Tuhan Membatasi

DI 12082019

Yohanes 2:23-24
Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.

  • Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

Tuhan kita kenal sbg apa, itu menentukan level kedekatan kita dengan Tuhan. Bnyk org ingin dekat dg Tuhan krna kagum pd kehebatan-Nya saja, bkn krna ingin mengenal pribadi-Nya lebih dalam.

Dlm ayat ini dikatakan bhw Yesus tdk mempercayakan diri-Nya pd org-org yg hanya percaya krna melihat mujizat dan tanda-tanda ajaib yg dilakukan-Nya. Percaya model ini tentu sangat rentan utk dibuat kecewa, krna setanpun bs membuat mujizat dan tanda ajaib, bs kita lihat dlm peristiwa 10 tulah di Mesir (Keluaran 7-11) walaupun iblis tdk mampu sehebat Tuhan. Kalau ada mujizat yg lebih hebat, maka org-org spt ini akan memindahkan kepercayaannya pd yg lain. Jd bkn krna ingin mengikuti ajaran Yesus, tp spya Tuhan memenuhi apa yg mrka butuhkan, mrka perlu ‘org hebat’ yg bs membuat mrka lepas dr jajahan Romawi wkt itu.

Bgmna dg kita? Apakah kita cuma kagum dg Tuhan? Utk pny hubungan yg intim dg Tuhan, tdk bs kita saja yg mendekat pd Tuhan, kalau Dia tdk mau mendekat pd kita, bisakah kita memiliki keintiman dg Tuhan? Bgmna Dia mau dekat dg kita kalau motivasi kita terhadap Tuhan itu tdk murni, cuma menjadikan Tuhan sbg pihak yg memenuhi kebutuhan hidup kita. Itu sama dg pola penyembahan berhala, cuma minta kekayaan, keselamatan, dsbnya. Tuhan kita bkn berhala, yg Dia inginkan adalah hubungan, bkn sekedar ritual.

Mari jgn cm mengagumi Tuhan, tp sembahlah Dia sbg Tuhan dan Juruselamat. Kenali Tuhan scra utuh, Dia tdk mempercayakan diri-Nya pd org yg cuma kagum dg kuasa-Nya. Jgn kita sia-siakan kepercayaan kita, percayalah dg segenap hati, dan jadilah pengikut Kristus, bkn pengagum saja. Iman itu hrs kokoh, tdk berpaling pd yg lain, tetap ikut Tuhan apapun yg terjd, serahkan hidup dan nasib kita pd Tuhan. Kita tak akan kecewa pd akhirnya dan tdk tergoda utk meninggalkan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Membatasi

Mengkhianati Janji

DI 10082019

Yeremia 34:11

  • Tetapi sesudah itu mereka berbalik pikiran, lalu mengambil kembali budak-budak lelaki dan perempuan yang telah mereka lepaskan sebagai orang merdeka itu dan menundukkan mereka menjadi budak laki-laki dan budak perempuan lagi.

Ini kisah ttg pengkhianatan atas janji yg sdh dibuat sebelumnya, raja Zedekia dg rakyatnya akan membebaskan para budak Ibrani, sdh dilakukan tp kemudian budak yg sdh merdeka itu mrka tindas dan dipaksa utk menjd budak lagi. Ada pelanggaran hukum Tuhan dlm hal ini.

Janji yg sdh dilakukan jgn dikhianati, artinya dibatalkan dan dianggap tdk berlaku lg. Ini tentu bkn ciri org yg berintegritas, dan Tuhanpun tdk berkenan dg org spt ini. Lebih baik jgn berjanji kalau pd akhirnya janji itu dikhianati dan menimbulkan kekacauan dan kebencian. Kita hrs melaksanakan isi perjanjian walaupun kita mengalami kerugian dan hrs berkorban. Hrs menjaga nama baik, tdk boleh merugikan org lain.

Meneguhkan hati utk tetap berpegang pd isi perjanjian adalah bukti org yg hidup takut akan Tuhan. Ingat bhw setiap perbuatan kita akan dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan. Tuhan memperhatikan nasib org miskin, org yg tertindas, dan yg dianiaya. Ketika kita melakukan pengkhianatan janji, Tuhan melihatnya sbg sebuah pelanggaran berat, itu bkn perbuatan yg terpuji dan keji menurut Tuhan.

