Berkata Benar

DI 27032025

Efesus 4:25
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

Buanglah dusta, dimulai dr kebohongan hingga kesaksian yg palsu, yg tdk sesuai dg kenyataan, ini semua kita lakukan jika memang kita saling mengasihi satu sama lain.

Kebohongan itu ada beragam jenisnya, hal yang umum terjadi adalah kebohongan dlm konteks ‘ranah tamah’, misalnya ditanya: sudah makan? Biasanya dijawab dgn ‘sudah’, tujuannya supaya tdk merepotkan tuan rumah, kelihatannya baik, tapi bohong ya tetap bohong, bukan? Bersaksi dusta, ketika ditanya sesuatu yg kita lihat sndri, kadang jawaban yg diberikan itu dusta/bohong, alasannya demi melindungi seseorg, menjaga suasana tetap damai, dsbnya. Kadang hampir semua org bs membenarkan hal itu, daripada terjadi sesuatu yg lebih buruk, ya bohong saja, itu ‘bohong putih’, demi kebaikan, dsbnya. Tapi sbg org Kristen, kita diajar utk berkata ya jika ya dan tidak jika tidak: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37). Jadi tdk ada bohong utk kebaikan atau bohong putih, bohong ya bohong! Sebagian kalangan pasti berkata: ikut perintah Tuhan itu tdk selalu lurus, kadang berbelok dikit dan lebih mengutamakan kepentingan bersama, jadi tak apa sedikit berbohong, yg penting nanti katakan yg sebenarnya. Pemahaman ini banyak dibenarkan dan dianut bbrpa kalangan.

Bersaksi dusta, bisa sangat menentukan nasib seseorg, misalnya org yg sebenarnya tdk salah, tapi ketika ada org yg bersaksi palsu, nasibnya berakhir di penjara, atau kadang dihakimi scra massal, karenanya penting untuk mengucapkan apa yg benar, termasuk di dalamnya ketika kita ditanyakan ttg sesuatu, apa yg Alkitab katakan ttg hal itu, itulah yg seharusnya dikatakan, bkn filsafat atau pendapat kita pribadi. Beranikah kita menanggung resiko ketika mengatakan apa yg benar? Akan selalu ada kalangan atau orang yg tdk suka dgn kejujuran kita, kita disalahkan & dianggap terlalu ‘suci’. Berkata jujur memang tdk selalu baik dampak baliknya utk kita, tetapi kita akan dibenarkan oleh Tuhan saat nantinya setiap dari kita akan bertanggung jawab pada Tuhan utk setiap perkataan kita: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman (Matius 12:36). Pilihan ada di tangan kita, mau jujur atau bohong, mata Tuhan melihat kita, telinga Tuhan mendengar setiap perkataan bohong kita, satu saat kita akan berhadapan dgn Tuhan. Jangan sampai murka Tuhan yg menimpa kita.

Sekali berbohong, perlu tambahan kebohongan lagi utk menyakinkan kebohongan yg pertama, dosa makin banyak, bertobatlah dan mulailah perkatakan apa yg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkata Benar

Mengapa Terus Berdosa

DI 26032025

Efesus 4:19 KJV
Who being past feeling have given themselves over unto lasciviousness, to work all uncleanness with greediness.

Yang menjadikan perasaan itu berlalu, telah menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu untuk mengerjakan segala sesuatu yang cemar dengan serakah

Siapapun tdk ada yg kebal terhadap dosa, tiap org bs ‘terinfeksi’ oleh ‘virus’ dosa, menjd lemah dan akhirnya tunduk pd hawa nafsu serakah yg membuatnya terus berdosa dari hari ke hari.

Jadi ada 2 jenis org berdosa, pertama, org yang berdosa karena gagal melawan keinginan dosa tetapi menyadari serta bertobat, kemudian dgn sadar berjuang melawan hawa nafsunya untuk berbuat dosa. Jadi org ini memang berdosa, tp tdk trs menerus berdosa, ada perlawanan dan keinginan utk bebas atau menang atas nafsu & keinginan berbuat dosa. Perasaan bersalahnya masih berfungsi layaknya alarm peringatan bhw yg dilakukannya adalah sebuah dosa, Tuhan tdk berkenan jika dia hidup dlm dosa, berusaha utk hidup berkenan di hadapan Tuhan. Bisa jatuh tp tdk sampai tergeletak tak berdaya. Jadi penting bagi kita utk menjaga perasaan bersalah ketika kita berbuat dosa, itu alarm peringatan yg Tuhan taruh dlm batin manusia sbg ‘suara’ Tuhan yang mengingatkan kita bhw dosa akan menghalangi kita intim dgn Tuhan, doa kita tdk akan didengar, dan hidup kita nantinya akan rusak oleh iblis yg memang dgn liciknya sengaja menjebak melalui pola pikir duniawi: “semua org berdosa koq, jadi wajarlah kalau masih trs berdosa, kan masih di dunia, Tuhan jg maklum koq”. Pola pikir ini sesat dan membuat kita semakin lemah tak berdaya, makin hidupnya menjauh dr Tuhan.

