Peran Ibu Dalam Kerohanian Anak

DI 20082021

2 Raja-raja 22:1-2
Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Orgtua dr Yosia adalah raja Amon dan ibunya adalah Yedida binti Adaya, kita telusuri bhw raja Amon hidup jahat di mata Tuhan dan dia mati dibunuh oleh pegawai-pegawainya, dan mengangkat Yosia menjd raja saat berusia 8 tahun.

Ayahnya berlaku jahat di mata Tuhan, namun Yosia tdk mengikuti cara hidup ayahnya, dia hidup benar di hadapan Tuhan. Agaknya peran ibunya sangat penting dlm mengarahkan kerohanian Yosia, mengajarkan bgmna hidup takut akan Tuhan dan taat pd hukum-hukum Tuhan. Dlm realita hidup, kita temukan bnyk ayah yg tdk hidup benar dan tentu ini bs mempengaruhi kerohanian sang anak, namun krna kerohanian sang ibu itu kuat, maka anak-anaknya hidup tdk mengikuti cara hidup ayah mrka. Ajar anak-anak kita sejak kecil utk memiliki kerohanian yg baik dan kuat, krna bila diajar saat sdh remaja apalg dewasa, maka lebih sulit utk melakukannya. Tentu dibantu saat anak-anak terlibat dlm Sekolah Minggu, namun tanggung jwb utama tetap ada pundak orgtua.

Dlm kondisi pernikahan yg diambang perceraian, yg dikedepankan biasanya ttg hal-hal yg sifatnya hanya berkaitan dg pasangan hidupnya, mgkin krna ada salah satu pihak yg selingkuh, tdk ada lg kemanisan dlm pernikahan, dsbnya, namun bgmna nanti kerohanian anak agaknya tdk menjd alasan yg kuat utk mrka tdk jd bercerai. Sangat munafik bila kita ‘mengasihi jiwa-jiwa’ hanya dlm konteks penginjilan mencari jiwa baru utk Tuhan saja, bknkah ada ‘jiwa’ yg hrs dikasihi yaitu anak-anak kita? Jgn sampai jiwa mrka direbut oleh org yg tdk beriman pd Kristus, misalnya krna dipacari lalu dinikahi dg syarat utk meninggalkan iman Kristen dg sedikit cara tdk baik: menjelek-jelekkan Kristen dg mengambil contoh yg buruk dr iman kedua orgtuanya.

Sekalipun mgkin orgtua kita tdk hidup benar di hadapan Tuhan, namun itu bkn alasan yg tepat utk kita hidup serupa dg mrka, kita bertanggung jwb jg atas kerohanian kita masing-masing.

Posted in Renungan | Comments Off on Peran Ibu Dalam Kerohanian Anak

Asal Aman Sendiri

DI 19082021

2 Raja-raja 20:16-19
Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “Dengarkanlah firman TUHAN!
Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”
Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Kesan saya membaca ayat ini ada sdkit rasa kesal, ada seorg raja yg diberitahu Tuhan apa yg akan terjd atas bangsanya dan jg keturunannya, yg akan terjd nanti adalah hal yg buruk, namun malah bilang bhw itu adalah hal yg baik.

Orgtua normal pasti sedih jika tahu nanti anak cucunya akan mengalami hal buruk bshkan hal yg hina, dan pastinya akan minta pd Tuhan utk mengubah semuanya itu. Tp raja Hizkia justru ingin aman sndri, yg penting selama dia hidup, keadaannya masih baik-baik saja, biarkan anak cucu mengalami hal buruk dan terserahlah mrka mau bagaimana mengatasinya. Ini tentu bkn suatu sikap terpuji yg dimiliki selaku orgtua apalg bagi seorg pemimpin kerajaan. Tuhan bs saja mengubah jika ada sebuah pertimbangan khusus, spt wkt Dia menunda kematian raja Hizkia 15 tahun lg. Tp raja Hizkia tdk meminta Tuhan utk mengubahnya, membiarkan anak cucunya mengalami hal yg buruk sbg bentuk kutukan dr Tuhan, hukuman yg hrs diterima akibat dosa masa lalu. Kita sbg orgtua seharusnya berusaha menyiapkan masa dpn yg baik dan cerah utk keturunan kita, krna sadar bhw suatu saat kita tdk mgkin trs bersama dengan mereka, entah krna mrka nantinya akan berkeluarga atau krna kita meninggal nantinya.