Sblum menyesal, pertimbangkan dg cermat apa yg ingin kita janjikan pd org lain. Kalau sdh berjanji, jgn disesali, krna inilah yg mgkin menjd penyebab kita mengkhianati isi perjanjian yg kita buat sndri. Ingatlah bhw ada hak org lain yg hrs kita hormati, hak mrka utk mendpt apa yg telah kita janjikan pd mrka. Kalau kita menahannya, itu bukti kita serakah dan tdk berbudi luhur, tdk memuliakan nama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengkhianati Janji

Hatimu Tidak Benar

DI 09082019

Kisah Para Rasul 8:21 KJV
Thou hast neither part nor lot in this matter: for thy heart is not right in the sight of God.

  • Kamu tidak punya bagian juga porsi di dalam perkara ini, karena hatimu tidak benar dalam pandangan Tuhan.

Simon di kota Samaria, dulunya seorg pesihir tp kemudian percaya pd pemberitaan Injil. Namun pola pikirnya ternyata blm berubah, dia masih ingin terlihat hebat dan sakti di hadapan bnyk org, dia masih takjub dg mujizat dan tanda ajaib yg dilakukan para rasul. Dia ingin ‘membeli’ kuasa yg dimiliki para rasul, hal ini jelas melanggar hukum Tuhan.

Karunia atau kuasa dr Tuhan tdk bs diperjual belikan, itu atas kehendak Roh Kudus kpd siapa dia ingin mempercayakannya. Simon mantan pesihir ini adalah gambaran org yg percaya Yesus tp pola pikirnya masih pola pikir kesesatan. Petobat baru perlu bimbingan yg serius spya bkn cm mrka percaya pd Yesus saja tp jg mengenal kebenaran firman Tuhan dan mempraktekkannya.

Jd jgn puas kalau ada org yg bertobat dan menjd Kristen, ini br awal perjalanan iman mrka. Kalau tdk dibimbing maka mrka tetap pny pikiran yg salah ttg bnyk hal sebab pola pikir yg dipengaruhi oleh yg sblumnya dipercaya, bnyk yg bertentangan dg kebenaran Firman Tuhan. Yg dewasa rohani berkewajiban membimbing mrka spya bs menjd Kristen yg dewasa rohani jg. Jgn anggap urusan kerohanian petobat baru itu tdk penting, kalau tdk dibimbing, mrka bs kembali ke jln yg salah.

Kita perlu memahami ttg aturan mengenai karunia, mujizat dan bnyk hal lainnya. Memang berkarunia itu baik, bs menolong org bnyk dan memuliakan Tuhan, namun perlu pengendalian diri dan tdk boleh mengambil keuntungan dr itu.Tuhanlah yg hrs menerima pujian dan kemuliaan, kita hanyalah alat saja, hanya hamba-Nya Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hatimu Tidak Benar

Orang Yang Keji

DI 08082019

Yesaya 32:6 KJV
For the vile person will speak villany, and his heart will work iniquity, to practise hypocrisy, and to utter error against the LORD, to make empty the soul of the hungry, and he will cause the drink of the thirsty to fail.

  • Karena orang keji akan berbicara dengan jahat, dan hatinya akan mengerjakan perbuatan salah, mempraktekkan kemunafikan, dan menyuarakan kesalahan terhadap Tuhan, untuk mengosongkan jiwa yang lapar, dan dia akan menyebabkan minuman dari yang haus itu gagal.

Salah satu tanda org munafik adalah menyalahkan Tuhan, tdk mau mengakui dirinyalah yg menyebabkan hal yg buruk menimpa dirinya, tp menyalahkan Tuhan dan org lain.

Kemunafikan itu bagian dr kekejian, dlm ayat ini disebutkan bbrpa ciri org yg keji, pertama, dr mulutnya, dia akan berbicara dg jahat. Tdk ada keramahan yg tulus, di balik perkataannya terselip niat jahat. Kedua, dr hatinya, hatinya mengerjakan perbuatan salah, selalu mencari-cari cara utk menjatuhkan org lain, merencanakan yg jahat, tdk peduli dg perasaan org lain, dsbnya. Apa yg dr hati keluar lewat perkataan, jd ini bcra ttg integritas org keji itu tdk bersifat positif, justru negatif, moralnya tdk baik.

Ketiga, dr gaya hidup dan perbuatannya selalu munafik. Tahu yg baik tp tdk dilakukan, ingin dihormati dg terlihat seolah-olah sangat rohani dan terhormat, tp itu hanya spya terlihat oleh bnyk org. Semua yg dia alami dianggap sbg ‘takdir’ Tuhan, Tuhan yg menyebabkan semuanya. Berani melawan Tuhan dg argumen yg membela kebenaran versi dirinya sndri.

