Tetap Percaya

DI 07082021

Ibrani 10:35
Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.

Apa yg kita percayai dr Tuhan, di dlmnya ada harapan yg kita inginkan. Umumnya semua org ingin masuk surga, percaya bhw Tuhan membuat kita bs masuk ke dalamnya.

Namun kepercayaan manusia kadang bs goyah di tengah jalan menuju ke sana, ini terjd krna sebuah pemikiran berdasar pd logika semata: jgn janji ttg surga kalau tdk bs menjamin kehidupan di dunia ini. Mulai ada yg ragu ttg janji Tuhan krna kerasnya kehidupan yg dialami, iri melihat org lain hidup lebih terjamin dan tolak ukur yg tdk pantas diperbandingkan utk Tuhan. Sbg seorg Kristen maka kita perlu memahami ttg surga scra benar. Utk urusan bs atau tdknya kita masuk ke surga itu 100% hak dan kedaulatan Tuhan, janji-Nya ttg surga tdk perlu diragukan lg, dan Dia memberi tahukan kita apa saja yg hrs kita lakukan sbg persiapan menuju ke surga nantinya selama masih hidup di dunia ini. Bkn krna perbuatan baik kita yg memastikan kita bs masuk surga, ingat bhw berbuat baik itu suatu kewajiban bagi kita sbg Kristen, bkn sebuah pilihan, karena tdk berbuat yg baik itu adalah dosa:

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Keadaan kita selama hidup di dunia ini bkn 100% ditentukan oleh Tuhan, tidak ada yg namanya ‘takdir’ dlm iman seorg Kristen. Apa yg dialami itu menjd hasil dari hukum ‘tabur tuai’ yg sdh Tuhan atur bagi hidup manusia. Kalau kita mengalami hal buruk saat hidup di dunia, itu akibat dr dampak perbuatan kita sblmnya. Bs jg krna org lain yg berbuat jahat terhadap kita. Tuhan tdk merancangkan yg buruk utk hidup kita selama kita hidup benar dan taat firman Tuhan. Kalau tdk taat maka ada hukuman yg akan Tuhan berikan, taat akan diberkati dan tdk taat akan dihukum, mengalami kutuk (Ulangan 28). Jd adalah kesalahan kalau kecewa dg hidup kita di dunia ini lalu menyalahkan Tuhan, memfitnah Tuhan tdk sanggup memelihara hidup kita di dunia ini, apalg nanti hidup di surga. Itulah pola pikir manusia yg lebih cenderung utk menyalahkan pihak lain atas keadaan yg dia alami.

Jgn lepaskan apalg membuang percaya kita pd Tuhan, kalau kecewa dg hidup kita, bertobatlah dan kembali lakukan apa yg seharusnya kita lakukan, dan hiduplah benar dan taat pd firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Percaya

Awalnya Diberkati, Akhirnya Terkutuk

DI 06082021

Ibrani 6:7-8
Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Tuhan;
tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

Bnyk org Kristen mengawali hidupnya dg sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan taat pd firman-Nya, hidup diberkati dan jg berbuah, tp malah ada yg berakhir tragis, hidup dlm kutuk dan binasa.

Dari ayat ini kita pelajari bhw ketika tanah itu tdk lg bs diginakan utk ditanami, maka tanah itu bs dibakar dan ditinggalkan. Pembakaran tanah bkn membuat tanah itu menjd subur lg spt bnyk anggapan org pd umumnya, tp justru semakin merusak bagian dlm tanah itu sndri. Ini gambaran org yg dlm hidupnya hanya menghasilkan ‘semak duri dan rumput duri’, 2 tanaman yg tdk ada buahnya dan justru ‘mencuri’ zat dlm tanah yg berguna bagi kehidupan tanaman lainnya. Jd sbnarnya tdk ada satupun manusia yg tdk ‘berbuah’, yg ada adalah ‘buah’ apa yg dihasilkan dr semua perbuatannya, apakah buah yg baik atau yg jahat. Jika yg dihasilkannya bukanlah ‘buah’ yg bs memberkati bnyk org, malah merugikan org lain, maka Tuhan akan menaruh kutuk dlm hidupnya dan akhir dr semuanya adalah ‘dibakar’, kebinasaan kekal dlm api neraka.