Tuhan kita itu adil, satu sisi Dia pasti akan memberi hukuman atas dosa yg telah kita perbuat, dan di sisi lainnya Dia punya belas kasihan yg bs ‘meringankan’ beban hukuman yg akan diterima. Ini bs kita lihat saat Abraham ‘tawar menawar’ dg Tuhan saat diberitahukan bhw Dia akan segera menghukum Sodom dan Gomora. Abrahan tahu bhw hukuman Tuhan hrs dijalankan, namun dia ingat bhw keluarga Lot tinggal di dekat daerah itu, dia tidak ingin keluarga Lot ikut binasa, krna itulah dia memohon pd Tuhan dg maksud spya Tuhan menyelamatkan keluarga Lot. Kita tahu crta berikutnya bhw Tuhan akhirnya menyelamatkan keluarga Lot menjelang penghancuran kota Sodom dan Gomora. Ketika kita diberitahu ttg sesuatu yg buruk akan terjd, tdk ada salahnya minta pd Tuhan utk tdk jd melakukannya, tapi tetap ingat bhw kedaulatan ada di tangan Tuhan, kita hanya sebatas bs memohon, tp keputusan tetap ada di tangan Tuhan, tunduklah pd apa yg menjd keputusan Tuhan krna Dia hrs bersikap adil.

Usahakanlah yg baik utk keturunan kita kelak, tp bkn memanjakan mrka, namun mendorong mrka pny kemandirian dan mental yg kuat, tetap mendoakan yang terbaik utk masa depan mrka.

Posted in Renungan | Comments Off on Asal Aman Sendiri

Kematian Adalah Kemerdekaan

DI 18082021

2 Korintus 5:8
tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

Dosa-dosa yg kita lakukan sebagian krna pengaruh tubuh kita, dlm tubuh kita ada nafsu, hasrat, rasa sakit, dsbnya. Di dlm tubuh ada ‘kedagingan’ yg mulai timbul ketika manusia pertama jatuh dlm dosa.

Selama kita hidup, kita berjuang melawan keinginan daging, keinginan mata dan jg keangkuhan hidup, spt seorg petinju, ada rekor pertandingan antara brp kali bisa berhasil menang dan brpa kali kalah, dlm hal berbuat dosa, perjuangan melawan keinginan utk berbuat dosa tdk selalu menang, ada jg saat kita kalah. Misalnya saat amarah kita meledak, kita gagal utk mengendalikan emosi kita. Ketika mata kita melihat sesuatu dan timbul keinginan dan kita gagal menahannya, jadilah kita berdosa. Ketika tubuh kita terpisah dari roh kita, itulah salah satu ‘kemerdekaan’ yg kita rasakan, tdk ada lg rangsangan yg berasal dr tubuh kita. Rasul Paulus dlm ayat ini tahu benar bhw tubuhnya akan bs menggodanya utk berbuat dosa, dan dia ingin tinggal bersama Tuhan saja. Selama kita hidup dlm tubuh jasmani ini, kita hrs punya pengendalian diri yg kuat, dan yg paling berbahaya adalah dosa yg ada dlm hati dan pikiran kita, memang belum dilanjuti menjd sebuah perbuatan, namun itu di mata Tuhan tetaplah sebuah dosa.