Keempat, dr kebutaan hati nuraninya, melihat kebutuhan org lain bknnya menolong tp justru membuatnya semakin menderita. Org lapar dan haus dibiarkan menderita dan dia malah senang melihatnya. Tdk punya belas kasihan, apalg kasih di dlm dirinya. Hati nuraninya sdh gelap, penuh dg kejahatan. Kita hrs waspasa, jgn sampai keempat ciri ini ada dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Orang Yang Keji

Roh Yang Lelah

DI 07082019

Pengkhotbah 1:17 KJV
And I gave my heart to know wisdom, and to know madness and folly: I perceived that this also is vexation of spirit.

  • Dan aku nemberi hatiku untuk mengetahui hikmat, dan untuk mengetahui kegilaan dan kebodohan, aku mengartikannya bahwa ini juga adalah kekesalan roh

Pengetahuan di dunia ini tak ada habisnya, trs berkembang, bnyk yg diperbaharui dan lebih disempurnakan. Belajarpun tak ada ujung akhirnya, bisakah kita memiliki semua pengetahuan yg ada?

Memahami hikmat, kegilaan dan kebodohan manusia tak akan ada habisnya. Mengenal org lain bkn berarti bs langsung memahami kepribadiannya, tingkat kepandaiannya, dan intelektualitasnya. Org berhikmat bertemu dg org yg bodoh tentu tdk mengasyikkan, bs jd malah terjd kejengkelan krna org yg berhikmat tdk bs memahami mengapa seseorg tetap bangga dg kebodohannya dan tdk mau meninggalkan kebodohannya itu. Demikian jg dg org yg bs terganggu jiwanya hingga menjd gila, mgkin krna tdk bs menerima keadaan dan gagalnya org itu menghargai hidupnya.

Mencoba memahami hal itu bs membuat kita kesal, apa sulitnya utk berubah, tp kenyataannya justru org bodoh tdk mau meninggalkan kebodohannya, menerima nasib dan tdk pernah yakin bs berhikmat. Bgmna mengembalikan org yg gila pd kewarasannya? Dlm hal ini hikmat spt tdk berguna, krna memang hikmat bnyk gunanya tp terbatas, hikmat hanya bekerja pd org yg menginginkannya, tp tdk bs mengubah org lain.

Tuhan sbg Sumber Hikmat, Dialah yg mampu mengubah org bodoh menjd berhikmat, org gila pd kewarasannya. Bnyk kesaksian ttg ini yg bs kita temui, di sinilah kita sadar bhw betapa terbatasnya kita sbg manusia. Pengetahuan bnyk membantu hidup manusia, tp ada hal-hal yg tdk bs dilakukan pengetahuan, tp Tuhan sanggup melakukannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Roh Yang Lelah

Dikenal Tuhan

DI 06082019

Keluaran 33:17 KJV
And the LORD said unto Moses, I will do this thing also that thou hast spoken: for thou hast found grace in my sight, and I know thee by name.

  • Dan TUHAN berkata pada Musa: “Aku akan melakukan hal ini juga yang kamu telah katakan, karena kamu telah menemukan anugerah di dalam pandangan-Ku, dan Aku mengenalmu oleh nama

Antara tahu dan saling kenal tentu berbeda, tahu itu bs sepihak dan tdk terjd hubungan pertemanan, tp saling kenal itu 2 pihak yg terhubung krna pertemanan. Musa dikenal Tuhan krna di antara mrka memang terjd sebuah hubungan khusus.

Apa makna dr mengenal oleh nama? Nama Musa berarti diselamatkan dr air. Zaman itu bayi diberi nama sesuai dg kejadian yg menimpa dirinya maupun lingkungannya, utk mengingat apa yg sdg terjd saat itu. Mengenal oleh nama berarti dikenal khusus dr apa yg dialami si pemilik nama.

Tdk semua org diakui sbg org yg dikenal Tuhan, ini yg hrs kita perhatikan. Tuhan pasti tahu semua ttg kita, tak ada yg tersembunyi, namun blm tentu kita ini dikenal Tuhan. Kita dikenali Tuhan lewat perbuatan yg kita lakukan. Mustahil seseorg dikenal sbg org yg baik perbuatannya tp tak pernah terlihat dia sdg berbuat baik. Dari apa yg kita buat, org bkn hanya bs menilai kita, tp jg mengenali kita. Kalau kita bkn pelaku firman, tentu Tuhan tdk mengenali kita sbg murid dan umat-Nya. Jd bkn nama sbg panggilan yg penting, tp nama sbg gambaran kepribadian, itu yg penting.