Kedua, jenis org yg disebut dlm ayat ini, org yg sudah membuang perasaan bersalahnya, alarm peringatannya sudah dihentikan. Ketika berbuat dosa, ya tdk ada rasa menyesal apalg bersalah pd Tuhan, yg ada pikiran utk menikmati hasil dr dosa yg dia perbuat, berburu kenikmatan dunia dan tdk peduli ttg kehidupan setelah Kematian nantinya. Sebagian dr mereka bahkan tdk bisa percaya bhw Tuhan itu ada, bhw ada surga dan neraka, bhw ada hukum tabur tuai, dsbnya. Tapi sebagian kecil dari mereka terjebak dlm situasi ketidak berdayaannya melawan dosa, pasrah pd hawa nafsunya dan dirinya merasa Tuhan tidak akan menolong dan mengampuni dosanya. Tdk punya rasa takut akan Tuhan, bergaul dgn orang yg sama spt mereka, menyukai dosa dan sudah tdk punya alarm peringatan utk bertobat. Tuhan ingin mereka diselamatkan, dimerdekakan dari belenggu dosa, hidup dlm kemerdekaan Kristus yg menjadikan mereka hidup dlm damai, tidak merugikan org lain, menjadi berkat dan terang dunia. Mereka butuh trs diperingatkan dan juga diinjili dgn tekun, walau butuh waktu lama untuk mereka sadar dan bertobat, tapi yg penting bhw mereka pd akhirnya menerima keselamatan dari Tuhan.

Jgn menjd budak dosa dan hawa nafsu kita, itu bukan tujuan hidup yg Tuhan rencanakan dalam hidup kita, berjuang melawan keinginan itu saat muncul dan berusaha mengendalikan hidup kita setiap saat.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Terus Berdosa

Dewasa Rohani

DI 25032025

Efesus 4:13-14 ILT3
hingga kita semua dapat tiba pada kesatuan iman dan pengenalan penuh akan Putra Elohim, sebagai manusia sempurna, menuju taraf kedewasaan kepenuhan HaMashiakh,
sehingga kita tidak lagi menjadi kanak-kanak yang diombang-ambingkan dan terbawa oleh pelbagai angin pengajaran, dalam tipu daya manusia, dalam kelicikan, dengan cara penyesatan.

Begitu banyak pengajaran yg menuntut kita utk bs mengujinya, mana pengajaran yg Alkitabiah, mana pengajaran yg bersumber campuran dari Alkitab dan filsafat manusia, ini semua perlu utk memiliki kedewasaan rohani.

Hal pertama ialah perlu memiliki kesatuan iman, ini berarti bukan ttg iman personal perorangan, tapi dalam kehidupan berjemaat, kesatuan iman yaitu tekad bersama utk menjaga diri dr banyak pengajaran di luar doktrin yg dianut gereja lokal, perlu utk diuji dgn benar. Setiap denominasi itu punya doktrin-doktrin sbg pegangan dlm hidup bergereja, mana yg benar serta Alkitabiah, mana yg berupa dogma atau pengajaran yang sifatnya tdk sesuai doktrin, tetapi hrs dihargai jika gereja lain menganutnya sbg doktrin. Kesatuan iman di sini bs jg diartikan sbg memiliki iman yg sejenis atau sama, apa yg diimani itu hal yg sama, tidak menimbulkan kerancuan di tengah jemaat, tidak membuat menjd sebuah pertengkaran yg ujung akhirnya menjd perpecahan di kalangan jemaat gereja lokal. Inilah pentingnya divisi pengajaran di masing-masing gereja memiliki para teolog yg paham benar ttg Alkitab dan penafsirannya yg benar, sehingga dapat menyaring pengajaran mana yg Alkitabiah dan mana yg sesat. Sampai pd kesatuan iman dimulai dari kesadaran untuk menjaga keselamatan yg Tuhan anugerahkan ini jgn sampai terlepas dr tangan kita akibat tertipu oleh pengajaran yang ternyata menyimpangkan iman kita dr keselamatan.