Kematian tdk selalu menjd hal yg buruk, dlm Alkitab kita melihat contoh seorg raja Israel yaitu Hizkia (2 Raja-Raja 20), dia sbnarnya sdh akan mati, namun Tuhan mendengar doanya dan menambahkan umur 15 tahun lg. Tp justru krna krna dia suatu saat memamerkan seluruh yg dia miliki di hadapan utusan raja Babel, lalu Tuhan memberi firman bhw semua miliknya akan diangkut ke Babel, semua keturunannya akan menjd sida-sida raja Babel. Mgkin kalau dia mati waktu itu, kisah selanjutnya mgkin berbeda. Justru krna dia tdk jd mati, malahan jatuh dlm dosa besar yg membuat keluarga dan jg bangsanya mengalami hal yg buruk. Yang bs kita pelajari adalah bila seseorg yg kita kasihi meninggal dunia sesuai waktu yg Tuhan tetapkan, jgn menyalahkan dan protes pd Tuhan, org yg kita kasihi sudah dimerdekakan dr kedagingan tubuhnya, tdk berbuat dosa lg, tdk mengalami sakit lagi, Tuhan telah perhitungkan bhw waktu org yg kita kasihi itu utk meninggal ialah waktu yg tepat dan terbaik, baik utk yg meninggal maupun kita yg ditinggalkan.

Kematian memang menimbulkan duka yg mendalam, namun kematian org yg Tuhan kasihi adalah satu wujud kemerdekaan yg Dia berikan, merdeka dr keinginan daging tubuh jasmaninya, merdeka dr sakit penyakit, dan tdk berbuat dosa lg, shga anak cucunya tdk perlu menanggung akibat dr dosa yg mgkin dilakukannya seandainya masih trs hidup.

Posted in Renungan | Comments Off on Kematian Adalah Kemerdekaan

Pastikan Dengan Melihat

DI 16082021

Mazmur 91:14 KJV
Because he hath set his love upon me, therefore will I deliver him: I will set him on high, because he hath known my name.

Karena dia telah mengikatkan cintanya atas-Ku, karena itu Aku akan menyelamatkan dia; Aku akan meninggikan Dia, karena dia telah mengenal nama-Ku.

Mazmur 91 bnyk digunakan sebagian org Kristen sbg bagian dr doa hariannya, ini tentu hal yg diperbolehkan tentunya, tapi dlm pengertian yg benar, bkn dipandang spt sebuah mantera tentunya.

Apa makna dr ‘mengenal’ nama-Ku? Ini hal yg perlu kita pahami dg benar shga kita tdk salah memahaminya. Asal katanya adalah ‘yada’ (to ascertain by seeing), yaitu memastikan/menyakinkan dg melihat. Spt kita mendengar sesuatu dan kita pergi utk melihat sndri apa yg sbnarnya terjd. Setelah melihatnya baru kita tahu benar atau tdk apa yg kita telah dengar dr org lain. Jd ayat ini bknlah satu kalimat mantera, tp sebuah kalimat ‘janji’ artinya Tuhan melakukan sesuatu setelah kita memenuhi apa yg Dia mau utk kita lakukan bagi Dia. Ayat ini dimulai dg ada kata ‘ hatinya melekat kepada-Ku’ yg dlm terjemahan KJV disebut ‘set his love upon Me’. Kata ‘set’ berasal dr kata ‘chashaq’ yg berarti (to be attached to) terikat, org yg dg sengaja mengikat cintanya pd Tuhan. Jd jelas bhw hal-hal yg dijanjikan dlm ayat ini merupakan kalimat janji, kita lakukan terlebih dahulu barulah Tuhan memberi kita apa yg Dia janjikan. Percuma kita tiap hr berdoa memakai ayat ini jika kita tdk spt org yg dlm ayat ini maksudkan.