Kenapa tanah menghasilkan semak duri dan rumput duri? Ini krna tanahnya tdk ada pemiliknya, tdk ada yg mengurus, shga benih apa saja yg jatuh ke atasnya bs dg cepat tumbuh. Bnyk org hidupnya tdk mau diatur siapapun, termasuk diatur oleh Tuhan, mau berkat-Nya tp tdk mau taat pd firman-Nya, akibatnya hidup ‘semau gue’ dan liar. Apapun yg bs membuat hatinya senang, nafsunya tersalurkan, tdk ada org yg berani menegur dosanya, dsbnya, pasti akan diikuti dan dibiarkan mempengaruhi hati dan pikirannya. Tuhan akan biarkan hingga wkt penghakiman-Nya tiba. Dia akan memisahkan lalang dr gandum, lalu lalang akan diikat dan dibakar, gandum akan masuk dlm lumbung. Knpa Tuhan biarkan? Krna jgn sampai org baik ikut terkena dampak saat Tuhan menghakimi org yg hidupnya menghasilkan yg jahat.

Ada waktu yg Tuhan berikan pd kita utk membenahi diri sblum Dia menghakimi perbuatan setiap org, singkirkan apa yg jahat dan pelihara apa yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Awalnya Diberkati, Akhirnya Terkutuk

Berkat Porsi Ganda

DI 05082021

Ibrani 6:7
Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Tuhan.

Berkat porsi ganda, bnyk org salah dlm memahaminya, sebagian beranggapan ini sbg berkat yg ganda scra jumlah saja, 30, 60, 100, atau jumlah lainnya, ternyata ini keliru.

Dari ayat ini, penulis kitab Ibrani memakai perumpamaan hidup seseorg spt sebuah tanah olahan, tanah persawahan/ladang, intinya tanah yg diolah utk ditanami dan diharapkan nantinya bs menghasilkan dr apa yg ditanam. Tanah yg subur itu tanah yg mampu menyerap air hujan, tdk keras, dan bs menyimpan cadangan air di bagian lapisan dlmnya, tentu ini sangat penting bagi kehidupan dan pertumbuhan yg amat diperlukan bagi tanaman, ketersediaan air sangat penting, bila tdk maka tanaman itu bs mati kekeringan. Berkat pertama yaitu berupa air hujan yg berlimpah, artinya bhw musim berganti sesuai jadwal normalnya. Hujan itu pemberian Tuhan, jd inipun sdh dlm keadaan diberkati, pdhal blm terlihat buah yg dihasilkan. Tp dg ketersediaan air maka ada jaminan bhw pohon itu pasti akan berbuah pd musimnya. Ini berkat yg pertama: kita diperlengkapi Tuhan untuk ‘berbuah’, tp ingat, kita belum berbuah.

Berkat kedua adalah bekerjanya dg normal kemampuan berbuah dlm tubuh tanaman itu. Kalau diibaratkan spt perempuan yg tdk mandul, bs melahirkan anak. Apa yg terjd dlm tubuh tanaman itu sepenuhnya terjd scra alami, petanipun hanya bs utk memelihara, memberi pupuk, tp proses utk berbuahnya itu bergantung pd tubuh tanaman itu sndri. Kesuburan jg adalah wujud berkat dr Tuhan, jd ini berkat kedua, potensi utk berbuah dlm diri kita bekerja scra normal. Baru kemudian tiba saatnya utk berbuah dan buahnya itu nyata. Dari 1 benih bs menghasilkan puluhan hingga ratusan buah, inilah berkat ketiga. Berkat keempat dihitung dg brpa kali pohon itu berbuah selama hidup, dan kita bs hitung brpa berkat porsi ganda yg dialami oleh pohon itu, brpa porsi ganda yg bs kita terima dan hasilkan dlm hidup kita.

