Pembela dan Pengantara Kita

DI 16012025

1 Yohanes 2:1-2 ILT3
Hai anak-anakku, aku menuliskan hal-hal ini kepada kamu, supaya kamu tidak berdosa, dan jika seseorang telah berdosa, kita memiliki pembela pada Bapa, yaitu YESHUA HaMashiakh yang adil.
Dan Dia sendiri adalah pendamaian karena dosa-dosa kita, dan bukan karena yang kita punyai saja, melainkan juga karena yang seluruh dunia punyai.

2 ayat ini mengingatkan kita ttg dosa, apa yg Yesus lakukan dan peranan Yesus bagi kita, perenungan ini biarlah menyadarkan betapa pentingnya Yesus dlm kehidupan kita.

Pertama, Tuhan ingin kita jgn berbuat dosa, hal ini tentu sesuatu yg perlu diperjuangkan oleh kita utk mewujudkannya. Namun realita yg ada, perjuangan kita melawan keinginan berbuat dosa itu kadang berhasil tp kadang malah gagal. Hal ini beda dgn org yg dengan sengaja menceburkan diri dlm kubangan yg kotor yaitu dosa, nafsu yg duniawi. Sebagian org beralasan ditekan keadaan yg memaksa dirinya berbuat dosa, sebagian lagi berkata bhw dirinya belum bs mengalahkan niat utk berbuat dosa, dan sedang berusaha utk itu, apapun alasan yg diberikan, jujurlah ketika kita berhadapan dgn Tuhan. Kedua, kita pny seorg Pembela yaitu Yesus Kristus, seperti seorg pengacara yg mendampingi seorang terdakwa dlm persidangan. Salah satu dari fungsi Pembela atau pengacara adalah utk mengadakan mediasi, usaha utk mencapai perdamaian sblum masuk dlm persidangan kasusnya, dan inilah yg Yesus lakukan.

Yesus sendiri menjd perdamaian utk semua dosa kita, seharusnya murka Tuhan turun yg diakibatkan semua dosa yg kita lakukan, tp Yesus membela kita di hadapan Bapa, yang Dia lakukan saat disalibkan, membuat kita dengan Bapa bs didamaikan, dosa kita bisa diampuni dan kita menerima pembenaran dr Tuhan sehingga yg awalnya kita berdosa, tp dikembalikan status kita sbg org benar, dosa kita diampuni dan kita dibenarkan, darah yg tercurah bagi kita, darah Anak Domba Yesus Kristus, itulah yg menghapus semua dosa yg kita akui di hadapan Tuhan. Dosa diampuni hrs lebih dulu diakui, lalu bgmna jika dosa itu diakui? Jelas org yg tdk mengakui dosanya adalah org yg belum bertobat, dosanya tetap ada hingga akhirnya dia bersedia mengakui dan benar-benar bertobat. Tdk otomatis bhw suatu dosa diampuni, hrs diakui dulu barulah Tuhan memberikan pengampunan atas dosa yg telah kita lakukan.

Bersyukur kita memiliki Pembela yaitu Yesus Kristus, kita manusia berdosa, didamaikan oleh Yesus melalui darah-Nya, jgn bermain dgn kasih karunia Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pembela dan Pengantara Kita

Tuhan Masuk Kepada Kita

DI 15012025

Wahyu 3:20 ILT3
Lihatlah, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk, jika seseorang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk kepadanya dan Aku akan makan bersama dia dan dia bersama-Ku.

Tuhan akan masuk pada org yg mendengar suara-Nya ketika Dia mengetuk pintu, tentu ini terdengar bukan sesuatu yg biasa, kalau normalnya tentu bukan masuk ke seseorang tp ke dalam rumah org itu.