Sudah mengenal nama Tuhan berarti sdh memastikan dg melihatnya sndri, org yg memiliki kesaksian hidup yg nyata, bkn yg belum pernah mengalami Tuhan. Org ini sdh membuktikan bhw Tuhan itu Tuhan Penyembuh krna ketika dia sakit, Tuhan menyembuhkan dia, ketika dlm kesulitan, sdh membuktikan bhw Tuhan Penolong Yangsetia, Tuhan menolongnya di saat yg tepat. Sederhananya ini diperuntukkan bagi org-org yg sdh punya iman yg teguh, bkn utk org yg imannya masih mudah goyah oleh keadaan yg ada. Gambaran yg mgkin mudah dipahami adalah sepasang suami istri yg bkn masih pengantin baru, tp suami istri yg sdh melewati bnyk hal dlm rumah tangganya dan terikat satu sama lain. Jd ini utk org-org yg cintanya pd Tuhan itu sdh sangat kuat dan dlm, bkn yg cintanya tdk serius dg Tuhan. Petobat barupun bs memiliki cinta yg kuat pd Tuhan asalkan dasar hubungannya dg Tuhan sdh benar. Keselamatan kita ada kaitannya dg cinta kita pd Tuhan.

Jd pahami penggunaan ayat-ayat dlm Mazmur 91 ini dg tepat, kalau kita bkn org yg spt ada dlm pasal ini, jgn berharap kita mengalami apa yg Tuhan janjikan dlm pasal ini jg.

Posted in Renungan | Comments Off on Pastikan Dengan Melihat

Keteguhan Hati

DI 14082021

Mazmur 31:24
Be of good courage, and he shall strengthen your heart, all ye that hope in the LORD.

Jadilah keteguhan hati yang baik, dan Dia akan menguatkan hatimu, kamu semua yang harapannya di dalam Tuhan.

Utk berharap pd Tuhan diperlukan sebuah hati yg kuat, dan ini dimulai ketika kita bs meneguhkan hati kita dg baik, jd bukan hanya meminta lalu tinggal menerimanya saja.

Hati manusia itu pny batasan dlm bnyk hal, salah satunya dlm daya tahannya utk tetap kuat menanggapi keadaan yg sdg terjd. Ada saja hal yg terjd tiba-tiba dan tanpa diduga, belum lg reaksi org-org di sekitar kita, dsbnya. Kalau daya tahan hati kita lemah maka dg mudah segala yg negatif bs sangat mempengaruhinya. Ini sangat berbahaya saat kita sdg memiliki hal yg kita harapkan dr Tuhan, apalagi yg kita harapkan itu sesuatu yg mustahil di mata manusia, org lain biasanya bicara yg sesuai dg logika: “Yg kamu minta itu hal yg sulit, belum pernah ada org minta hal itu dan dikabulkan Tuhan, berpikirlah waras, lupakan saja harapanmu itu.’ Jadi yg hrs kita lakukan adalah jgn sampai kita kehilangan harapan itu, sampai Dia sndri memberi jawaban pasti: dikabulkan atau ditolak permintaan kita, meskipun org lain ditolak permintaannya oleh Tuhan, namun belum tentu itu jg terjd pd diri kita, semua bergantung pd Tuhan, mau atau tdk mengabulkan permintaan kita itu.

Bgmna kita meneguhkan hati kita? Ini ada kaitannya dg iman yg kita miliki, iman jg berkaitan dg firman Tuhan yg kita tahu dan kita memahaminya dg benar. Apa yg kita lihat dan dengar tentu bs membuat hati kita gentar dan takut, di sinilah fungsi dr firman Tuhan: meneguhkan pikiran kita yg goyah oleh keadaan yg ada. Kalau meminta sesuatu pd org yg kita kenal, maka kemungkinan akan dikabulkan jauh lebih besar drpd jika kita memintanya pd org yg tdk kita kenal sblumnya. Org yang pny hubungan yg intim dg Tuhan tentu tahu bhw permintaannya itu didengar oleh Tuhan dan pasti Tuhan akan cepat memberi jwban apakah yg kita harapkan itu akan Tuhan lakukan bagi kita atau tdk, beda dg org yg tdk pny hubungan yg intim dg Tuhan, setelah meminta lalu berpikir kalau dikabulkan ya bagus, kalau tdk, ya nasib namanya. Ini bkn ciri org yg punya iman dlm dirinya. Tetapi kita bknlah org spt itu, kita hrs meneguhkan hati kita.

