Manusia Jasmaniah

DI 24082019

1 Korintus 3:3 KJV
For ye are yet carnal: for whereas there is among you envying, and strife, and divisions, are ye not carnal, and walk as men?

  • Karena kamu masih jasmaniah, karena di mana ada di antara kamu iri, dan berselisih paham, dan terbagi-bagi, tidakkah kamu jasmaniah, dan hidup berjalan sebagaimana banyak orang?

Manusia jasmaniah mengandung pengertian bhw manusia yg hidupnya masih mengikuti cara hidup org yg tanpa Tuhan, blm memahami ttg aturan dan perintah Tuhan, hidup di luar dr firman Tuhan. Jd msh mengikuti jln pikirannya sndri.

Akibatnya ketika ada di dlm sebuah komunitas, seringkali org spt ini menjd iri hati pd org lain, lalu menimbulkan perselisihan krna berbeda paham dan malah menimbulkan perpecahan krna membuat ‘kelompok dalam kelompok’, merusak unity yg sbnarnya sdh baik. Pengertian kata ‘strife’ dlm bhsa Inggris adalah: angry or bitter disagreement over fundamental issues; conflict yg berarti marah atau pahit krna tdk setuju atas masalah mendasar; konflik. Tdk sepaham lalu marah dan kepahitan.

Dlm sebuah komunitas pasti ada org yg pny kelebihan menonjol, hrs disikapi scra dewasa bhw justru itu sebuah keuntungan yg positif. Org yg berpikir negatif justru iri dg kelebihan org lain, menganggapnya sbg saingan bahkan musuh yg hrs dipermalukan, kemudian berusaha utk membuat pengelompokan demi membuktikan dirinyalah yg paling benar. Perpecahan seringkali diawali oleh iri hati dan tdk sepaham. Inilah alasan betapa pentingnya kita menyamakan persepsi dan cara pandang pd pemahaman firman Tuhan yg benar, bkn pd siapa yg lebih pintar. Kesepahaman akan membuat semua anggota komunitas lebih mengutamakan firman Tuhan di atas pemahaman pribadinya.

Sudahkah kita menundukkan pikiran kita pd pikiran Kristus? Jgn menjd manusia scra jasmaniah, wujudnya memang manusia, tp rohaninya tdk ada Tuhan di dlmnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Jasmaniah

Tuhan Mendengarnya

DI 22082019

2 Samuel 7:4-5
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:

  • “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?

Pembicaraan raja Daud dg nabi Natan mengenai kerinduan Daud membuat rumah bagi Tuhan ternyata mendpt tanggapan Tuhan pd malam harinya, Tuhan menyampaikan firman-Nya pd nabi Natan utk disampaikan pd raja Daud.

Ternyata percakapan kita dg siapapun itu tdk luput dr pendengaran Tuhan, apakah itu obrolan biasa, candaan, diskusi, bahkan curhatan hati, Tuhan dengar semuanya. Jadi kita hrs paham bhw jgn sampai apa yg kita perbincangkan itu salah atau bahkan menyinggung Tuhan, Dia pasti langsung bereaksi bahkan jika Dia perlu, Dia jg berfirman. Dia Mahahadir dan Mahatahu, dan krna hal ini jg kita yakin bhw setiap doa kita itu didengar Tuhan.

Jika yg kita inginkan itu hal yg baik dan utk memuliakan Tuhan, Dia tetap akan mengoreksinya spya hal itu menjd lebih baik. Tuhan dengar kerinduan Daud utk membangun sebuah rumah bagi Dia, ini hal yg baik namun Dia mengoreksinya utk kebaikan semuanya. Tetap diizinkan membangun sebuah rumah bagi Tuhan, tp Salomolah yg dipilih Tuhan utk melaksanakannya. Dari hal ini kita belajar bhw hrs siap jika dikoreksi Tuhan, rendah hati menerima keputusan-Nya bahkan ketika Dia memilih org lain utk menjalankan apa yg kita rencanakan sblumnya.

Jgn sembarangan kita bicara, apalg saat berbicara yg berkaitan dg Tuhan. Pikirkan sblum kita mengatakannya, dan jgn sampai menghina nama Tuhan. Tdk etis jg bila membw nama Tuhan di dlm candaan kita, kita perlu menghormati nama Tuhan dg tdk menyebut-Nya dg sembarangan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mendengarnya

Memberkati Yang Menganiaya

DI 22082019

Roma 12:14

  • Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

Memang nasehat ini tdk sejalan dg logika manusia, kalau kita bersikap lunak, bukankah kita akan semakin dianiaya? Kalau kita bersikap baik, bknkah kita semakin direndahkan?