Kata ‘masuk’ ini, dlm bahasa Yunani adalah eiserchomai yg berarti go in through, artinya menuju ke dalam melalui, jd gambarannya adalah spt ini: Tuhan berdiri di depan pintu, mengetuk pintu sambil bersuara, org yg ada dlm rumah yg mendengar suara Tuhan lalu datang membuka pintu, Tuhan lalu masuk, lalu bersama org itu berjalan masuk ke dlm lalu makan bersama. Hal menariknya adalah bhw org yg membuka pintu itu, biasanya ada 2 golongan, pertama, bisa saja dia si pemilik rumah, atau kedua, dia itu hamba dr pemilik rumah. Zaman itu, org yg makan di meja yg sama adalah mereka yg sederajat, terhormat dan dianggap pantas utk itu. Kalau firman ini bicara ttg Tuhan, maka yg makan semeja dg Dia itu tentulah hrs org yg berkenan bagi Dia, sederhananya adalah org kudus dan benar. 2 hal yg jadi fokus kita: mendengar panggilan Tuhan dan membuka ‘pintu’ bagi Tuhan. Hal ini yg kita akan renungkan lebih dalam.

Org yg mendengar Tuhan memanggil sambil mengetuk pintu, berarti org yg peduli dengan kedatangan tamu di rumah, mgkin sdh tahu jika Tuhan akan datang, dan berjaga-jaga. Di ayat ini ada disinggung ttg makan bersama, berarti ada hidangan yg telah disiapkan. Hal ini mengingatkan kita ketika Abraham suatu saat ‘dikunjungi’ oleh Tuhan dan menyiapkan hidangan utk disantap (Kejadian 18). Di saat kita menantikan suatu penggenapan firman Tuhan, kita bukan hanya sekedar menunggu, tp jg menyediakan ‘hidangan’ bagi Tuhan. Di dlm sebuah ayat, Yesus berkata ttg makanan yg Dia inginkan: “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Yohanes 4:34). Jadi kita jg harus melakukan kehendak Bapa yg karena kasih-Nya menghendaki semua org percaya dan diselamatkan, beritakan Injil bagi orang yg belum percaya supaya mereka menerima keselamatan dr Tuhan.

Tuhan akan datang kembali, siapkah kita? Jgn bising dgn banyaknya cerita atau kabar yang hanya memusingkan kita, fokus dengar akan penggilan Tuhan yg “mengetuk pintu”.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Masuk Kepada Kita

Tuhan Membuka Pintunya

DI 14012025

Wahyu 3:8 ILT3
Aku tahu perbuatan-perbuatanmu. Lihatlah, Aku telah menempatkan di hadapanmu sebuah pintu yang terbuka dan tidak seorang pun dapat menutupnya, karena engkau memiliki kekuatan yang kecil, tetapi engkau memelihara firman-Ku dan tidak menyangkal Nama-Ku.

Pintu yg terbuka, gambaran ttg jalan keluar, solusi masalah, kesempatan emas, dsbnya, dan ini yg diperlukan oleh semua org yg sdg ada dlm situasi yg penuh tekanan.

Sebuah ‘pintu’ dari Tuhan, manusia tidak dpt menutupnya, maka ini bs kita katakan bhw ini adalah ‘pintu’ milik Tuhan. Pintu yg menjd milik seseorg, pasti org ini memegang kunci dr pintu itu sehingga dia dapat menutup dan membukanya, org lain tdk dapat. Karena itu, bs kita sedikit simpulkan bhw pintu terbuka yg dari Tuhan ini adalah sesuatu yg di luar dr kuasa manusia, sesuatu yg supranatural, yg mengandung kuasa Tuhan. Utk hal yg biasa atau normal, tdk butuh kuasa Tuhan terlibat di dalamnya, dgn kemampuan manusia bisa dilakukan, jadi kalau pintu yg hanya bs untuk dibuka atau ditutup oleh Tuhan saja, ini pasti sesuatu yg hanya Tuhan bisa melakukannya. Melewati sebuah pintu, maka terjd hal yang berbeda suasananya. Misalkan pintu kamar tidur, di dalam, suasana privacy, sedangkan di luar, suasana ruang tamu atau ruang utk makan keluarga. Kalau di luar pintu itu hal yg mengerikan, maka suasana di dalam, penuh damai. Ada perlindungan Tuhan.