Semua org tentu berdosa dan pny kelemahan, Musa jg demikian, namun ia mendpt anugerah di pandangan Tuhan. Musa sempat menolak mengemban tugas dr Tuhan utk memimpin bangsa Israel keluar dr Mesir, namun Tuhan tetap ingin Musa yg melakukannya. Panggilan Tuhan atas seseorg tak pernah salah, walaupun Dia tahu apa yg nanti akan terjd. Jgn ragu jika Tuhan mempercayakan sesuatu pd kita, jgn pandang kelemahan kita, tp pandanglah kemampuan Tuhan yg memampukan kita menjalaninya.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikenal Tuhan

Menghentikan Dosa

DI 05082019

2 Raja-raja 15:9

  • Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya. Ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.

Raja Zakharia, raja Israel, mengikuti jejak ayahnya utk berbuat apa yg jahat di mata Tuhan, hingga akhirnya Tuhan memberi hukuman dg dia dibunuh oleh Salum bin Yabesh, pdhal dia baru 6 bln memerinrah sbg raja.

Alasan yg ditulis adalah krna dia tdk menjauh dr dosa-dosa Yerobeam, bapa leluhurnya, atau kita katakan sbg dosa generasi sblum dia. Kata menjauh dlm bhsa aslinya adalah ‘sûr śûr’ yg berarti membelok ke samping (turn aside), menyimpang (depart), meninggalkan perbuatan masa lalu (leave undone be past). Jd dia berdosa krna mengikuti perbuatan bapa leluhurnya, tdk berjalan berlawanan arah.

Dosa trs terjd dan trs dilakukan krna tetap diikuti, dijadikan contoh dan dianggap baik oleh org yg melakukannya. Krna menyukai dosa maka trs dilakukan. Tentu ini krna tdk ada rasa takut akan Tuhan, pdhal Tuhan selalu memberi hukuman terhadap dosa para raja sblumnya yg jalannya menyimpang dr kebenaran Firman Tuhan. Pd zaman itu pasti para nabi dan imam tdk dihormati pdhal mrka yg paling paham ttg hukum Tuhan. Ketika hukum Tuhan tdk diperhatikan maka dosalah yg menguasai hawa nafsu seseorg. Jd cuma ada 2 pilihan: mau hidup takut akan Tuhan atau hidup dlm keterikatan dg dosa.

Manusia memang pny kelemahan, kekurangan dan hawa nafsu, kalau pengendalian dirinya kuat, tdk mudah bagi org itu utk digoda berbuat dosa. Dekat dg dosa berarti jauh dr Tuhan. Tdk suka akan kebenaran Tuhan berarti menyukai dosa dan pasti berbuat kesalahan. Jgn membiarkan diri kita tergoda utk berbuat dosa, lawanlah keinginan utk berbuat dosa dan tunduklah pd Tuhan. Kalau bnyk org berbuat dosa, bkn berarti mrka berbuat yg benar, dosa atau bkn dosa itu tdk ditentukan dr sedikit atau bnyknya org yg melakukannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghentikan Dosa

Tuhan Memampukan

DI 03082019

Mazmur 60:12 KJV
Through God we shall do valiantly: for he it is that shall tread down our enemies.

  • Melalui Tuhan, kita akan melakukannya dengan gagah berani, karena Dia yang akan menginjak musuh-musuh kita.

Dlm peperangan hanya ada pilihan: hidup atau mati, kalah atau menang, ditawan atau berkuasa. Tdk selalu dlm kondisi seimbang dlm hal jumlah tentara yg ada, namun strategi jg menentukan. Selain itu, ‘perang mental’ jg berpengaruh besar dlm kalah menangnya sebuah peperangan.

Melalui Tuhan, kita yg mgkin kurang dlm hal tertentu, bs memperoleh kemenangan karena Tuhan ikut serta bekerja dlm situasi yg sdg kita hadapi. Kita hanyalah alat yg Dia pakai, namun Dia yg akan mengalahkan musuh kita. Ada bnyk musuh yg kita hadapi, misalnya ketakutan, kekuatiran, rencana jahat, tipu daya, dsbnya. Tuhan tahu yg tdk kita tahu, dan Dia memberitahukannya pd kita. Krna itu percayakan pd Tuhan, kalau Tuhan ingin kita mengubah rencana yg semula kita tetapkan, ubah saja. Strategi biasanya disesuaikan dg perubahan situasi.