Hal yg perlu kita hindari adalah kehilangan kendali atas diri kita, ketika hati dan pikiran kita mulai dikuasai oleh emosi yg meledak-ledak, maka kasih yg kita miliki itu spt sengaja kita ‘padamkan’, yg ada adalah hukum kedagingan, balas yg jahat dg yg lebih jahat. Tdk boleh kalah di mata bnyk org dan jgn sampai dipermalukan di dpn umum. Ini pikiran manusiawi kita, tp Tuhan tdk ingin kita spt itu, justru Dia ingin kita memberkati. Knp?

Org yg bs memberkati pasti pikiran dan hatinya itu murni dan jernih, tdk menaruh dendam dan bs memahami situasi yg sdg org lain alami. Knp org lain menganiaya kita, pasti ada sebabnya. Apakah krna iman kita pd Kristus? Apakah krna kita berbuat baik? Apakah mgkin kita berbuat salah? Mengutuk itu bkn bagian dr kasih, kasih tdk mengharapkan org lain mengalami hal yg buruk, kasih itu tdk membenci, kasih itu mengampuni.

Berkatilah krna itu membuktikan ada Tuhan dlm diri kita. Dialah Sumber Berkat. Kalau kita mengutuk, berarti tdk ada kasih Tuhan di dlm diri kita. Bgmna jika org yg menganiaya kita itu sbnarnya dipakai Tuhan utk menguji kita? Kalau kita mengutukinya dan mrka tdk pantas dikutuki, maka kutuk itu akan kembali pd kita, justru kitalah nantinya yg akan mengalami kutuk ini. Jd lebih baik memberkati mrka, jika mrka tdk pantas diberkati mnrut Tuhan, maka berkat itu akan kembali pd kita. Taati firman Tuhan krna itulah yg terbaik bagi hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberkati Yang Menganiaya

Menjual Diri

DI 21082019

1 Raja-Raja 21:20 KJV
And Ahab said to Elijah, Hast thou found me, O mine enemy? And he answered, I have found thee: because thou hast sold thyself to work evil in the sight of the LORD.

  • Dan Ahab berkata pada Elia: “Telah kamu temukan aku, oh musuhku?” Dan dia menjawab: “Aku telah menemukanmu, karena kamu telah menjual dirimu untuk mengerjakan yang jahat di dalam pandangan TUHAN.

Demi mendptkan keinginannya memiliki kebun anggur Nabot, raja Ahab dibantu oleh istrinya, Izebel, dg cara yg jahat utk membunuh Nabot dan merampas tanahnya, ini spt tindakan ‘menjual diri’.

Dlm bhsa aslinya ‘mâkar’ memiliki arti menjual diri, menjadi budak. Ahab seorg raja, pny kuasa tp dia menggunakan kekuasaannya utk melakukan yg jahat, ini dipandang Tuhan sbg tindakan ‘menjual diri menjadi budak’ kejahatan, artinya Ahab rela diperbudak oleh nafsu berbuat jahatnya sndri, taat pd keinginan trs berbuat jahat tanpa ada perlawanan dr hati nurani. Keinginannya hrs terpenuhi meskipun diperoleh dg cara yg jahat dan keji, tdk peduli dg kebenaran dan hukum Tuhan.

Alasan Nabot menolak tawaran raja Ahab krna tanah itu adalah milik pusakanya, dlm aturan Taurat memang tdk boleh memberi tanah milik pusaka dr sebuah suku Israel menjd milik suku yg lainnya, ini bertujuan spya batas yg telah ditetapkan tdk berubah dan semua suku hidup dlm damai satu dg lainnya. Ahab tdk memperdulikan hukum Taurat, demi sebidang tanah akhirnya nyawa seseorg hrs hilang dg rencana keji, ada pertumpahan darah org yg tdk bersalah. Ketdk adilan inilah yg membuat Tuhan murka, hingga pd akhirnya Tuhan mengutus Elia menyampaikan pesan ttg bgmna Ahab dan Izebel nantinya akan mati.