Tuhan yg menguatkan hati kita, namun kita hrs meneguhkan hati kita terlebih dahulu, aktifkan iman kita dan tetap bangun hubungan yg baik dg Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Keteguhan Hati

Hanya Orang Biasa

DI 13082021

1 Samuel 17:55
Ketika Saul melihat Daud pergi menemui orang Filistin itu, berkatalah ia kepada Abner, panglima tentaranya: “Anak siapakah orang muda itu, Abner?” Jawab Abner: “Demi tuanku hidup, ya raja, sesungguhnya aku tidak tahu.”

Awal kemunculan Daud di tengah masa peperangan bangsa Israel melawan org Filistin sangatlah misterius, tdk ada yg bs mengenali dr mana asalnya, siapa orgtua dan ditambah lg dia bukanlah tentara.

Anak dr kalangan rakyat biasa, dan dlm keluarganya pun dia tdk begitu mendapat perhatian khusus. Kisah Samuel yg dtg ke rumah Isai, ayah Daud, bs memberikan gambaran bhw dia bkn seorg anak yang dibanggakan keluarganya. Ada teori yang mengatakan bhw Daud ini berbeda ibu dg saudara-saudaranya yg lain, dlm Mazmur 27:10 Daud menulis: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.” Dari seorg remaja yang hanya menggembalakan kambing domba akhirnya menjd raja atas bangsa Israel, bkn atas pilihan manusia to dipilih oleh Tuhan sndri. Ini sangat luar biasa, Tuhan sdh tahu masa depan Daud dan Dia pilih dr seluruh bangsa Israel sbg org yg akan menggantikan Saul menjd raja. Di sinilah kita melihat bhw sekalipun kita ini org yg biasa-biasa saja, tp kalau Tuhan sdh pilih utk satu posisi tertentu, latar belakang bknlah menjd masalah bagi Tuhan, tapi manusialah yg mempermasalahkan latar belakang keluarga dan pengalaman yang dimiliki utk diangkat menduduki satu posisi tertentu.

Jalan menuju tahta kerajaan Israel telah Tuhan atur, Daud hrs menjalaninya dg segala tantangan dan resikonya, semua hrs dilewati barulah pilihan Tuhan menjd kenyataan bagi Daud. Resiko kehilangan nyawa, dipermalukan pihak musuh, dan jg org-org dr bangsanya sndri yg merasa bhw posisinya terancam dg masuknya Daud dlm lingkungan istana. Dipilih Tuhan memang ada promosinya, tp itu 1 paket dg tantangan dan resiko yg menantinya. Ketika Tuhan sdg mempromosikan kita, bersiaplah akan muncul reaksi tdk suka dr org-org yg merasa posisinya terancam dan mrka pasti berusaha utk membuat kita mundur lalu menyerah. Jgn gentar krna kalau Tuhan yg memilih pasti Dia jg akan menyertai dan melindungi. Mental dan nyali kita hrs kuat, ikuti rencana Tuhan tahap demi tahap hingga akhirnya yg Tuhan pilihkan utk kita menjd sebuah kenyataan. Bagi Tuhan apapun mgkin, tdk ada yg mustahil, apapun latar belakang hidup kita.

Sekarang mgkin org tdk yakin kita akan bs menjd ‘sesuatu’ di masa depan, ingat bhw apa kata Tuhanlah yg hrs kita yakini, bkn apa kata org.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Orang Biasa

Legal di Hadapan Tuhan

DI 12082021

1 Samuel 16:13 (TB) Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
1 Tawarikh 11:3 (TB) Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN, kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel, seperti yang difirmankan TUHAN dengan perantaraan Samuel.

Apakah tdk cukup bagi Daud menjd raja setelah dia diurapi oleh Samuel ketika Saul masih berkuasa? Di sinilah kita perlu memahami ‘cara kerja’ Tuhan atas hidup org yg diurapi-Nya.