Kedua, adalah pengenalan akan Yesus sebagai manusia sempurna, teladan satu-satunya yg dpt diteladani tanpa cela. Yesus hidup di dunia tapi Dia tdk berdosa sama sekali. Apa yg membuat Dia mampu spt itu? Inilah yg perlu dipelajari dan dipraktekkan dlm hidup kita. Yesus mengalami apa yg semua manusia lain alami, tapi Dia tidak berdosa sampai akhir, sementara kita ini masih terkadang berbuat dosa karena kelengahan dan kelemahan yg kita miliki. Belajar ttg siapa Yesus itu, bagaimana cara Dia hidup sewaktu di dunia, bagaimana Dia menyikapi situasi yg Dia hadapi, bgmna Dia bs menang melawan godaan iblis & tetap setia sampai akhir. Apabila 2 hal ini dapat dipraktekkan dan dimiliki oleh jemaat gereja, ini menjd sebuah benteng pertahanan utk melawan serangan terhadap gereja melalui pengajaran & tipu daya manusia yg licik dan tujuannya untuk menyesatkan jemaat, membuat jemaat hilang keselamatan dan hidup mengikuti hawa nafsu kedagingan yg terus menerus bekerja dlm tubuh jasmani. Tuhan ingin jemaat-Nya hidup kudus & berkenan di hadapan-Nya, tetapi iblis ingin kita menjauh dr hadapan Tuhan, merusak hidup kita dgn tawarannya yg menyesatkan.

Apakah kita sudah memiliki kesatuan iman dan mengenal Yesus sbg manusia sempurna? Perlu berhati-hati dgn pengajaran yg ternyata berbeda dgn kebenaran yg Alkitabiah, jgn disesatkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dewasa Rohani

Yang Butuh Perhatian Lebih

DI 24032025

1 Korintus 12:22-25 (ILT3
Malah sebaliknya, banyak anggota tubuh yang menganggap diri lebih lemah, dia itulah yang diperlukan.
Dan mereka yang kita anggap sebagai kurang terhormat dari tubuh, kepada merekalah kita melingkupkan lebih banyak kehormatan, juga mereka yang kurang elok pada kita, dia memperoleh lebih banyak keelokan,
dan mereka yang elok pada kita, dia tidak punya kebutuhan. Tetapi Elohim telah menyusun tubuh dengan memberikan lebih banyak kehormatan kepada yang membutuhkan,
supaya tidak ada perpecahan di dalam tubuh, sebaliknya anggota-anggota itu dapat saling memedulikan seorang terhadap yang lain.

Jemaat dalam gereja kita, biasanya berasal dari beragam latar belakang, jenjang pendidikan dan sosial yg berbeda, suku yg berbeda, dsbnya, ini semua kadang menjd sebuah masalah di dalam kehidupan berjemaat.

Tdk bs dihindari jika dlm sebuah jemaat gereja timbul berbagai kelompok-kelompok kecil yang sifatnya ‘eksklusif’, org-org yang sesuku, selevel dlm status sosialnya, dsbnya, ini mgkin karena lebih mudah berkomunikasi dan memahami dlm bergaul, berjemaat dan berinteraksi. Dlm gereja dgn jumlah besar biasanya mudah terlihat satu pengelompokan, belum tentu saling kenal, cuma tahu oh dia itu satu gereja, tp tdk pernah untuk membangun komunikasi. Dlm ayat yg kita baca ini, ada kelompok tubuh Kristus (jemaat) yang kurang atau tdk elok, tp merekalah yg harusnya mendapat perhatian lebih. Mereka yg biasanya ada di panggung saat ibadah, mudah dikenali & biasanya dihargai lebih drpd jemaat biasa, krna mereka terlibat pelayanan yg kelihatan, tp ada jg mereka melayani yang ‘di balik layar’, merapikan barisan kursi, cleaning service, dsbnya, atau jg mereka yg berkekurangan dlm hal finansial, dlm pendanaan gereja biasanya ada persembahan diakonia yg penggunaannya diperuntukkan bagi kebutuhan mereka yang berkekurangan. Spt kita merawat seluruh bagian anggota tubuh kita, itu menjd gambaran bgmna Tuhan merawat gereja dan org percaya.