Jgn berpikir kalau kita blm berbuah, kita ini belum diberkati Tuhan, ingat, buah itu berkat porsi ketiga, krna itulah mengucap syukur utk keadaan kita saat ini, apakah kita masih dlm proses utk berbuah, baru sekali berbuah, atau sedang terus berbuah.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat Porsi Ganda

Terlatih Membedakan

DI 04082021

Ibrani 5:14 KJV
But strong meat belongeth to them that are of full age, even those who by reason of use have their senses exercised to discern both good and evil.

Tapi daging yang kuat itu milik mereka yang dewasa (cukup umur), bahkan mereka yang karena alasan penggunaan memiliki indera yang dilatih untuk membedakan antara baik dan jahat.

Membedakan yg baik dan jahat itu tidak mudah, ada yg kelihatannya baik, positif, tp ternyata jahat dan negatif. Dlm ayat ini disebutkan bhw indera yg terlatihlah yg bs membedakan antara yg baik dan jahat.

Tp ingat, utk memiliki indera yg terlatih hrs cukup umur atau dewasa, bukti dr seseorg sdh dewasa scra rohani adalah bs makan ‘daging yg keras’, kalau dlm arti daging sbg makanan, berarti memiliki gigi yg kuat dan bkn gigi susu lg (gigi anak-anak). Dan dlm arti rohaninya berarti pny kemampuan utk menerima hal-hal yg ‘keras dan kuat’ dr Tuhan. Misalnya sdh bs memahami ttg mengapa Tuhan tdk mengabulkan apa yg kita minta, mengapa Dia membiarkan apa yg buruk dan yg tdk kita harapkan itu terjd, mengapa Dia menuntut kita utk disiplin bahkan berkorban utk sesuatu. Jd ketika rohani kita sdh pd level ‘dewasa’ maka Dia trs melatih indera kita spya makin ‘tajam’ dan ‘jeli’ utk bs membedakan antara yg baik dan yg jahat. Ini perlu dilatih, dan jika dlm pelatihan itu masih terjd kesalahan, itu sesuatu yg wajar.

Mengapa kita hrs mampu menbedakan yg baik dan yg jahat? Krna manusia itu punya kelemahan yg umum dimiliki tiap org, yaitu toleran dg dosa, sekalipun pny prinsip yg kuat ttg menahan diri berbuat dosa, tapi itu seringkali diabaikan krna terdesak oleh situasi dan tekanan yg berat. Yg dosa bs dibilang bukan dosa, tdk melakukan dosa justru dianggap bodoh: “Sekali-sekali tdk apa-apalah, daripada kamu menderita dan tdk maju-maju, lakukan saja, nanti gampang tinggal minta ampun sama Tuhan, selesai …” Mgkin kita ‘selamat’ dr situasi yg ada skrg, tp kita tdk mgkin bisa bebas dr penghakiman Tuhan, akibat dari dosa yg kita lakukanpun akan kita terima sewaktu kita masih hidup di dunia ini. Jadi org Kristen hrs tegas, jgn plin-plan dan mudah dimanipulasi oleh jalan pikiran dari org yg terbiasa melakukan dosa.

Miliki kemampuan utk membedakan apa yg baik dan yg jahat, jgn jd spt ‘robot’ yg bisa ‘dipogram’ oleh org lain dg jalan pikirannya yg bertentangan dg kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Terlatih Membedakan

Berubah Total

DI 03082021

Filemon 1:11
— dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

Yang sdg diceritakan oleh rasul Paulus ini adalah org yg bernama Onesimus, seorg yg dikenalnya saat ada dlm penjara dan hubungan keduanya membw perubahan positif dlm hidup Onesimus.