Lebih mudahnya kita coba bandingkan ttg status pernikahan menurut UU negara kita, ada istilah menikah secara agama & menikah diakui oleh negara. Scra agama dilakukan sesuai cara agama, dlm Kristen diadakan Ibadah Pemberkatan Nikah, utk legal scra negara maka pernikahan itu perlu tercatat oleh negara, jd setelah pemberkatan nikah dilanjutkan mengurus di Catatan Sipil, shga legal scra agama dan diakui oleh negara. Menjd raja Israel jg perlu legal scra kerajaan pd wkt itu, jd Daud perlu diurapi lg menjd raja oleh para tua-tua Israel. Jd apa makna ketika Daud diurapi oleh Samuel? Itu sbg sebuah legalitas di ‘dunia roh’, bhw Daud telah ditetapkan Tuhan sbg raja atas Israel. Jd bgmna dg status Saul? Scra kerajaan dia masih sbg raja Israel, tp di mata Tuhan, Saul bkn lg sbg raja Israel. Jd di sini kita belajar bhw selain legal mnrut peraturan manusia, kita jg perlu legalitas dr Tuhan atas apa yg Dia berikan utk kita. Kita lihat akhirnya Saul mati dan Daud menjd raja menggantikannya.

Banyak org tdk mengerti pentingnya pny legalitas dr Tuhan. Org berpikir yg penting sdh legal scra peraturan manusia, cara apapun dilakukan demi mendpt legalitas itu, shga cara yg bertentangan dg firman Tuhan jg dilakukan, cara yg curang, tdk kudus, dsbnya. Masalahnya kalau di mata Tuhan itu tdk legal, maka apa yg kita dpt dr cara yg bertentangan dg firman Tuhan itu suatu saat akan hilang dr tangan kita. Ingat bhw ada bbrpa pihak yg tdk begitu suka kita hidup bahagia dan sukses, ada iblis yg selalu ingin merusak hidup kita, ada org-org yg iri dan dengki pd kita, dan jg faktor apa yg terjd di dunia global. Tdk legal di mata Tuhan berarti tdk dijamin oleh Tuhan, tdk dilindungi Tuhan apalagi mendpt penyertaan Tuhan. Daud legal di mata Tuhan shga dilindungi Tuhan hingga dia benar-benar diurapi menjd raja oleh para tua-tua Israel. Dari janji Tuhan lalu menjd kenyataan, itulah legalitas Tuhan dan legalitas dr manusia, keduanya amat penting dan kita membutuhkan keduanya.

Sudahkah kita memiliki legalitas dr Tuhan atas hidup kita? Lakukan semua sesuai dg apa yg Tuhan telah atur dan tetapkan, maka penyertaan dan pembelaan Tuhan akan selalu ada dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Legal di Hadapan Tuhan

Gagal Diberkati

DI 11082021

1 Tawarikh 10:13-14
Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,
dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.

Seandainya Saul hidup benar di hadapan Tuhan, mgkin dia akan menjd raja Israel yg kokoh pemerintahannya hingga bbrpa generasi setelahnya, namun Saul ternyata lebih takut pd manusia drpd pd Tuhan.

Saul harusnya ingat bhw yg memilih dia menjd raja yg pertama bagi bangsa Israel adalah Tuhan sndri, maka kelanggengan pemerintahannya jg ditentukan oleh Tuhan, namun dia justru berubah dlm hal pemikirannya bhw kalau rakyat tdk bisa diambil hatinya maka kekuasaannya bs menjd goyah dan dia bs kehilangan tahta dan kekuasaannya. Hidup mengikuti apa kata org tentu sangat melelahkan, org tdk akan pernah puas dg apa yg kita lakukan, krna itulah yg paling penting itu bkn apa yg menjd penilaian org lain terhadap kita, tp apa penilaian Tuhan atas semua yg kita perbuat. Sekalipun manusia tdk lagi mendukung kita, asalkan Tuhan ada di pihak kita, maka tdk ada satu nanusia, tdk ada keadaan apapun bs merampas apa yg awalnya Tuhan berikan pd kita sbg sebuah kepercayaan yg hrs dijalani dg penuh tanggung jwb. Tp sayangnya ada org yg takut pd komentar negatif org lain, sehingga apapun dilakukan utk tetap bs mendpt dukungan dan simpati dr bnyk org.

