Tidak Mendengarkan Suara Tuhan

DI 04012025

Ulangan 8:20
seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamu pun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.”

Dari sudut pandang manusia, apakah seorg mau beragama atau tidak, itu sebuah pilihan dan hak yg dilindungi, tetapi masalahnya itu, hidup kita tdk 100% benar-benar kitalah yg menentukannya.

Dlm hal kesehatan tubuh misalnya, kita sdh me jaganya sedemikian rupa, namun kalau Tuhan mau menghukum kita dgn penyakit, kita pasti sakit, atau jatah umur kita sudah habis, dlm keadaan sehatpun, kita pasti akan meninggal. Taat kepada Tuhan itu suatu yg wajib sifatnya bagi kita kalau ingin hidup kita dlm keadaan aman dan baik. Ingat itu bukan sebuah pilihan. Bukan artinya Tuhan itu spt kejam dan bengis, tidak! Kerinduan Tuhan itu adalah kita menjalani hidup dgn baik dan jg penuh dgn kebahagiaan, syaratnya ialah kita hrs taat pd suara Tuhan. Contoh dlm Alkitab sangat jelas, bgmna nasib bangsa Israel yg mengenaskan saat mereka meninggalkan Tuhan & mengikuti allah lain, mengabaikan Tuhan, menjd budak bangsa lain, kelaparan, banyak korban jiwa yg meninggal, dsbnya. Belum lagi hukuman Tuhan utk perorangan & kelompok, misalnya istri Lot yang melanggar perintah utk jangan melihat ke belakang, dan akhirnya dia menjd tiang garam.

Alasan banyak org adalah belum bs dengar suara Tuhan secara audible, ini alasan yang mengada-ada. Mendengarkan suara Tuhan tdk selalu mendengar suara secara audible, spt Musa menyampaikan pesan Tuhan, hal inipun terhitung menyampaikan suara Tuhan dan respon bangsa Israel apakah mau taat atau tdk, itu dinilai sbg mendengarkan suara Tuhan atau tdk. Jangan terkecoh dg ajaran yg tdk berdasar pd Alkitab. Kalau Tuhan mau izinkan kita bs mendengar suara-Nya secara audible, itu anugerah, tp jika belum diizinkan Tuhan, taatilah suara Tuhan melalui khotbah atau perenungan yg berdasar pd kebenaran firman Tuhan dlm Alkitab. Suara Tuhan bisa sampai pd kita dgn beragam cara: khotbah, pesan Tuhan lewat nubuatan, lewat nasehat org-org terdekat kita, teguran orgtua dan jg pemimpin rohani, dsbnya. Intinya apakah dg rendah hati kita mau menghargai suara-Nya atau tdk.

Jangan melanggar perintah Tuhan jika ingin hidup kita aman dan penuh damai sejahtera dr Tuhan, taat saja, dengarkan suara-Nya & jadilah pelaku firman.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mendengarkan Suara Tuhan

Melupakan Tuhan

DI 03012025

Ulangan 8:11
Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;

Bisa lupa dengan Tuhan? Kedengarannya ini sesuatu yabg tdk benar, tapi inilah kenyataan yg seringkali terjadi, seseorg bs melupakan Tuhan dlm hidupnya.

Melupakan itu sebuah tindakan yg disengaja utk dilakukan, awalan kata ‘me’ dan akhiran ‘kan’ berarti sesuatu yg aktif dilakukannya, jd subyek dan bukan obyeknya. Jadi ada unsur utk sengaja lupa, dan ini pasti penyebabnya beragam, mgkin karena kecewa dgn semua yg terjd dlm hidupnya, menilai Tuhan secara negatif, menganggap segala aturan Tuhan itu tdk bermanfaat buat hidupnya, atau tidak lagi punya takut akan Tuhan dlm dirinya. Dlm sejarah bangsa Israel, ketika mereka menjd jahat di mata Tuhan, meninggalkan Tuhan & mengikuti allah lain, perintah Tuhan menjadi sesuatu yg diabaikan. Jadi saat ketertarikan pd sesuatu yg bukan Tuhan itu muncul, bisa terjd seseorg bahkan suatu bangsa dengan sengaja meremehkan Tuhan dan aturan-Nya lalu mengikuti allah yg lain. Kalau kita tidak hati-hati, kita jg bs melupakan Tuhan dengan mengabaikan semua aturan Tuhan yg telah sekian lama kita taati dan pelihara.