Dulu Onesimus ini hamba dr Filemon, jd bila sampai masuk penjara, mgkin saja dia telah melakukan sesuatu kejahatan dan tuannya memasukkannya dlm penjara. Di penjara inilah dia bertemu rasul Paulus. Seiring berjalannya wkt maka Onesimus dianggap spt anaknya sndri, dididik dg tekun hingga akhirnya menjd seoorang yg sangat berguna bagi rasul Paulus. Selama dlm penjara agaknya Onesimus bertobat dan hidup sungguh-sungguh dlm Tuhan di bawah pengawasan rasul Paulus sndri. Saat surat itu ditulis, Filemon diminta utk menerima kembali kehadiran Onesimus, org yg pernah bersalah, namun bertobat dan menjd anak rohani seorg rasul besar. Menerima kembali org yg pernah berbuat kesalahan tentu tdk mudah, ada pikiran bgmna jika pertobatannya itu ternyata hanya pura-pura saja, bs jd nantinya akan kembali berbuat hal yg sama spt dulu.

Di sisi lain, kita melihat bhw rasul Paulus tdk egois dg apa yg telah dia perbuat. Bisa merubah karakter Onesimus, bahkan dia menjd anak rohaninya, ditambah dg sikap Filemon yg telah memasukkannya dlm penjara, bs saja rasul Paulus berpikir utk tdk perlu mengembalikan Onesimus pd Filemon, selama dlm penjara rasul Paulus sangat terbantu oleh Onesimus. Paulus justru memberikan kesempatan Onesimus utk ‘menebus’ kesalahannya dulu, dan jg memberi kesempatan pd Filemon untuk melakukan rekonsiliasi hubungannya dg Onesimus, bkn lg sbg tuan dg hambanya, tp skrg sbg sdr seiman di dlm Kristus. Ini satu sikap yg sangat terpuji, tdk egois, dan lebih mengutamakan apa yg terbaik bagi org lain. Ingatlah sekalipun mgkin kita ini punya jasa dlm hidup org lain, kita tdk boleh utk merasa ‘memiliki’, semua harus ditempatkan pd posisi yg seharusnya.

Mengampuni berarti merekonsiliasi hubungan yg dahulu rusak atau terputus, menerima kembali org lain dg hati yg tulus, bukannya malah membuat jarak satu sm lainnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Berubah Total

Terpaksa Meninggalkan

DI 02082021

2 Timotius 4:20
Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus.

Meninggalkan org yg kita kenal dlm satu keadaan yg tdk baik tentu bs membuat org berkomentar yg negatif, tp kondisi spt itu bs saja terjd pd kita dan kita ‘terpaksa’ melakukan hal itu jg.

Sebagian profesi mengharuskan seseorg utk ‘berkorban’ demi profesionalitas dan alasan penting. Misalkan org yg hrs kerja di luar kota atau luar negeri, terpaksa utk meninggalkan keluarga demi mendptkan penghasikan yg jauh lebih besar. Tp knpa org bnyk bs memakluminya? Krna tujuan dilakukannya hal itu jg demi keluarga, spya bs menghidupi keluarga dan menyiapkan masa dpn yg lebih baik. Saat pandemi ini jg, ada bnyk dokter dan perawat yg mau tdk mau hrs berkorban: terpisah dr semua anggota keluarga demi tugas profesinya. Selain krna alasan kesehatan, ini jg demi bs menolong bnyk org yg sdg terpapar dan butuh perawatan khusus. Bertemu keluargapun mgkin hanya lewat video call, itupun bs jd moment terakhir kali krna ikut terpapar saat menjalani profesinya. Jd ini kita hrs lihat scra utuh, bukan cuma dr sisi tertentu saja, spya kita bs memahami keadaan yg sbnarnya.

Para rohaniwan ada yg mengambil resiko demi memenuhi kebutuhan keluarga dr jemaat dlm hal pelayanan kedukaan, tetap hrs didampingi dan dipimpin prosesinya mulai dr ibadah penghiburan hingga saat pemakaman. Resiko terpapar tetap ada, namun kebutuhan jemaat jg hrs terpenuhi krna itulah pengabdian sbg hamba Tuhan yg menggembalakan jemaatnya. Alasan rasul Paulus meninggalkan Trofimus dlm keadaan sakit tentu hrs kita pahami scra menyeluruh apa yg terjd. Bs saja ada org yg tetap membantu merawat Trofimus, jd bkn ditinggalkan bgtu saja tanpa diurus, tp krna tugas plynan, maka rasul Paulus hrs pergi dan meninggalkan Trofimus. Maka di sini kita belajar bhw urutan prioritas itu tdk baku, kadang demi bekerja hrs menomor duakan keluarga, atau demi urusan dlm keluarga, pekerjaan utk sementara hrs ditinggalkan, misalnya krna ada anggota keluarga yg sakit. Jd jgn berpandangan bhw urutan prioritas itu ‘haram’ utk kita ubah (kecuali Tuhan tetap prioritas utama), semua tergantung situasi yg sdg kita hadapi.