Tujuannya adalah supaya semua jemaat saling peduli satu sama lainnya. Spt jemaat mula-mula yg terlihat sangat peduli satu sama lain, dengan begitu cara hidup mereka menjd sebuah bukti & kesaksian yg menarik minat orang utk mengenal ttg Injil Kristus. Jumlah mereka bertambah dgn pesat dan kasih dipraktekkan dgn nyata, dapat terlihat hasilnya. Penginjilan melalui perbuatan kasih, lebih efektif drpd perdebatan ttg doktrin, lebih efektif drpd penjabaran Alkitab ttg kasih Tuhan, orang lebih suka praktek dan bukti nyata dibandingkan teori yg Alkitabiah. Mujizat dapat menjd pintu masuk org mendengar Injil, tp dlm kenyataannya, tdk semua orang yg mengalami mujizat itu akhirnya percaya pd Kristus, hanya mau mujizat-Nya, tapi tdk Injil-Nya. Pedulilah pd mereka yg berkebutuhan spya keseimbangan di dalam praktek berjemaat itu bs terjadi. Yesus di saat melayani di dunia ini, Dia berinteraksi dgn semua kalangan, org miskin dan org kaya, yang berpendidikan maupun org awan, yg dianggap hina dan dikucilkan, tetapi Yesus juga ada bagi mereka, begitu juga kita seharusnya, mengasihi sesama dgn kasih yg tulus.

Saling peduli satu sama lain, jangan malah dgn sengaja membuat kelompok ekslusif, praktek kasih harus nyata, bukan sekedar teori, suatu gaya hidup Kristus perlu jadi teladan bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Butuh Perhatian Lebih

Manusia Lama

DI 22032025

Efesus 2:3
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Seperti apa manusia lama kita sebelum menjadi seorg Kristen karena percaya pd Injil Kristus? Di dlm ayat ini ada gambaran ttg itu, karena dahulu rasul Paulus hidup di dalamnya.

Pertama, hidup di dalam hawa nafsu daging, ini ttg apa yg berkenaan dgn kenikmatan utk tubuh jasmani kita, wujudnya beragam, bukan saja yg berkaitan dgn dosa seksual dan moralitas, tapi jg misalnya kerakusan dlm hal makan, berbuat yg jahat terhadap org lain karena dendam, tidak bs menolak keinginan utk berbuat dosa, dsbnya. Semua yg bersifat nafsu yg arahnya negatif, yg berlebihan dan merusak hidup baik scra lambat maupun instant. Hawa nafsu diperlukan, tetapi hrs dikendalikan dan digunakan dg tepat sesuai dgn tujuan yg baik. Makan sampai kenyang itu baik, tapi rakus dgn makan berlebihan, tentu ini bs menimbulkan ketidak nyamanan tubuh. Seks jg demikian, dilakukan dlm batasan yang benar menjd suatu pengikat kasih suami istri. Daging dlm bbrpa pengertian disebut sbg lawan dr roh, keinginan daging berlawanan dgn keinginan roh. Kuncinya adalah memiliki pengendalian diri yg kuat dan disiplin diri yg trs menerus. Keinginan yg timbul dr hawa nafsu daging akan selalu ada dan muncul, bila kita bs kendalikan, kita dapat menghindari utk berbuat dosa melawan Tuhan dan tdk merugikan org lain, efeknya akan dapat membuat kita panjang umur dan hidup damai.

Kedua, pikiran yg jahat, pikiran yg tdk berdasar pd kasih Kristus. Benih dosa dlm kedagingan yg ada pd tubuh kita akan merangsang munculnya beragam pikiran yg tdk kudus dan jahat. Makna dr pikiran jahat adalah pikiran yg tdk sejalan dgn pikiran Tuhan. Ada yg menyebutnya dgn pikiran yg berasal dr iblis, dr kedagingan, dr luka batin, dr hawa nafsu jahat, dsbnya. Pikiran yg tujuan akhirnya adalah bgmna membuat org lain hidup dlm tdk damai, menderita fisik maupun kejiwaan yg parah, berani melawan Tuhan. Sesama orang percaya hrsnya saling membangun, bkn saling menjatuhkan, harusnya saling menolong, bukan saling membuat org lain menderita, hrsnya ada saling mengasihi, bukan saling memusuhi dan bertengkar terus menerus. Tidak suka berdamai dan menjd pembuat masalah di manapun orang ini berada. Harusnya kita jadi berkat, bkn orang yg dikutuki kehadirannya, harusnya org merasa nyaman berada dekat kita, bukan merasa sebal dan takut. Pikiran jahat bs saja muncul, tp kita hrs segera ‘mematikannya’, jika tdk, maka dosa yg awalnya hanya dlm pikiran akan berubah jadi sebuah perbuatan dosa. Semua yg jahat tidak sejalan dgn kasih Kristus.