Melupakan Tuhan itu bukan sesuatu yg terjd tiba-tiba, bs terjd secara perlahan-lahan dan kita hampir tdk menyadarinya. Contoh kecil saja, ketika tiba jam biasanya kita berdoa, tp kita sedang menonton drama seri yang kita suka, kita bs sengaja utk tdk berdoa. Jangan kita membiasakan diri tdk disiplin, ini menjd sebuah benih yg pd akhirnya berubah menjd sebuah kebiasaan buruk yg ‘nempel’ dengan kuatnya dlm pikiran kita. Belum lagi tentang perbedaan aturan budaya dgn aturan Tuhan, yg menurut budaya atau dunia itu boleh dan normal dilakukan, tetapi justru Tuhan larang utk kita lakukan. Mau taat yang nana? Sering kita membela diri kita dgn pendapat bahwa itu utk menyenangkan seseorg, atau supaya kita jgn dinilai terlalu fanatik, semua orang kan berdosa, dsbnya. Apapun pembelaan yg kita lakukan, itu semua hrs kira pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, Dia mengadili sesuai dgn perbuatan kita.

Jangan sengaja utk melupakan Tuhan, kita hrs tetap taat dan memelihara firman Tuhan dlm hidup kita, libatkan Tuhan dlm kegiatan yg kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Melupakan Tuhan

Hormati Tuhan Dengan Harta

DI 02012025

Amsal 3:9 KJV
Honour the LORD with thy substance, and with the firstfruits of all thine increase:

Hormati TUHAN dengan harta kekayaanmu, dan dengan buah pertama dari segala peningkatan pendapatanmu

Apa tujuan kita mengumpulkan harta yang begitu berlimpah? Mengumpulkan berarti ini bukan level masih mencari uang/harta lagi, tapi sudah lebih dari cukup hartanya.

Menghormati dilakukan dgn berbagai jenis tindakan, misalnya membungkukkan badan, menempatkan di posisi yg istimewa, punya perlakuan khusus dgn fasilitas terbaik. Dlm ayat ini, penulis amsal mengajar agar harta digunakan utk menghormati Tuhan. Hal yg pertama adalah: hati-hati dlm penggunaan harta kita, spt kita bersikap hati-hati di dpn org yg kita hormati. Harta diperoleh sebagai hasil kerja keras, ini sesuatu yg benar, tetapi di sisi lain, kalau Tuhan tdk memberikan hak utk memperolehnya, kita tak mungkin punya harta itu: “Namun engkau harus mengingat YAHWEH, Elohimmu, karena Dialah yang memberikan kepadamu kekuasaan untuk memperoleh kekayaan, dalam rangka meneguhkan perjanjian yang telah Dia ikrarkan kepada leluhurmu seperti hari ini (Ulangan 8:18 ILT3). Kita sudah bekerja dgn keras, tp kalau Tuhan tdk memberikan kuasa utk mendapatkan kekayaan, semuanya jadi sia-sia saja.

Kedua, ‘lepaskan’ sebagian harta kita, pakai utk kegiatan yg memuliakan Tuhan. Harta yg kita punya tentu hrs diatur alokasinya sesuai dgn kebutuhan dan prioritas kita. Membiayai operasional hidup kita, utk berlibur, investasi masa depan, pendidikan anak, dsbnya. Tapi jgn lupa, ada bnyk firman Tuhan yg mengajar kita memperhatikan keadaan org-org yg dlm keadaan berkekurangan, miskin, dan kita tdk boleh menutup mata dgn realita itu. Pakailah uang itu dgn hati-hati! Jgn dihabiskan hanya utk menyenangkan diri kita saja, alokasikan sebagian harta kita utk ‘kepentingan’ Tuhan, misalnya membantu org miskin, mensupport kegiatan pelayanan di dalam dan luar gereja, dsbnya. Lakukan itu sbg penghormatan kita pd Tuhan. Keserakahan, tdk pernah merasa cukup dan puas, gila hormat, ini biasanya JD penyebab seseorg mengumpulkan harta yg banyak tetapi hanya utk mendapatkan rasa hormat dr manusia, tp dirinya sendiri tidak menghormati Tuhan dgn hartanya.