Demi sesuatu yg penting, kita boleh utk ‘menggeser’ kegiatan lainnya, tp itu hanya sementara saja, kalau keadaan sdh normal kembali maka kembali pd prioritas yg telah kita atur masing-masing.

Posted in Renungan | Comments Off on Terpaksa Meninggalkan

Mencintai Dunia Ini

DI 31072021

2 Timotius 4:10
karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.

Demas adalah teman sekerja/sepelayanan rasul Paulus sewaktu pertama kalinya dia dipenjarakan, namun kemudian memilih utk meninggalkan rasul Paulus dan pergi ke Tesalonika.

Alasan yg disebut adalah krna Demas ini telah mencintai dunia/zaman saat itu, tdk kita ketahui pasti apa yg terjd sewaktu rasul Paulus menulis surat kedua ini untuk Timotius, tp agaknya ada sesuatu yg lebih menarik hati Demas hingga akhirnya dia meninggalkan rasul Paulus. Tdk bs kita artikan bhw Demas ini murtad, krna tidak disebut demikian oleh Paulus, mencintai dunia/zaman ini diartikan bhw Demas lebih memilih ‘sesuatu’ drpd tetap ikut dlm plynan Paulus. Gambarannya adalah spt bnyk yg terjd di zaman ini: para fulltimer yg dulu sblum pandemi hanya fokus utk aktif dlm plynan, tp skrg krna situasi ekonomi akhirnya mulai bergeser menggeluti kerja sekuler, krna memang plynan gereja sdg mengalami pembatasan ruang gerak sbg efek dr makin meluasnya pandemi. Tentu kita tdk bs langsung memvonis mrka tdk lagi mengasihi Tuhan, tp memang demi menyesuaikan diri dg situasi.

Yg perlu kita waspadai adalah tanpa kita sadari, kasih kita pd Tuhan mulai tdk lagi ‘full’ tp sdg mulai berkurang. Ada sesuatu yg tiba-tiba menarik perhatian kita dan fokus kita tdk lg hanya utk Tuhan. Ini spt saat kita ingin belanja online, saat sedang melihat satu produk, ternyata ada info ttg produk sejenis dg harga yg lebih murah serta disertai cashback misalnya, ini bisa membuat kita pd akhirnya memilih produk yg kedua td dan tdk jd memesan produk yg pertama. Apa yg bs membuat kasih kita pd Tuhan menjd berkurang? Biasanya itu sesuatu yg kita sukai dan menyita bnyk waktu shga kita terikat dg aktivitas itu. Jgn sampai kasih kita pd Tuhan menjd makin sedikit hingga akhirnya menjd ‘tawar’ dan kita mulai menjauh dr Tuhan. Kesenangan dan hobi kita, keduanya mgkin bs menjd hal yg membuat kita lebih mencintai dunia atau zaman ini.

Disiplin dan pengendalian diri menjd kunci utk tetap fokus membangun kerohanian kita, hal lain memang jg penting, tapi jgn sampai membuat kita terikat dan tdk lagi sepenuhnya mengasihi Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mencintai Dunia Ini

Doktrin Lain

DI 30072021

1 Timotius 1:3
Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain

Kita hrs paham ttg situasi di zaman itu, bhw yg memiliki doktrin yg benar adalah para rasul yg dulunya adalah murid-murid Yesus, ditambah dg bbrpa org yg memang diutus utk memberitakan Injil dan merintis jemaat di sana.

