dan tetap beriman pada Tuhan.

Tetaplah beriman pd Kristus, walaupun keadaan kita belum sebaik mrka yang menolak utk percaya pd Yesus, ingat bahwa ukurannya bkn selama hidup di dunia, tp bagaimana nasib kita nanti dlm kekekalan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Iri