Bnyk org yg diberkati Tuhan pd awalnya, terlihat sangat mengagumkan, bnyk org yg iri, tp sayangnya justru berakhir tragis bahkan memalukan. Kematian Saul ini disebut ‘dibunuh oleh Tuhan’ dg memakai org Filistin utk melakukannya. Gagal utk tetap diberkati dan berkatnya diberikan pd org lain. Kesempatan sdh di depan mata, tinggal sdkit lg akan jd milik kita, tp tiba-tiba kesempatan itu spt ‘terbang’ dan kita tdk bs meraihnya kembali. Kita bs terlena krna berkat yg kita terima, lupa bhw semua itu adalah perlengkapan yg Tuhan sediakan agar kita bs tetap setia dan tdk tergiur oleh yg lain. Ingatlah bhw jika Tuhan sdh memberi penilaian, maka kita hrs waspada, apakah kita masih tetap dlm jalurnya Tuhan atau kita justru sdh menjd org yg terlihang, tdk lg dipercaya Tuhan dan apa yg awalnya Dia berikan justru Dia ambil kembali dan Dia berikan pd org yg Dia nilai lebih pantas dipercaya dan diberi tanggung jwb besar, bkn itu saja, dg tangan-Nya sndri Dia akan menghukum kita.

Kerjakan dg penuh tanggung jwb apa yg Dia percayakan sejak awal, jgn sampai Dia mengambilnya dan diberikan pd org lain, dan justru kita jg dihukum Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Gagal Diberkati

Pengampunan Tuhan itu Bersyarat

DI 10082021

Yohanes 8:11
Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Saya tipe org yg tdk langsung cepat utk meng-aminkan apa yg saya dengar, dan termasuk di dlmnya apa yg saya dengar dr khotbah-khotbah dr hamba Tuhan yg katanya ‘besar dan diurapi’, check lg dg apa yg ada dlm Alkitab.

Benarkah pengampunan Tuhan itu tanpa syarat? Kita melihat bbrpa contoh kisah yg ada dlm Alkitab, salah satunya tentang wanita yg diampuni Tuhan krna berbuat zinah, setelah diampuni, ada 1 perintah yg Yesus berikan pd wanita itu: jgn berbuat dosa lg. Jd pengampunan ini diberikan dg sebuah syarat: jgn berbuat dosa lg, dan ini berarti bkn tanpa syarat. Kita jg ingat ketika Yesus bcra ttg perumpamaan ttg hutang, di mana org yg sdh diampuni, tdk usah membayar hutang, tp krna dia tdk mau mengampuni org yg berhutang pd dia, akhirnya pengampunan raja dicabut dan dia dimasukkan dlm penjara sampai melunasi hutangnya (Matius 18:23-35). Jd jelas, Tuhan memberikan pengampunan tdk tanpa syarat, ada syaratnya, dan ini yg hrs kita sadari sbg org Kristen spya kita jgn menjd org yg meremehkan kasih dan pengampunan yg Tuhan berikan. Ini jg spya kita terhindar utk ‘mempermainkan’ Tuhan: buat saja dosa terus, tinggal minta ampun, kan gratis, tanpa syarat. Inilah kesesatan yg bnyk timbul dlm pikiran org yg hidup dlm dosa.