Di tahun 2025 ini, bijaklah dalam mengatur keuangan kita, gunakan utk hal-hal positif & bermanfaat, jgn berlebihan dlm penggunaan harta kita utk dinikmati sendiri saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Hormati Tuhan Dengan Harta

Mengakhiri Tahun 2024

DI 31122024

2 Timotius 4:7
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Ayat ini biasanya digunakan untuk gambaran kematian seseorg spt sudah mengakhiri dgn baik sebuah pertandingan, mencapai garis akhir.

Di hari terakhir 2024 ini, kita sudah berdiri di garis akhir pertandingan kehidupan di tahun 2024, pertanyaannya adalah: apakah kita ini mengakhiri tahun 2024 dg telah memelihara iman? Kenapa rasul Paulus menggambarkan apa yg sdh dilakukannya dgn mengakhirinya dgn kata: telah memelihara iman? Artinya ini yang ditekankan rasul Paulus: keadaan iman yg dia miliki hingga sampai di garis akhir. Ini ditulis pd saat dia masih hidup, namun telah menjalani banyak penderitaan sbg seorang rasul dan seorg pengikut Kristus. Beberapa hal yg penting utk kita renungkan: Paulus dg tegas mengatakan bhw semua yang dialami spt sebuah pertandingan yang baik, dia tahu bhw yg dia alami itu baik bagi dirinya, suatu pertandingan yg hrs diakhiri karena hasilnya baik utk dirinya. Pola pandang inilah yg hrs dimiliki oleh setiap kita: pahit manis hidup, suka duka, kebahagiaan dan penderitaan, ini semua adalah sebuah ‘pertandingan yg baik’ dan hrs dimenangkan.

Bagaimana bs memenangkannya? Rahasia utk menang adalah memelihara iman, iman itu dijaga jgn sampai ‘lumpuh’, iman berarti percaya bhw Tuhan turut bekerja dlm segala yg kita alami, semuanya utk kebaikan hidup kita. Ikut sebuah pertandingan itu untuk kita dapat sebuah status ‘legal’ yg teruji. Seorang juara tak mungkin tanpa bertanding, latihan yg hebat sekalipun tdk akan berarti apa-apa tanpa mengikuti sebuah pertandingan. Kita duduk dengar khotbah tdk akan berarti jika tdk mengalami masalah dlm hidup dan kita selesaikan dgn cara yg sesuai firman Tuhan. Jadi semua masalah kehidupan itu sesuatu yg Tuhan pakai utk menguji iman kita, untuk melegalkan diri kita ini sbg pemenang iman dan telah teruji, tdk terbantahkan. Harus bs sampai di garis akhir, ada pergerakan maju yg membawa diri kita tiba di garis akhir. Ini bukan bicara ttg kematian, tapi kondisi iman kita yg teguh di hadapan Tuhan.

Bagaimana kita telah mengakhiri tahun 2024 ini? Pelihara iman kita, tetap semangat krna semua pertandingan hidup ini membuat kita memiliki masa depan yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengakhiri Tahun 2024

Berbuat Baik pun Ada Perjuangannya

DI 30122024

1 Petrus 2:20
Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Karena berbuat baik, kita harus menderita, di dalam ayat ini kita diingatkan bhw menderita itu adalah bagian dr kehidupan kita sbg org Kristen seumur hidup kita.