Jgn meniru Ahab, kalau memiliki sebuah keinginan, jgn diperoleh dg cara yg jahat, jgn berdosa krna nafsu ingin memiliki. Hormati aturan yg ada, jgn sembarangan menggunakan kuasa dan kekuatan yg kita miliki demi memenuhi nafsu jahat kita. Jgn bersiasat jahat dan mengorbankan nasib org hingga nyawanya jg hilang, tahanlah nafsu ingin memiliki milik org lain. Cintai hukum Tuhan, hiduplah dlm kasih dan jgnlah beri kesempatan pd nafsu jahat kita utk mengendalikan hidup kita. Kita hrs menjd hamba kebenaran, bkn hamba dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjual Diri

Semuanya Terjadi

DI 20082019

Yosua 21:45 KJV
There failed not ought of any good thing which the LORD had spoken unto the house of Israel; all came to pass.

  • Tidak ada yang gagal dari hal baik apapun yang TUHAN telah katakan pada kaum Israel, semuanya terjadi

Apa yg Tuhan firmankan ttg masa depan bangsa Israel setelah mrka keluar dr tanah Mesir semuanya terjd, semua janji-Nyapun digenapi semuanya.

Kebobrokan org-org Israel tdk menyurutkan Tuhan utk lalai menggenapi firman-Nya. Bnyk peristiwa yg membuat Tuhan murka sepanjang perjalanan menuju tanah Kanaan, tapi Dia tetap memberikan yg baik bagi bangsa Israel. Ini teladan yg sangat patut kita contoh. Bila kita telah mengatakan sesuatu bahkan menjanjikan sesuatu, kita terikat dg komitmen utk tetap mewujudkannya, apapun keadaannya, halangannya, bahkan sikap org yg menjd obyek janji kita mgkin membuat kita kesal, tp sbg org yg berintgritas, janji hrs tetap ditepati, spya nama baik kita tetap terjaga dg baik.

Sifat manusia biasanya akan bergantung pd apa yg org lain tunjukkan lewat sikap dan perbuatannya. Meskipun sdh ada perjanjian, bs saja itu tdk ditaati, krna pihak lain telah berlaku tdk baik. Ini hrs dipahami dg benar, artinya jika kitalah org yg berinisiatif utk memberikan sesuatu pd pihak lain tanpa pihak lain itu meminta apapun sblumnya, maka kita pny tanggung jwb utk tetap memberikan apa yg kita janjikan, apapun keadaannya. Kelihatannya terlalu bermurah hati dan membiarkan diri dipermainkan, tp itulah konsekuensi berani berjanji hrs berani menepatinya.

Tuhan pasti menepati janji-Nya, bagian kita adalah setia menantikan waktu Tuhan itu tiba. Tdk mudah memang menunggu sambil tetap berharap pd Tuhan, tp tetap lakukanlah sambil mengucap syukur. Yg kita lakukan utk Tuhan tdk pernah sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Semuanya Terjadi

Menghindari Yang Lebih Buruk

DI 19082019

Yohanes 5:14

  • Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Suci lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Dari ayat ini kita pelajari bhw ada penyakit yg menjd akibat dr dosa yg dilakukan seseorg, dan jika telah diampuni dosanya oleh Tuhan maka penyakitnya itu sembuh, namun ada peringatan Tuhan yg sangat keras ttg ini.

Tuhan peringatkan agar jgn mengulangi dosa yg sama sbg penyebab sakit itu terjd, krna sesuatu yg lebih buruk bs terjd atas hidup org yg melakukannya. Mgkin saja sakitnya itu terjd lg dg level yg lebih buruk, atau terjd sesuatu hal lain yg merupakan wujud dr murka Tuhan. Tp masalahnya adalah: mgkinkah kita tdk berdosa lg nanti hingga kita meninggal? Tdk ada jaminan ttg hal ini, bs kita tdk melakukannya lg, bs jg nanti melakukannya, tergantung dr penguasaan diri kita melawan godaan dosa.

Tdk semua jenis dosa berakibat pd sakit scra fisik, jd ini bcra ttg jenis dosa yg khusus. Tdk tahu jenis dosa apa yg dilakukan org lumpuh 38 tahun dlm kisah ayat ini, tp mgkin saja jenis dosa yg sangat membuat Tuhan murka. Jgn mengartikan bhw ada dosa yg biasa atau yg berat, semua tetap dosa dlm pandangan Tuhan. Kita jgn bermain-main dg dosa, spt bermain api nanti bs terbakar karenanya. Pengampunan Tuhan bergantung jg pd pertobatan kita, kita serius atau main-main. Tuhan yg tahu isi hati kita dan Dia memperhitungkannya.