Mengandalkan kemampuan manusia kita tdk menjamin kemenangan pasti kita peroleh. Selalu ingat ada ‘faktor x’ yaitu sesuatu yg tiba-tiba, tdk diduga atau dikira bakal terjd, ternyata terjd. Hadapi dengan gagah berani krna ada penyertaan Tuhan di dlm hidup kita. Realita hrs dihadapi dg iman yg teguh pd Tuhan. Pandanglah masalah sbg soal ujian yg kalau kita bs mengerjakannya maka kita akan masuk dlm level yg lebih tinggi dlm hidup kita. Jgn panik tp usahakan diri tetap tenang.

Bagi Tuhan tdk ada yg mustahil, demikian jg berlaku bagi org yg percaya. Kita pasti menang bersama Tuhan. Amin.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Memampukan

Pilih Tuhan atau Kehebatan-Nya?

DI 02082019

Ulangan 18:2

  • Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; TUHANlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya.

Suku Lewi tdk diberikan milik pusaka atau jatah wilayah spt 11 suku lainnya saat pengundian setiap suku utk mendpt wilayah di tanah Kanaan. Tuhanlah yg menjd milik pusaka mrka. Untung atau rugi? Padahal mrkalah yg tetap ada di pihak Tuhan saat suku-suku lain tdk berani berkomitmen percaya pd Tuhan saat peristiwa penyembahan anak lembu tuangan.

Dr penilaian manusia mgkin suku Lewi mengalami rugi, tdk dpt wilayah yg bs diwariskan utk anak cucu mrka, namun mrka mendapatkan Tuhan, yang tdk bs dibandingkan dg apapun jg, sbnarnya dg mendptkan Tuhan, mrka mendapatkan segalanya, mrka tdk rugi tetapi sangat-sangat beruntung.

Kita percaya pd Yesus krna apa? Krna Dia hebat? Bs melakukan mujizat? Supaya masuk surga? Maaf, jika begitu alasan kita, sesungguhnya itu merendahkan Tuhan. Apakah kuasa-Nya lebih hebat dari pribadi Tuhan sndri? Percaya pd Tuhan berarti menerima pribadi-Nya secara utuh, bkn cuma kehebatan-Nya saja, tp juga firman-Nya, larangan-Nya, ketetapan-Nya utk hidup kita, semua yg ada dlm diri Tuhan hrs kita terima, itu makna percaya pd Tuhan.

Kalau hanya ingin mendpt keuntungan dr Tuhan, artinya kebutuhan kita tercukupi oleh Tuhan, berarti kita sdg memanfaatkan Tuhan, bkn sdg percaya kepada Dia. Begitu ada firman yg membongkar kebobrokan moral kita, kita menutup hati utk itu, tetapi firman yg kita rasa cocok dg kita, kita terima. Pilih-pilih firman, inikah yg disebut percaya pd Tuhan? Jgn munafik.

Posted in Renungan | Comments Off on Pilih Tuhan atau Kehebatan-Nya?

Karena Tidak Sabar

DI 01082019

Keluaran 32:1

  • Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”

Bangsa Israel saat itu baru saja dipimpin Tuhan keluar dr Mesir menuju tanah perjanjian, namun krna ketdk sabaran mrka menunggu Musa, mrka akhirnya jatuh dlm dosa penyembahan berhala.

Kita perlu sadar bhw dlm hidup ini kita perlu bersabar utk bbrpa hal. Ketika kita dlm antrian misalnya, jika kita meninggalkan tempat dan lalu tiba giliran kita, nama kita dipanggil, maka kita kehilangan hak kita utk dilayani. Bersabar membuat kita mendptkan hak kita.

Tdk sabar bs mengakibatkan kita mencari yg bkn Tuhan, cari cara alternatif, jalan pintas bahkan menyembah tuhan yg lain. Akibatnya kita jatuh dlm pelbagai dosa yg membuat Tuhan sakit hati. Penyembahan berhala itu perzinahan rohani, Tuhan tdk segan-segan menghukum hingga keturunan keempat dr org yg melakukannya. Hanya krna tdk sabar jgn sampai kita terjerumus berbuat dosa. Bljar utk memperpanjang durasi sabar kita, ini akan menghindarkan kita dr masalah yg sbnarnya tdk perlu terjd.

Tuhan melihat yg kita perbuat, Dia tahu waktu yg tepat utk bertindak, tdk perlu kita membantu mengingatkan Tuhan. Bagian kita adalah menanti-nantikan Tuhan dan tetap percaya, jgn mengikuti hawa nafsu kita dan kedagingan kita. Pertimbangkan dg baik sblum bertindak, sadari resiko yg akan kita terima nantinya. Bersabarlah sebentar lagi, sabar.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Tidak Sabar