Penderitaan macam apa yg diakibatkan dari berbuat baik? Bukannya berbuat baik itu yg timbul adalah kebahagiaan? Org lain jg turut bahagia karena perbuatan baik kita. Pikiran kita hrs mulai disesuaikan dgn kebenaran yg bersumber dr firman Tuhan, ternyata ada jg perbuatan baik yg butuh suatu pengorbanan besar dr diri kita. Misalnya, mengampuni org yg bersalah terhadap kita, butuh sikap sadar diri bahwa menyimpan dendam itu membuat sakit hati kita semakin parah, ingin hidup di dalam damai, maka kita harus memberikan pengampunan, ini butuh ‘peperangan pikiran’ antara akal budi dan hati nurani, dan ini bisa melelahkan jiwa dan fisik kita. Demi taat pd Tuhan, kita hrs rela memberi pd Tuhan dan mengesampingkan kebutuhan pribadi dan jg kebutuhan keluarga kita. Dlm bbrpa kondisi, Tuhan terlihat ‘kejam dan tegaan’, spt ketika Dia meminta Abraham untuk mengorbankan Ishak, anak yg dikasihinya.

Dalam tubuh kita, ada kecenderungan untuk selalu berbuat dosa, itulah kedagingan yang akan selalu menentang kita taat pd Tuhan & firman-Nya. Gambaran yg biasa kita pahami adalah spt seseorg yg memikul salib menuju tempat penyalibannya nanti, tubuh mati saat disalibkan, inilah yg kita pahami: mematikan kedagingan kita, menanggalkan manusia yg lama dan mengenakan manusia baru. Yesus bangkit tidak lagi mengenakan tubuh penuh dosa yg ditanggung-Nya, tetapi tubuh yang mulia yaitu tubuh kemuliaan, karena di dlm surga, tdk ada tempat bagi dosa. Bs berbuat baik kadang hrs melewati perjuangan yang berat karena keadaan memaksa kita utk tdk mampu berbuat baik, keinginan ada tp yang dilakukan justru yg sebaliknya. Pelajaran ttg hal ini banyak dibahas oleh Rasul Paulus dg dirinya sendiri yg menjd contoh, dan hanya oleh anugerah dan kasih karunia Tuhan saja maka kita mampu utk berbuat baik.

Lawanlah kedagingan kita, perjuangan yang akan kita lakukan seumur hidup, setelah kita meninggalkan tubuh fans ini, kita bebas dari dosa dan menggunakan tubuh kemuliaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berbuat Baik pun Ada Perjuangannya

Tuhan Menukar Posisi

DI 28122024

Ester 7:9-10
Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: “Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya.” Lalu titah raja: “Sulakan dia pada tiang itu.”
Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.

Dlm bbrpa kisah dlm Alkitab, ada pertukaran posisi yg terjadi di antara 2 pihak, salah satu peristiwa antara Haman dan Mordekhai jadi sebuah bukti yg akurat dan jelas.

Haman benci pd Mordekhai, seorg Yahudi yg dibuang dan ada di negeri itu, dia dg angkuh telah menyiapkan sebuah tiang utk nantinya Mordekhai disulakan di situ. Disulakan pada zaman itu bukan seperti disalib, tapi tiang itu akan ditancapkan melalui (maaf) dubur naik ke arah kepala. Kisah berakhir tragis, Haman sendiri yg akhirnya disulakan pd tiang yang awalnya dia siapkan sendiri. Tentu ini hal yg ada campur tangan Tuhan di dalamnya, Dia tak mungkin mengizinkan sesuatu terjd jika Dia tdk merestuinya. Contoh lain misalnya, bangsa Israel yg berani melawan Tuhan, pd akhirnya dihukum menjd budak bangsa lain padahal dulu mereka sangat disegani oleh bangsa-bangsa lain di zaman Daud dan juga Salomo. Sesuatu yg patut utk kita jaga dlm hidup ini: jangan berani berontak dr Tuhan & jgn berani melawan org-org benar yg dipilih oleh Tuhan sendiri, akhirnya kita pasti akan dipermalukan Tuhan.