Jd doktrin di zaman itu berlaku di seluruh tempat yg telah menerima Injil dan jemaat Tuhan ada di sana, sementara doktrin dlm pemahaman zaman ini adalah pengajaran yg dipegang teguh oleh hanya sebagian gereja, persekutuan, bahkan sekolah Teologiapun pny doktrin masing-masing. Semua mengaku berdasarkan kebenaran dlm Alkitab dan tetap mengacu pd apa yg para rasul ajarkan di permulaan jemaat gereja awal. Jd doktrin dlm ayat ini bcra ttg pengajaran ttg Kristus berdasarkan apa yg mrka terima dr Tuhan dan pewahyuan oleh Roh Kudus. Di jemaat Efesus ternyata ada bbrpa org yg mengajarkan doktrin lain yg berbeda dg apa yg para rasul ajarkan. Hal ini tentu bs menimbulkan kebingungan dan bahkan penyesatan bila trs dibiarkan berkembang, shga jemaat yg mendengar dan mempelajarinya akan salah dlm hal penerapannya dlm kehidupan sehari-hari.

Apa yg menyebabkan munculnya doktrin yg berbeda dg yg para rasul ajarkan? Bnyk hal yg bs menjd penyebabnya, misalkan doktrin yg bercampur dg budaya, filsafat, kebiasaan lokal, atau krna salah menafsir dr apa yg para rasul telah ajarkan. Tentu hal ini perlu ditindak lanjuti dg benar shga jemaat Tuhan tdk kebingungan dan tdk disesatkan oleh doktrin spt itu. Di zaman skrg pun bgtu bnyk doktrin yg berbeda, tetap hrs saling menghargai, pd intinya kita semua satu tubuh dlm Kristus, tdk ada gunanya memperdebatkan doktrin, lebih baik memikirkan bgmna bs membangun kerohanian diri sndri maupun grja lokal dg baik, di gereja mana kita berjemaat, ikuti doktrin yg diakui grja kita, semua kembali pd pribadi kita masing-masing, tetap hrs punya ‘filter’ pribadi ttg doktrin-doktrin yg ada shga kita tdk mudah diseaatkan oleh pengajaran yg salah dan sesat.

Ujilah segala sesuatu, termasuk dlm hal doktrin, jgn asal terima doktrin tanpa kita memahaminya dg benar, krna kira akan diminta pertanggung jwbannya oleh Tuhan pada saat penghakiman tiba.

Posted in Renungan | Comments Off on Doktrin Lain

Berdoa Tanpa Henti

DI 29072021

1 Tesalonika 5:17 KJV
Pray without ceasing.

Berdoalah tanpa henti

Doa adalah komunikasi dua arah antara kita dg Tuhan, rasul Paulus menasehati agar berdoa tanpa henti, apa maksud dari nasehat ini?

Biasanya org berhenti berkomunikasi dg seseorg krna alasan pertengkaran, ada dendam, dsbnya. Dulu akrab tp krna ada satu peristiwa terjd, pd akhirnya kedua belah pihak saling menjauh shga tdk ada lg komunikasi dan hubunganpun menjd renggang bahkan terputus. Kalau ini terjd pd kita dlm hal berdoa, maka kita harus segera memperbaikinya. Tdk selalu jalan Tuhan itu sama dg jalan kita, keputusan Tuhan bs saja tdk sejalan dg harapan kita, atau kita sdh berdoa tp tdk terjd sesuatu yg dr Tuhan, tdk ada mujizat, terobosan atau kesembuhan, shga ada kekecewaan yg timbul, shga kita berpikir bhw Tuhan tdk lg mengasihi kita, tdk ada pertolongan yg Dia nyatakan hingga pd akhirnya kita tdk lg mempercayai firman Tuhan. Ada org yg pd akhirnya mencari cara alternatif krna ingin cepat masalahnya selesai dan harapannya terkabul.