Bagaimana ‘pintu’ Tuhan ini muncul? Ayat di atas diawali dgn Tuhan tahu perbuatan yang telah kita lakukan. Ini poinnya: Ada penilaian yg Tuhan lakukan atas semua perbuatan yg kita lakukan. Jadi, sebuah solusi atau jalan keluar yg Tuhan tunjukkan, itu adalah suatu upah dr perbuatan kita yg berkenan, benar & sesuai yg Tuhan inginkan. Org yg hanya ingin upahnya diberikan dlm wujud banyak harta, jelas harus ‘dibersihkan’ otaknya dari pikiran yg duniawi. Hidup itu bukan hanya ttg harta, tapi jg kemenangan atas masalah yg ada, ini butuh kuasa Tuhan terlibat di dalamnya. Ada batas kegunaan harta, tp kuasa Tuhan tidak pernah terbatas menolong kita menghadapi jenis masalah apapun yg kita hadapi. Semua bs Dia atasi, sementara manusia itu terbatas kemampuannya. Dlm hidup ini kita butuh yg bukan cuma uang, tetapi banyak hal lainnya, salah satunya adalah kita butuh Tuhan dlm kehidupan keseharian kita.

Jangan melakukan perbuatan yang melawan Tuhan, kita akan terima upah dari perbuatan yg kita lakukan, dan berharaplah bhw Tuhan menempatkan di depan kita: ‘pintu’ terbuka.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Membuka Pintunya

Dilindungi Tuhan

DI 13112025

Wahyu 3:10 KJV
Because thou hast kept the word of my patience, I also will keep thee from the hour of temptation, which shall come upon all the world, to try them that dwell upon the earth.

Wahyu 3:10 ILT3
Karena engkau telah memelihara firman ketabahan-Ku, Aku juga akan memelihara engkau dari waktu pencobaan yang akan segera datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi.

Tuhan itu adil, membela yg benar, memberi hukuman pd yg bersalah, hal ini nyata dalam ayat yg kita renungkan ini, ketika Tuhan yang telah menetapkan waktu khusus utk hal ini.

Apa itu firman ketabahan-Ku? Karena hal ini ada dlm kitab Wahyu yg berisi ttg nanti yang akan terjadi, maka kita fokus pd ketabahan Tuhan. Kata aslinya adalah hupomonē, yang berarti bertahan terus menerus dgn sabar, jg berarti sabar menunggu. Apa yg sedang Dia tunggu? Secara mudah bisa kita pahami sbg Dia menunggu utk menggenapi semua yang dinubuatkan ttg akhir zaman. Sblum Tuhan bertindak menggenapinya, Dia berikan yang menjd firman utk kita bersiap-siap sebelum nubuatan Tuhan itu benar terjd. Contoh yang sederhana, misalkan kita punya supir, harus menjemput anak kita saat pulang dr sekolah, sblum tiba di sekolah, kita berpesan supaya supir kita berhati-hati menyetir karena jalan yg dilalui ada kerusakan. Firman ketabahan ini spt pesan kepada supir itu, rentang waktu antara memulai perjalanan hingga nanti tiba di sekolah utk menjemput anak kita. Firman apa saja yg perlu kita pelihara dan lakukan?

Bbrpa firman Tuhan ttg bgmna bersiap saat kita menunggu penggenapan nubuat Tuhan ttg akhir zaman, dapat ditemui dlm beberapa bagian di Alkitab, surat-surat para rasul pada jemaat-jemaat, hingga yg ada di kitab Wahyu itu sendiri. Ketika kita melakukannya, nanti saat Tuhan bertindak menggenapi nubuatan ttg akhir zaman, maka Dia akan melindungi kita dr percobaan atau pengujian yg terjadi spt yg disebutkan dlm ayat di atas. Dalam kitab Wahyu kita temui bbrpa penglihatan ttg cawan murka Tuhan dan peristiwa-peristiwa lainnya yg mengerikan. Hal ini perlu kita utk ingat selalu, keadaan dunia ini mengarah pd nubuatan Tuhan ttg akhir zaman, kita harus bersiap utk itu, supaya jgn mengalami hal yg mengerikan itu, mengalami perlindungan yg Tuhan sediakan. Jgn mengira bahwa semua itu masih lama terjd atau tdk terjadi semasa kita hidup, kita bukan Tuhan Yang Mahatahu ttg semuanya.

Sejauh mana persiapan yg kita lakukan? Jgn mengisi waktu dgn hal yg sia+sia, jadilah org yg bijak, gunakan waktu yg ada utk berbuat yg sesuai dgn firman ketabahan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dilindungi Tuhan

Tuhan Bisa Marah Juga

DI 11012025

Yeremia 19:15
“Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan ke atas kota ini dan ke atas segala kota sekitarnya seluruh malapetaka yang telah Kukatakan akan menimpa mereka, sebab mereka berkeras kepala dan tidak mendengarkan perkataan-perkataan-Ku.”

