DI 04012025
Ulangan 8:20
seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamu pun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.”
Dari sudut pandang manusia, apakah seorg mau beragama atau tidak, itu sebuah pilihan dan hak yg dilindungi, tetapi masalahnya itu, hidup kita tdk 100% benar-benar kitalah yg menentukannya.
Dlm hal kesehatan tubuh misalnya, kita sdh me jaganya sedemikian rupa, namun kalau Tuhan mau menghukum kita dgn penyakit, kita pasti sakit, atau jatah umur kita sudah habis, dlm keadaan sehatpun, kita pasti akan meninggal. Taat kepada Tuhan itu suatu yg wajib sifatnya bagi kita kalau ingin hidup kita dlm keadaan aman dan baik. Ingat itu bukan sebuah pilihan. Bukan artinya Tuhan itu spt kejam dan bengis, tidak! Kerinduan Tuhan itu adalah kita menjalani hidup dgn baik dan jg penuh dgn kebahagiaan, syaratnya ialah kita hrs taat pd suara Tuhan. Contoh dlm Alkitab sangat jelas, bgmna nasib bangsa Israel yg mengenaskan saat mereka meninggalkan Tuhan & mengikuti allah lain, mengabaikan Tuhan, menjd budak bangsa lain, kelaparan, banyak korban jiwa yg meninggal, dsbnya. Belum lagi hukuman Tuhan utk perorangan & kelompok, misalnya istri Lot yang melanggar perintah utk jangan melihat ke belakang, dan akhirnya dia menjd tiang garam.
Alasan banyak org adalah belum bs dengar suara Tuhan secara audible, ini alasan yang mengada-ada. Mendengarkan suara Tuhan tdk selalu mendengar suara secara audible, spt Musa menyampaikan pesan Tuhan, hal inipun terhitung menyampaikan suara Tuhan dan respon bangsa Israel apakah mau taat atau tdk, itu dinilai sbg mendengarkan suara Tuhan atau tdk. Jangan terkecoh dg ajaran yg tdk berdasar pd Alkitab. Kalau Tuhan mau izinkan kita bs mendengar suara-Nya secara audible, itu anugerah, tp jika belum diizinkan Tuhan, taatilah suara Tuhan melalui khotbah atau perenungan yg berdasar pd kebenaran firman Tuhan dlm Alkitab. Suara Tuhan bisa sampai pd kita dgn beragam cara: khotbah, pesan Tuhan lewat nubuatan, lewat nasehat org-org terdekat kita, teguran orgtua dan jg pemimpin rohani, dsbnya. Intinya apakah dg rendah hati kita mau menghargai suara-Nya atau tdk.
Jangan melanggar perintah Tuhan jika ingin hidup kita aman dan penuh damai sejahtera dr Tuhan, taat saja, dengarkan suara-Nya & jadilah pelaku firman.