Tdk selalu kita mendapatkan apa yg kita mau, bgmna reaksi kita terhadap Tuhan? Berdoa tanpa henti berarti di dlm situasi dan keadaan apapun, baik atau buruk, permintaan kita terkabul atau tdk, tetap kita berdoa tanpa henti. Spt menggali harta karun yg pd kedalaman tertentu baru bs diketahui keberadaannya, doa hrs terus kita naikkan pd Tuhan hingga pd akhirnya Tuhan bertindak tepat pd waktu-Nya. Ada hal yg Tuhan bilang bukan ‘tidak’, tp Dia berkata ‘tidak sekarang’, jd bukan ditolak namun hanya masalah waktu saja. Tuhan pny perhitungan-Nya sndri, itulah knpa ada puasa dlm hitungan hari-hari tertentu, misalnya puasa 3 hari, 40 hari, dsbnya. Kalau berhenti sblum mencapai batas wkt maka itulah kegagalan, tdk terjd apa-apa dan pd akhirnya apa yg telah kita lakukan menjd sia-sia.

Kpn terakhir Anda berdoa? Ingat berdoa tanpa henti, tetap bangun hubungan dg Tuhan setiap hari, jgn sampai iman kita menjd lemah shga kita berhenti utk berdoa.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa Tanpa Henti

Lain Dulu Lain Sekarang

DI 28072021

Kolose 3:7-8
Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Pepatah ‘lain dulu lain sekarang’ tentu kita pernah dengar, pny makna mengenai org yg kita temui skrg berbeda dg waktu dulu, apakah penampilannya, hingga sifat dan karakternya telah berubah, bs ke arah positif atau negatif.

Ini jg seharusnya terlihat dr setiap org yg telah menjd Kristen, bukan Kristen sejak lahir atau baru jd Kristen, tp pertobatan yg membw pd perubahan hidup ke arah yg Tuhan inginkan. Pertanyaannya, apakah kita pernah menerima pernyataan dr org lain bhw diri kita ini semakin serupa dg Kristus? Atau malah org menilai kita dulu dan sekarang terlihat sama saja, duniawi, tdk ada bedanya. Normalnya kita semakin hari semakin menjd Kristen yg sejati, yang tdk lg hidup secara duniawi, bila justru tdk mengalami perubahan, bs dipastikan org itu hanya ‘main-main’ jd Kristen, drpd jadi atheis, atau krna ingin bs menikah di grja, ya dibaptis, setelah itu kembali ke asal, hidup semaunya, jd Kristen asal-asalan, shga justru membuat ajaran Kristen dinilai tdk mampu utk membuat org menjd lebih baik hidupnya, ini menjd penghambat bagi org lain yg ingin mengerti ttg Tuhan dan keKristenan.

Sifat-sifat duniawi kita yg lama hrs kita ‘buang’ dr hidup kita, ini baru bs terjd kalau kita sadar bhw semuanya itu ternyata ialah sampah dan membuat hidup kita ‘berbau busuk’ di hadapan Tuhan dan sesama. Tdk ada org waras yg menyimpan sampah dan menyukai bau busuk yg ditimbulkannya. Jd kalau ada org Kristen tp hidupnya msh duniawinya kental, berarti rohaninya dlm kondisi ‘tidak waras’, dan tentu saja suatu saat Tuhan akan berurusan dg org itu, ditegur Tuhan dan jika tdk mau berubah maka ujungnya bs kebinasaan. Ingat ada surga dan neraka, mau dimasukkan ke yg mana, tergantung cara hidup kita selama di dunia ini. Jd hrs dibuang, dilepaskan dr hidup kita spt kita melepas baju kotor dan mengenakan yg bersih. Jgn simpan hal-hal yg adalah ‘sampah’ bagi rohani kita yg bs membuat hidup kita menjd ‘bau’ dan mengundang masalah dan bencana dtg silih berganti dlm hidup kita.

Lain dulu lain sekarang, tentu hrs ke arah yg positif, ini tentu butuh tekad dan juga perjuangan utk bs mewujudkannya, bukan spt sulap yg dlm sekejap bs berubah.

Posted in Renungan | Comments Off on Lain Dulu Lain Sekarang