Org sabar bukan berarti tdk pernah atau tdk bs marah, itu pemikiran yg salah, sabar pny batasnya, pengampunan pun jg ada limitnya sekalipun punya kelemah lembutan.

Tuhan itu pasti mengampuni jika kita sadar mengakui kesalahan kita dan mau bertobat, tapi ingat: ada surga dan ada neraka! Artinya pengampunan Tuhan itu ada batas waktu yg sesuai perhitungan-Nya, jika sudah lewat dr batas waktu, tdk tersedia lagi pengampunan, yg ada hanyalah pengadilan Tuhan! Kadang kita terlena dgn pemikiran bhw bs meminta pengampunan nanti di saat detik terakhir dr hidup kita, masa muda puasin dulu dengan dosa, masa tua baru bertobat, kitalah yang menentukan waktunya, padahal batas waktu pengampunan Tuhan masih tersedia itu Dia yg menentukan! Tuhan itu mengampuni tapi jg bs menunjukkan murka-Nya saat batas yg Dia tetapkan telah kita langgar. Sudah jelas dilarang Tuhan, jangan dilakukan, tapi justru dilanggar, ini satu pemberontakan terhadap Tuhan, seolah berkata pd Tuhan: “Kalau saya langgar, memangnya Tuhan bisa apa?” Suatu keberanian yg nekad tp bodoh!

Jangan mempermainkan Tuhan, bertobat tp cuma pura-pura, cuma di mulut saja, orang lain bs ditipu, tapi Tuhan tidak. Kalau masih Tuhan ampuni, artinya kita masih disayangi Tuhan, hargailah! Tetapi kalau Dia sudah tdk peduli lagi, itu tanda kehancuran hidup mulai terjadi, masuk dlm kegelapan dan bs hilang keselamatan kita. Keselamatan bisa hilang? Tentu saja: “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya Wahyu 3:5). Dia berhak menghapus nama yang sebelumnya sudah tertulis dlm Kitab Kehidupan. Jangan bermain-main dengan hidup kita, berkatalah sejujur-jujurnya di hadapan Tuhan, Dia pasti tahu semuanya, bahkan yg kita sembunyikan dr org lain. Dia panjang sabar tetapi Dia juga bs menunjukkan murka-Nya pd kita.

Hidup kita di dunia ini hanya sekali saja, jgn bermain-main dgn waktu utk berbisa, ingat bhw kita tdk tahu kpn akan meninggal, jadi hiduplah kudus di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Bisa Marah Juga

Sengaja Merusak Diri

DI 10012025

Yeremia 18:15-16
Tetapi umat-Ku telah melupakan Aku, mereka telah membakar korban kepada dewa kesia-siaan; mereka telah tersandung jatuh di jalan-jalan mereka, yakni jalan-jalan dari dahulu kala, dan telah mengambil jalan simpangan, yakni jalan yang tidak diratakan.
Maka mereka membuat negerinya menjadi kengerian menjadi sasaran suitan untuk selamanya. Setiap orang yang melewatinya akan merasa ngeri, dan akan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Hidup tdk berjalan mulus? Evaluasi diri dgn teliti, adakah antara perbuatan, perkataan yg melawan Tuhan? Tdk lagi taat pd firman-Nya tp mengikuti pola pikir sendiri yg keliru.

Keadaan buruk yg dialami bs jadi itu bentuk dr hukuman Tuhan yg diberikan, tapi yang jd masalahnya adalah apakah seseorg dengan tepat menemukan kesalahannya di hadapan Tuhan? Ada yg merasa dirinya benar, Tuhan yg salah, ada jg yg menyalahkan orang lain padahal kesalahannya terletak pd dirinya, tp enggan utk mengakuinya. Ini biasa terjadi pd org-org yg ada di posisi ‘atas’, misalnya para orgtua, pemimpin, bahkan para gembala. Di dalam pemikiran banyak org, org-org di level atas ini punya kualitas yg baik sehingga tdk mgkin melakukan kesalahan, padahal yang di posisi ataspun jg manusia, bisa salah dan hrs mengakui kesalahannya. Pemimpin tidak mungkin salah, ini pemikiran kuno yg harus sudah dibuang, orgtua kalau salah tdk perlu minta maaf, ini jg pemikiran kuno yg harus disingkirkan. Bbrpa tindakan kriminal terjadi akibat sakit hati yg berat, kecewa karena dia diperlakukan tdk adil dan tdk manusiawi.