Antara sesama manusia saja tdk cukup hanya minta maaf, tp ada tindakan ‘ganti rugi’, inipun ada diatur dlm hukum Taurat yg berlaku utk org Israel, misalnya dlm ayat ini:

Lukas 19:8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Pastinya Zakheus akan minta maaf pd org yg pernah dia peras, tp jg disertai dg memberi ganti rugi 4x lipat. Jumlah 4x lipat ini jg disebut Daud saat nabi Natan menegur dosanya:

2 Samuel 12:6
Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.”

Jd dari pihak yg meminta pengampunan ada hal yg hrs dilakukan jg, ini membuat kita paham bhw pengampunan yg Tuhan atau org lain berikan itu bkn sesuatu yg ‘murahan’, kita perlu memberikan ganti rugi, membereskan apa yg telah kita buat berantakan dr hidup org lain, sebisanya kembalikan spt keadaan semula bila itu memungkinkan, kecuali dr pihak yg pemberi pengampunan itu membebaskan utk tdk perlu berbuat apapun, semuanya dianggap selesai, namun sbg org yg tahu berterimakasih tentunya kita hrs tetap menghargai pengampunan itu. Jika org itu meminta syarat, berusaha utk memenuhinya semampu kita.

Kesalahan harus diakui barulah bs diberi pengampunan, bgmna mgkin memberi pengampunan jika tdk ada org yg akan menerimanya? Jd kalau tdk mengakui dosa, ya dosanya tdk akan pernah diampuni. Kedua pihak hrs bertemu, bicara dan menyelesaikan masalah yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengampunan Tuhan itu Bersyarat

Berkat di Tengah Kesengsaraan

DI 09082021

Ester 10:3
Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya.

Kisah usaha pemusnahan org Yahudi di zaman Ester dan Mordekhai adalah satu malapetaka besar dan nyaris tdk ada satu carapun utk bs menghindarinya, raja sdh setuju, siapa lg yg sanggup menghalangi?

Berbulan-bulan rencana Haman disusun, namun hanya dlm hitungan hari saja apa yg sdh direncanakan bahkan ditetapkan itu digagalkan oleh sebuah ‘tangan’ yg tdk terlihat yaitu tangan Tuhan. Keselamatan adalah berkat terbesar yg nilainya jauh melebihi berkat yg lainnya. Di tengah rasa takut yg sangat mencekam, tdk ada jalan keluar, hanya bs berdoa pd Tuhan, mohon pertolongan-Nya walaupun saat itu mrka sdg menjalani hukuman Tuhan, dijadikan tawanan bangsa lain, namun mrka tetap percaya bhw Tuhan tetap mengasihani mrka dan tdk membiarkan keturunan dari Abraham akan musnah, tentu Tuhan ingat akan perjanjian-Nya dg Abraham, dg Daud jg, dan inilah yg menjd dasar bagi org Yahudi utk tetap berharap pd Tuhan. Di tengah kesengsaraan dan ancaman, mrka tetap mengalami pertolongan Tuhan.

Apakah kita sdg mengalami keterpurukan akibat kesalahan kita di masa lalu? Kita mgkin berpikir krna dosa kita, Tuhan tdk lg akan mengasihi dan menolong kita. Jelas ini keliru dg menyamakan sifat Tuhan itu sama dg sifat manusia. Manusia biasanya memutuskan hubungan dg org yg telah melakukan yg jahat terhadapnya. Jgnkan berharap ditolong, diajak bcra saja selalu menghindar bahkan menolaknya. Kita hrs memahami sifat Tuhan, Dia itu adil, kalau kita salah pasti dihukum, tp tdk berarti Dia tdk lg mau mengasihi kita, tp Dia jg ingat akan perjanjian-Nya, krna itulah Dia tetap akan terus menunjukkan kasih-Nya pd kita, tetap mau menolong kita, dan masih ingin kita berkomunikasi dg Dia. Jd tetap akan ada berkat Tuhan di tengah kesulitan dan kesengsaraan yg kita hadapi. Kalau sdh melampaui kekuatan kita, Tuhan pasti akan bertindak dg cara dan waktu-Nya yg tepat.

Tetap berharap pd Tuhan, sekalipun kita sdg dlm keadaan yg sulit, kalau Dia masih belum bertindak, berarti waktu Tuhan blm tiba utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat di Tengah Kesengsaraan