Tahun 2025 nanti, jangan sampai kitalah yg ditukar posisinya oleh Tuhan. Jgn sombong, jgn menghina org lain, jgn melawan Tuhan & perintah-Nya. Selain itu, pelajaran yang bisa kita ambil dr perumpamaan 5 gadis bijak & 5 gadis bodoh, jgn berbagi sesuatu yg penting bagi keselamatan kita sendiri. Apa yg terjadi jika 5 gadis bijak berbagi minyak dg 5 gadis bodoh? Bisa jadi mereka semua tidak boleh masuk bersama mempelai. Harusnya boleh masuk tapi justru dilarang masuk. Berbagi dgn sesama itu baik, tp ttg keselamatan, itu urusan masing-masing pribadi dgn Tuhan, persiapkan diri dgn baik, jgn sampai mereka yg minta kita berbagi, pd akhirnya membuat kita kehilangan keselamatan itu. Tidak boleh kita mengasihi siapapun dan apapun, lebih drpd mengasihi Tuhan. Ada hal yg bisa utk kita berbagi dgn sesama, ada jg hal yg cuma utk diri kita sendiri. Tak mgkin kita bisa terus menyenangkan org lain, ada batasnya.

Jangan sampai posisi baik kita ditukar oleh Tuhan karena kita melakukan apa yang jahat dan melawan Tuhan beserta org-org pilihan yg Dia benarkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Menukar Posisi

Bangga Karena Apa?

DI 27122024

2 Korintus 5:12
Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah.

Menjelang tutup tahun, biasanya kita dengan sengaja mengevaluasi atau mereview ulang apa saja yg telah kita capai sepanjang tahun dan biasanya itu yg jadi kebanggaan kita.

Tahun 2024 segera akan berakhir 5 hari lagi, bgmna kita melewatinya? Mgkin ada yg dgn ‘mulus’ melewatinya, ada yang hrs berkorban dan kehilangan banyak hal, ada jg yg mgkin ‘berdarah-darah’, spt org yg cuma punya satu hal yg berharga: nyawanya. Bgmna ekonomi kita? Ada yg melesat naik jumlahnya, ada jg yg meluncur turun, ada juga yg begitu-begitu saja. Bahagia atau menderita? Semangatkah atau membosankan? Dlm ayat ini diingatkan bhw yg hrs kita banggakan itu soal batiniah atau keadaan serta kualitas hati kita, bukan yg kita miliki yg menunjang penampilan fisik semata. Perekonomian bagus tapi kualitas hati memburuk, ini sesuatu yg tdk bs menjd sesuatu yg patut dibanggakan. Moral menjd sesuatu yg lebih tinggi nilainya drpd materi yg berlimpah. Memiliki hubungan yg intim dg Tuhan lebih tinggi nilainya drpd punya bnyk kenalan pejabat dan penguasa. Bkn berarti tdk perlu membangun hubungan dg sesama manusia, tp ini ttg apa yg kita miliki yg patut jd kebanggaan.

Org lain mgkin lebih menyukai penampilan luar yg ‘wow’, dan menilai kesuksesan serta kebahagiaan hidup bergantung pada sedikit atau banyaknya harta yg dimiliki. Pemikiran ini mgkin berdasar dr bbrpa org sukses yang ternyata berlatar pendidikan rendah, lulusan SD atau SMP menjd bos dr karyawan lulusan sarjana S1 hingga S3. Itu di mata manusia, tapi Tuhan menilai kualitas batiniah atau hati kita, tambah umur apakah tambah dewasa rohaninya? Makin serupa dgn Kristus? Orang yg kualitas hatinya baik, malah tidak berpikir utk menyombongkan apa yg dia punya, dia sadar bhw itu semua pemberian Tuhan yang hrs dikelola dgn benar karna suatu saat akan diminta pertanggung jawaban oleh Tuhan. Di sinilah cara pandang berdasar firman Tuhan akan terlihat berbeda dengan cara pandang duniawi, Tuhan tidak fokus untuk bagaimana membuat kita kaya di dunia, tp Dia fokus utk bagaimana kita bs bahagia hidup di dunia & nantinya menikmati kekekalan bersama dgn Dia di surga mulia.