Contoh sederhana saja, org yg yakin dengan jalur jalan yg dilaluinya itu sudah benar, tetap trs melewati jalur itu padahal sdh diberitahu bhw itu jalan yg salah. Sebagian karena rasa gengsi mengaku salah, terlalu percaya diri, & bbrpa pikiran kuno yg disebutkan di atas, ini kadang membuat dirinya terlihat arogan tapi bodoh ternyata. Karena yg salah pemimpin, bawahan enggan utk menegur karna alasan tertentu, takut tdk disukai, dianiaya, ditekan, dsbnya, sehingga akhirnya org-org di posisi atas ini semakin dungu dan makin tersesat, tapi tetap merasa dirinya benar. Melawan Tuhan itu spt sebuah kebanggaan, tp ketika suatu saat dihukum Tuhan, dia menangisi keadaannya yg memalukan, sudah terlambat tapi Tuhan masih beri kesempatan baru utk memperbaiki kesalahannya. Sebagian orang meresponi dgn pertobatan, sebagian lagi tdk bertobat dan makin merusak dirinya dengan makin ‘menggila’ dgn kesesatannya.

Jadilah pemimpin yg bertanggung jawab dg perbuatannya, kalau salah, akui kesalahan itu, perbaiki diri dan berikan teladan yg baik ke depannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Merusak Diri

Sehebat Apa Manusia

DI 09012025

Yesaya 2:22 ILT3
Berhentilah berharap pada manusia, yang bernapas dari lubang hidungnya, karena sebagai apakah dia akan dihargai?

Yang disingung dr manusia dlm ayat ini yaitu mengenai bernafas dr lubang hidung, hewan pun jg sama, bernafas dr lubang hidungnya, jadi apa spesialnya manusia?

Dari sudut pandang manusia, tak ada hal yg bisa diistimewakan atau dibanggakan oleh seorg manusia, sekalipun dia seorg raja yg ditakuti oleh seluruh dunia. Soal nafas saja, masih tergantung dr kasih karunia Tuhan yg berlaku umum utk seluruh umat manusia. Di dlm dunia kedokteran, manusia bs membuat oksigen, tp bisakah membuat udara yg bisa dihirup oleh seluruh manusia sedunia? Jadi apa hebatnya manusia di pandangan Tuhan? Dlm bbrpa ayat Alkitab, manusia dijelaskan sbg ciptaan yg biasa saja: “Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan (Ayub 14:1-2). Beda dengan pandangan manusia terhadap sesamanya: ada yg terhormat, berkuasa, bahkan mgkin berkuasa menentukan nasib org lain, semua ini tentu saja 2 hal yg berbeda.

Berhentilah berharap pd manusia, ada ayat yg mengingatkan ttg ini: Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yeremia 17:5). 3 proses terlihat dr ayat ini, pertama, mengandalkan org lain, kemudian mulai mengandalkan diri sendiri, akhirnya hatinya menjauh dr Tuhan. Awalnya masih lemah, mengandalkan Tuhan, mulai sedikit naik derajatnya, mulai mencari koneksi dan perlindungan dr penguasa, setelah jadi org terhormat, mulai mengandalkan diri sendiri, dan akhirnya berpikir tdk perlu Tuhan dalam hidupnya. Inilah bukti bhw harta, kekuasaan dan kehormatan bs mengubah hati manusia utk menjauhi Tuhan. Ada yg terjadinya scra tiba-tiba, ada yg perlahan-lahan, kita harus waspada, jgn berpikir kita ‘kebal’ dr godaan dan cobaan ttg hal ini.