Kalau kita sdg mengalami hal buruk yg trs menerus, koreksi diri apakah kita melakukan dosa yg sama trs menerus. Temukan apa dosanya dan kemudian bertobat, rendahkan diri di hadapan Tuhan. Keadaan kita dipulihkan menjd baik kembali kalau kita menunjukkan pertobatan yg sungguh-sungguh. Serius dlm melawan godaan dosa, berjuang spya mendpt perkenanan Tuhan dlm hidup kita. Jgn kita bodoh mengikuti hawa nafsu kita saja, jalan pikiran yg tdk bijaksana hanya membw kita pd rentetan perbuatan dosa yg tiada habisnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghindari Yang Lebih Buruk

Abaikan Kata Orang

DI 16082019

Markus 10:47-48
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

  • Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Ini kisah ttg Bartimeus, seorg pengemis buta yg pd akhirnya mengalami mujizat Tuhan, ia bs melihat kembali. Ketika Tuhan melintas di daerah itu, Bartimeus ingin bertemu Yesus.

Krna dia buta, maka ia mengandalkan suaranya spya Yesus mendengar dan mau menemuinya. Dia memanggil Yesus dg sebutan ‘anak Daud’ yg menegaskan bhw dia mengakui Yesus sbg Mesias yg memang dinubuatkan akan berasal dr keturunan Daud. Teriakannya membuat org lain terganggu shga dia ditegur spya diam, tdk berteriak lg, namun dia tdk memperdulikannya dan malah makin keras berteriak.

Ada saatnya kita hrs mengabaikan perkataan org lain terhadap kita di saat kita ingin melihat dan mengalami kuasa Tuhan. Perkataan yg ingin menghentikan langkah iman kita, melemahkan bahkan melumpuhkan iman. Tdk semua org bs memahami keadaan yg kita alami, bahkan mungkin meremehkan kita. Spt Bartimeus, org meremehkan dia krna dia pengemis buta, di tengah kerumunan bnyk org mana mgkin bs bertemu Yesus, apalg mengalami mujizat-Nya. Bartimeus mengabaikan kata orang dan trs berusaha hingga akhirnya dia mengalami mujizat.

Jika kita sdg dlm sebuah pergumulan, abaikan perkataan org lain yg berusaha menghentikan langkah iman kita. Jgn ditanggapi dan dimasukkan dlm hati, tetaplah beriman dan berusaha, sampai Tuhan melihat kesungguhan kita mencari pertolongan-Nya. Org lain hanya bs berkomentar tp kitalah yg mengambil keputusan lalu melangkah dlm iman. Tetap bersemangat dan jgn putus asa hingga Tuhan melakukan apa yg Dia janjikan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Abaikan Kata Orang

Terserah Tuhan

DI 15082019

Matius 20:15 KJV
Is it not lawful for me to do what I will with mine own? Is thine eye evil, because I am good?

  • Apakah tidak sah bagiku untuk berbuat apa yang kuinginkan dengan milikku sendiri? Apakah matamu jahat karena aku baik?

Ucapan ini ada dlm perumpamaan org yg bekerja di kebun anggur, ada 4 jam kerja yg berbeda tp upahnya sama. Org yg bekerja lebih lama protes dg upah yg sama dg yg baru masuk kerja 1 jam. Tuannya dianggap tdk adil.

Scra manusia itu wajar, tp masalahnya sdh terjd kesepakatan mengenai jumlah upah yg diterima dg masing-masing pekerja. Sang pemilik kebun anggur tdk melanggar isi perjanjian, tp itu dianggap tdk adil. Kalau kita renungkan, mengapa pembagian upah diberikan dulu pd yg terakhir masuk kerja, bkn yg pertama masuk kerja? Kalau yg pertama diberi duluan, bknkah mgkin dia pergi dan tdk tahu upah teman-temannya sesama pekerja?

Keadilan Tuhan beda dg keadilan manusia. Tuhan sdh berlaku adil, yg bekerja masing-masing menerima upahnya, persepakatan tdk dilanggar. Tp itu dianggap tdk adil krna jam kerjanya tdk sama. Yg ingin Tuhan sampaikan lewat perumpamaan ini adalah Dia pny kedaulatan, tdk bs diprotes manusia, Dia berdaulat tetapi Dia tetap genapi janji-Nya. Terserah Tuhan mau memberkati setiap org dg berkatnya masing-masing, tp bknkah setiap org diberi berkat? Si A mgkin konglomerat tp kena penyakit parah, sdgkan si B org sederhana tp sehat, ini adil, krna si konglomerat pny uang utk berobat dan sehat kembali, sdgkan org yg sederhana itu tdk mengeluarkan uang utk sehat, tp dia menjaga kesehatannya dg pola hidup baik.