Uruslah batiniah atau hati kita dgn benar dan janganlah punya pola pikir yg duniawi, ingat bhw kita hanya sementara hidup di dunia ini, yg lebih penting adalah kekekalan kita kelak.

Posted in Renungan | Comments Off on Bangga Karena Apa?

Bapa Berikan Yesus Untuk Kita

DI 26122024

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Natal biasanya identik dgn tokoh Maria dan Yusuf, merekalah sepasang suami istri yang Tuhan percayakan utk melahirkan Yesus ke dunia ini dan merawat-Nya hingga dewasa.

Tetapi jangan lupa, sesuai ayat ini, di dalam merayakan Natal, seharusnya peran Bapa di surga mendapat tempat juga di perenungan Natal kita. Drama Natal seharusnya tdk lagi dimulai dr mulai hamilnya Maria saat masih bertunangan dgn Yusuf, tetapi dimulai dari ‘suasana’ di surga, ketika Bapa karena amat besar kasih-Nya pada dunia ini, Dia memberi Yesus utk seluruh umat manusia. Gambaran ttg kasih Bapa bs kita sedikit pahami ketika Abraham rela menjadikan Ishak, anaknya yg tunggal utk dipersembahkan sbg korban di sebuah gunung (Kejadian 22). Anak yg dia tunggu 25 tahun kelahirannya sbg wujud dr perjanjian Tuhan, diminta oleh Pemberi-Nya utk dijadikan korban bakaran. Kalau bukan kita mengalaminya secara langsung, susah untuk menggambarkan perasaan Abraham saat mulai menerima pesan Tuhan hingga hari pelaksananya, dan itulah gambaran ttg betapa Bapa mengasihi kita dan org berdosa demi bs diselamatkan.

Bapa berikan Yesus utk kita, supaya di saat Dia lahir, ada Juruselamat yg datang untuk menyelamatkan kita: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud (Lukas 2:11). Manusia punya satu harapan utk bebas dr belenggu dosa, punya seorang Penebus dosa, yg lahir utk mati bagi kita! Kasih Bapa sulit kita gambarkan lewat kata-kata, ini hanya dapat terjadi ketika kita didamaikan dgn Bapa melalui perantaraan Yesus: “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami”(2 Korintus 5:19). Bapa karena kasih-Nya, memberi Yesus utk menebus dan menyelamatkan kita, inilah bagian terpenting dr berita Natal, tapi sayangnya seringkali yg terjd adalah pesan Natal ‘terpinggirkan’ oleh perayaan Natal, tukar kado, repotnya panitia Natal, dsbnya, membuat acara happy-happy dgn meminjam moment Natal.

Selamat Natal 2024, jangan lupa bersyukur dan mengingat kembali betapa besar kasih Bapa kepada kita, orang berdosa, jika Bapa tdk berikan Yesus pd kita, kita semua pasti binasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Bapa Berikan Yesus Untuk Kita

Bawa Pada Ahlinya

DI 24122024

Matius 17:15-16
katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”

Kita sering dengar cerita ttg org-org yg mau ditangani hanya oleh dokter tertentu, dokter yg ‘bertangan ajaib’, siapa yg dia tangani pny kemungkinan utk sembuh di atas 90%.

Orgtua dr seorg yg sakit ayan ini juga punya pikiran yg sama, gagal disembuhkan setelah didoakan oleh para murid Yesus, mereka dg yakin membawanya langsung pd Yesus dan percaya penuh bhw anak mereka akan dapat disembuhkan total sempurna. Serahkan pd ahlinya, ini pelajaran yg perlu kita cermati. Di dlm hidup ini banyak org hebat di bidang yg dijalaninya, termasuk di kalangan yg rohani yaitu para hamba Tuhan. Ada yg dikenal sbg pakar membina keluarga Kristen yg bahagia, ada yg sbg pakar dlm kesembuhan ilahi, ada yg sbg pakar dlm berkhotbah, dsbnya. Kita jgn memandang negatif ttg penggolongan ini, mereka mampu karena Tuhan memakai mereka utk itu, memberi karunia roh sesuai dgn kapasitas yg ditentukan oleh Tuhan itu sendiri. Rasul Paulus memahami hal ini dan dia menjelaskannya dlm 1 Korintus 12 & 14, supaya jemaat dan kita memahami ini.