Andalkan Tuhan di sepanjang hidup kita, jgn mengandalkan manusia yg fana, mgkin dia org yg berkuasa, tetapi kekuasaan tertinggi tetap ada di tangan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sehebat Apa Manusia

Jangan Sombong

DI 08012025

Yesaya 2:11-12
Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.
Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;

Tuhan tidak suka kesombongan, karena itu jangan kita sengaja menyombongkan diri di hadapan Tuhan, ngeri sekali hukuman yang akan menimpa kita karena kesombongan.

Org yg sombong akan direndahkan, ada hal yg direndahkan, berarti sebelumnya ada hal yg ditinggikan: di buat lebih tinggi! Sombong berarti meninggikan diri, sengaja membuat diri menonjol shga memancing mata org lain utk mengarahkan pandangannya pd kita. Ini mgkin sedikit bisa menggambarkan sesuatu yg menjelaskan apa itu kesombongan. Dlm hidup kita, tdk ada prestasi dan pencapaian yg kita raih itu 100% dgn kemampuan kita yg terbatas ini. Seseorg mgkin punya bakat yg Tuhan berikan sejak lahir, hanya perlu diasah sedikit maka bakat itu jd sebuah keahlian yg luar biasa, misalnya paras cantik/ganteng yg sangat menarik, suara khas yg merdu, suatu kemampuan bicara di depan umum, dsbnya. Sesuatu yg tdk perlu diapa-apakan, sdh lebih drpd yg rata-rata, dan itu bawaan dr lahir yg Tuhan berikan pd masing-masing org. Beda dgn orang yg melakukan operasi plastik, ada yg sengaja diubah dgn kemampuan manusia dan ilmu pengetahuan.

Sengaja membuat diri menonjol dan banyak org mengagumi kehebatan kita, beda kalau memang dipuji secara alamiah, bukan yang sengaja kita ciptakan kondisinya. Yang hrs menerima pujian yang sesungguhnya adalah Tuhan, pribadi yg tdk terlihat mata tapi nyata karya-Nya dlm prestasi yg kita capai. Seperti seorg atlet yg menjuarai sebuah kejuaraan, dia bs juara bukan hanya karena dia hebat, tp ada pelatih hebat yg turut ambil bagian di dlm persiapan maupun saat pertandingan berlangsung. Mengingkari bhw Tuhan turut berkarya dlm pencapaian yg kita peroleh, itu suatu kesombongan yg nyata, membuat org banyak tdk memuji-muji Tuhan, tapi kita dgn sangat senang ‘merampok’ semua pujian itu hanya utk diri kita. Akan ada hukuman yang Tuhan siapkan utk org-org sombong, angkuh dan arogan terhadap org lain, merasa sama tinggi atau lebih tinggi drpd Tuhan, ini hanya soal waktu pelaksanaannya saja.

Tetaplah rendah hati, rendahkan diri saat di hadapan Tuhan, hanya Dialah yang tertinggi, kita jgn merebut posisi Tuhan, akui bhw Dia bekerja dlm kehidupan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sombong

Berdosa di Saat Nyaman

DI 07012025

Daniel 4:4-5
Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku;
lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku.

Tidak salah atau bukan suatu dosa jika kita ada dlm keadaan nyaman, namun waspada jangan sampai kita berdosa karena apa yang jadi pencapaian tinggi kita.

Bangsa Israel ditaklukkan Babel, raja Babel, Nebukadnezar merasa sangat tinggi apa yg jadi pencapaiannya, hingga dlm hati timbul kesombongan yg akhirnya membuat Tuhan perlu utk menghukum dia. Tujuan-Nya jelas yaitu menyadarkan raja Nebukadnezar bhw semua itu karena seizin Tuhan dan diberikan oleh Tuhan. Bahaya dlm kondisi nyaman itu adalah kesombongan dan merasa berkuasa melebihi Tuhan. Banyak org di posisi tinggi berpikir bhw harta adalah segalanya, punya banyak harta berarti hidup terjamin, punya kekuasaan berarti boleh saja menindas yang lemah, tidak boleh dibuat kecewa, dsbnya. Di dlm kondisi spt ini, seseorg merasa lebih dr Tuhan, lebih hebat, lebih berkuasa, dsbnya. Tdk semua org bs berelasi dgn dirinya, mulai menempatkan standart tertinggi bagi dirinya dan melihat org lain hanya ‘sebelah mata’, di pikirannya hanyalah bersenang-senang dan tdk peduli dgn kesusahan org lain, egois dan arogan pd akhirnya.