Jgn iri dg cara Tuhan memberkati org lain, Dia pasti adil, memberi upah sesuai perbuatan kita, ketaatan kita pd Firman-Nya. Bersyukur masih diberkati, masih disayang Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Terserah Tuhan

Menghamba Pada Manusia

DI 14082019

2 Raja-raja 16:7

  • Ahas menyuruh utusan-utusan kepada Tiglat-Pileser, raja Asyur, mengatakan: “Aku ini hambamu dan anakmu. Majulah dan selamatkanlah aku dari tangan raja Aram dan dari tangan raja Israel, yang telah bangkit menyerang aku.”

Raja Ahas adalah raja Yehuda, saat itu bangsa Israel telah terpecah. Dia hidup melakukan yg jahat di mata Tuhan, ternyata dia tdk mengandalkan Tuhan, tp menaruh nasibnya dan nasib kerajaannya pd tangan raja Asyur.

Menghambakan diri pd manusia tentu berlawanan dg Firman Tuhan. Dlm Yeremia 17:5 kita diingatkan utk tdk mengandalkan dan percaya pd manusia, kita akan terkutuk:

Jeremiah 17:5
Thus saith the LORD; Cursed be the man that trusteth in man, and maketh flesh his arm, and whose heart departeth from the LORD.

Manusia itu terbatas, dan kesetiaannya bd berubah-ubah, dan blm tentu murni dlm memberikan sesuatu. Mempercayakan nasib kita pd manusia itu sama spt menyembah berhala, ada rasa takut dan tdk berani melawan. Kekuatan manusia tdk sebanding dg kekuatan manusia, kehebatan manusia sangat tdk sebanding dg kuasa Tuhan. Krna itulah mengandalkan manusia adalah sikap merendahkan Tuhan, menilai Tuhan tdk sanggup dan tdk mampu, ada Tuhan mengapa mengandalkan yg lain?

Selain mengandalkan manusia, kita bs terjebak dlm mengandalkan harta. Harta tentu pengaruhnya besar dlm hidup kita, namun tetaplah harta pny keterbatasan. Kita cenderung lebih mudah percaya pd apa yg ada di dpn mata, yg kelihatan. Tuhan tdk terlihat, itulah yg kadang membuat manusia tdk mengandalkan Tuhan. Manusia ingin yg cepat, Tuhan bertindak pd waktu-Nya sndri. Pertolongan Tuhan itu tdk membw resiko buruk, tp pertolongan manusia dan harta mengandung resiko, tdk ada kepastian di dlmnya bhw itu aman bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghamba Pada Manusia

Teladan Yesus

DI 13082019

Yohanes 2:13

  • Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.

Ayat ini sederhana dan mgkin cuma berisi keterangan, namun ada sebuah teladan Yesus yg pantas utk kita teladani dan diikuti.

Yesus tetap merayakan Paskah, pdhal Dia adalah Tuhan, sbnarnya tdk ada kewajiban bagi Yesus utk merayakan Paskah krna Dia itu Tuhan, namun krna saat itu Dia menjd manusia, maka Dia hrs memberi teladan bagi org lain bgmna seharusnya sbg org Yahudi yg percaya pd Tuhan utk taat pd Firman Tuhan yaitu merayakan Paskah. Memberi teladan hidup jg bagian dr mengajar ttg kebenaran firman Tuhan, teori yg dipraktekkan.

Apakah kita memperhatikan perintah Tuhan? Ada disiplin rohani yg hrs kita tetap jalani walaupun mgkin level kita sdh sbg pemimpin. Tetap setia berdoa, bersyukur, beribadah, merenungkan firman Tuhan, dsbnya. Jgn kita menuntut org lain berbuat sesuatu yg kita sndri lalai utk melakukannya. Kita justru hrs memberi contoh dan menjd teladan bagi semua org. Justru kita hrs semakin giat melakukannya, walaupun org lain terlihat mulai kendor dan melalaikannya. Ketekunan kita jgn tergantung pd keadaan yg sdg terjd.

Tuhan ingin kita menyenangkan hati-Nya, termasuk dlm hal kerohanian kita. Jgn kita hebat dlm perkataan tp justru memalukan dlm perbuatan. Kejarlah perkenanan Tuhan, jgn sampai kita terlena dg penilaian diri sndri yg menipu, kita menilai kita sdh baik pdhal blm baik. Penilaian Tuhan itu yg paling jujur, dan ada saatnya Tuhan berterus terang terhadap kita, jgn sampai kita terlambat menyadarinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Teladan Yesus