Tetapi problem yg ada, justru dari kalangan diri sendiri dr hamba Tuhan itu yg memberi label tertentu pd pelayanannya. Ada yg dgn sengaja meng-claim dirinya seorg nabi, ada yg mengaku seorg worshipper (penyembah), ada yg mengaku sbg penyembuh spt tabib, dsbnya. Ini yg perlu kita waspadai, di akhir zaman akan muncul banyak nabi dan guru palsu, itu sudah diperingatkan oleh Yesus & para rasul: “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka (2 Petrus 2:1). Jadi jgn mudah ditipu hamba Tuhan yang spt itu, ujilah dr bush pelayanan mereka, Tuhan pasti menyingkapkannya.

Jadilah jemaat yg cerdas, yg kritis, semua ini supaya kita terhindar dr tipu daya manusia dlm wujud hamba Tuhan yg mencari banyak keuntungan utk diri mereka sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Bawa Pada Ahlinya

Jangan Ambil Posisi Tuhan

DI 23122024

Amsal 24:29
Janganlah berkata: “Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya.”

Kalau membaca ayat ini hanya sekilas saja rasanya tdk ada yg salah dgn ayat ini, semua org diajar utk tahu balas budi, tp tdk dendam tentunya, tp knpa ada kata ‘janganlah’?

Balas budi kan itu harus, misalnya di budaya org Tionghoa misalnya, sbg anak, diajar utk membalas orang sesuai perbuatannya, kalau saat kita kedukaan misalnya, di dlm catatan tamu yg hadir, ingat utk balas datang apabila mereka yg berduka, atau dalam pernikahan, atau bahkan kalau kita pernah ditolong org, suatu saat orang itu dan keluarganya alami kesusahan, kita harus membantunya. Hal ini tentu sesuatu yg baik, tdk bertentangan dgn ajaran keKristenan. Tapi bgmna kalau orang yg menjahati kita? Haruskah kita menjahati mereka kembali? Membalas sesuai dengan perbuatannya, kan? Di sinilah letak bedanya dgn ajaran kekristenan, kita diajar membalas kejahatan dgn kebaikan, artinya membalas tdk setimpal dgn perbuatan jahatnya. Apa yg ditulis penulis amsal ini memang tepat, jadi kitalah yg perlu mencermati maksud yg mau disampaikannya: jangan kita ambil posisi yg adalah milik Tuhan, hanya Dia yg berhak utk membalas setiap org sesuai perbuatannya.

“Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Matius 16:27).

Jangan ambil posisi Tuhan sebagai Hakim yg berhak menentukan nasib orang dgn adil. Itulah sebabnya Dia menyempurnakan dgn hukum kasih, bkn mata ganti mata, gigi ganti gigi, itu zaman sebelum Yesus datang. Kalau kita membalas kejahatan dgn kejahatan, itu bentuk keadilan versi manusia, tdk ada kasih di dalamnya, tetapi kasih mengampuni org & kesalahan yg diperbuatnya, kejahatan dapat dibalas dg kebaikan, namun tetap kejahatan itu akan dihakimi oleh Tuhan dgn adil, akan menerima balasan sesuai dgn perbuatan & keadilan Tuhan. Kalau kita membalas yang jahat dgn kejahatan, hati dan pikiran kita bs dikotori oleh pikiran yang jahat dan itu cepat atau lambat akan merusak pikiran dan hati kita. Jangan menjd serupa dgn dunia ini, itu yg Tuhan pesankan pd kita selama kita ada hidup di dunia ini, tetap jadi garan & terang dunia.

Balaslah kebaikan dan kejahatan dengan kebaikan, jaga hati kita tetap bersih & murni, jangan ambil posisi Tuhan sebagai Hakim, jgn menghakimi org lain, itu bukan hak kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Ambil Posisi Tuhan