Menikmati kenyamanan itu baik, Tuhan juga ingin kita memiliki dan menikmati yg terbaik yg ada di dunia ini. Tapi kalau semua apa yg fana di dunia ini tdk kita kendalikan, mereka yg akan mengendalikan kita, jadi budak uang dan budak nafsu, berpikir tdk perlu Tuhan di dlm hidupnya, mengandalkan kekuasaan yg besar, gila hormat dan pujian. Ketika semua yg dimilikinya itu Tuhan ambil, keadaan yang sangat memalukan dan tragis mulai terjadi secara beruntun. Raja Nebukadnezar hidup spt binatang, hingga dia mengakui bahwa yg dia punya itu berasal dr Tuhan. Dulu dengan berani melawan Tuhan, menantang Tuhan, tp kemudian dia mulai sadar dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita yg sdh diberikan contoh nyata tp masih ‘jatuh’ juga, itu suatu kebodohan yg disengaja. Kalau kita ada dlm posisi nyaman, tetap rendahkan diri, jangan angkuh, karena Tuhan benci kesombongan dan Dia akan merendahkan.

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu (Yesaya 2:21).

Posted in Renungan | Comments Off on Berdosa di Saat Nyaman

Bukan Karena Kehebatan Kita

DI 06012025

Ulangan 9:6
Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!”

Pesan Tuhan melalui Musa, mengingatkan bangsa Israel utk tdk menghebatkan diri dgn mengatakan bhw atas pimpinan Musa serta kehebatan bangsa Israel yg membuat mrka mampu mengalahkan musuh.

Apa yg jadi pencapaian kita hingga saat ini? Mgkin org banyak memuji kemampuan yang kita miliki, mereka kagum dan berusaha utk menjalin hubungan dekat dgn kita, awalnya kita bs berkata bhw itu semua karena Tuhan, tapi karena keseringan dipuji, lama-lama dlm pikiran kita mulai timbul kebanggaan yg bisa berujung pd keangkuhan atau kesombongan yg tentunya Tuhan tdk menyukainya. Kita jd lupa dgn kebobrokan kita yang tertutupi oleh prestasi kita. Biasanya seseorg menutupi yg adalah kelemahan dan kebobrokannya dgn prestasi atau kehebatannya di suatu bidang, tapi di mata Tuhan semuanya tak ada yg bs disembunyikan, manusia tdk melihatnya, tp Tuhan sangat jelas melihatnya. Tuhan beri pd kita belum tentu karena kita hebat, tetapi karena mgkin org lain buat kejahatan yang Tuhan tdk bs diamkan, itulah yg sering kita tdk menyadarinya, bs terjd ‘pertukaran’ baik dlm posisi maupun pemberian, jangan kita meninggikan diri di hadapan Tuhan.

Jangan bersikap munafik, di mulut berkata ini semua karena Tuhan, tp dlm hati berkata bhw ini semua karena kehebatan kita sndri. Kita ingat kisah raja Nebukadnezar yg karna kesombongannya akhirnya Tuhan hukum dg hidup spt binatang (Daniel 4). Yang awalnya milik kita, bisa Tuhan ambil kembali dan Dia menghukum kita supaya kita bertobat serta mengakui bhw semua adalah karena Tuhan yg memberi dan mengizinkan kita. Apakah kita layak? Ini sesuatu yg perlu direnungkan dlm diri kita. Bukankah banyak yg kita miliki itu karena anugerah Tuhan? Kasih karunia yg membuat kita menikmati yg sebenarnya kita tdk layak menerima dan menikmatinya. Juga kita perlu waspada bhw ketika meninggikan diri, Tuhan bs ambil semuanya dan akhirnya kita hilang segalanya. Rendahkan selalu diri kita di hadapan Tuhan, ini kunci kita utk naik level rohani kita di hadapan Tuhan, tetap dpt perkenanan Tuhan dlm hidup kita.

Jangan mengikat diri dgn semua yg fana di dunia ini, sanjungan manusia hanyalah satu sisi sifat manusia, di sisi lain, mereka sangat menghujat ketika kita berbuat salah.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Kehebatan Kita