Kuasailah hawa nafsu daging dan pikiran jahat yg bisa saja muncul, pengendalian diri yg kuat, ikatan kasih yg murni, akan bs menang darinya, jgn sampai kita berdosa karenanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Manusia Lama

Neraka itu Apa?

Neraka itu Apa?

Matius 8:28-29
Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
Dan mereka itu pun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?”

Disclaimer : materi ini sensitif, harap diuji dan di cross check dengan kebenaran Alkitab

Neraka itu tempat terseram yang pernah disebut dlm sejarah manusia, di mana letaknya dan spt apa suasananya? Ini perlu sebuah pemahaman yg benar supaya kita tdk keliru.

Setelah manusia meninggal, rohnya kemana? Ini suatu misteri yg perlu dijawab dgn jelas, apakah langsung ke surga atau neraka? Dlm Alkitab yg kita miliki, ternyata ada bbrpa istilah tempat di mana roh seseorg pergi setelah meninggal. Ayo kita lihat bersama:

1. Syeol (Ibrani)
Dalam PL, syeol menggambarkan sbg tempat berkumpulnya org mati, tetapi ada pemisahan utk 2 jenis kelompok, kelompok org benar dan kelompok org jahat, ini bs terlihat dari apa yang Yesus jelaskan ttg Lazarus pengemis dan orang kaya, setelah keduanya meninggal, mereka tidak berada dlm tempat yg sama:

Lukas 16:24-26
Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Jadi syeol ini belum masuk neraka, hanya satu tempat di mana semua roh org mati terkumpul dan arah akan masuk ke surga atau neraka ada sedikit petunjuk, karena ada 2 tempat terpisah di dalam syeol

2. Hades (Yunani)
Dunia org mati, kata lain dari syeol (Ibrani). Dlm bbrpa bagian dr Alkitab, disebut jg sbg kerajaan maut, alam maut:

Matius 16:18
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Yesaya 38:10
Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.

Jadi baik syeol maupun hades, keduanys sama, hanya berbeda asal bahasanya, sebuah tempat ke mana perginya org yg telah meninggal untuk menunggu 2 jenis penghakiman yaitu:

2 Korintus 5:10
Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Tahta pengadilan Kristus ini lebih merujuk pada pemberian upah atas perbuatan setiap org yang awalnya percaya pd Injil Kristus, kemudian apa yang mereka lakukan, yang baik maupun yang jahat, akan menerima balasannya dr Tuhan.

Wahyu 20:11-13, 15 (TB)
Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Pengadilan tahta putih, merupakan pengadilan akhir dr keberadaan manusia sejak diciptakan hingga generasi yg terakhir, mengadili semua org dari latar belakang apapun, dan apakah dia namanya tercatat dlm kitab kehidupan, ini yang jadi penentunya. Org yg sedang menunggu di hades atau syeol, juga akan diadili.

3. Gehenna (Ibrani)
Bisa dikatakan inilah tempat final bagi iblis dan org-org yg namanya tdk ada di kitab kehidupan, disebut lautan api. inilah neraka yg sebenarnya, beda dgn dunia org mati. Sekarang ini gehenna belum terisi, kosong, karena iblis masih ada di dunia ini:

Wahyu 20:14-15 (TB)
Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Sederhananya, syeol dan hades, tempat roh org mati dikumpulkan utk sementara, belum masuk surga atau neraka karena belum diadili, neraka atau gehenna adalah tempat final bagi iblis dan pengikutnya, jg org-org yg namanya tdk tercatat dlm kitab kehidupan.

Lalu mengapa hamba Tuhan selalu berkata bhw org yg baru meninggal sudah ada bersama dgn Tuhan di surga? Ini utk memberikan ketenangan psikologis penghiburan bagi keluarga yg sedang berduka, bila dijelaskan seperti di atas, tentu ini tdk mudah diterima apalagi dipahami.

Posted in Renungan | Comments Off on Neraka itu Apa?

Iman Bekerja Oleh Kasih

DI 20032025

Galatia 5:6
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Ternyata iman yg bekerja itu ada hubungannya dgn kasih, atau melalui kasih, iman itu bekerja, jadi memang tepat kalau kita simpulkan, tidak mungkin beriman pd sesuatu tanpa mengasihi sesuatu itu.

Kalau terjd sesuatu pd kasih yg kita miliki, maka iman kita jg akan mengalami gangguan. Sebab akibat akan menjelaskan terjadinya sesuatu. Di sinilah kita mendapati suatu rumusan: iman yg goyah terjd karena kasih kita pd Tuhan sedang tergoncang. Ketika badai kehidupan itu melanda kita, apa yang kita pikirkan? Kadang kita berpikir spt para murid yg mengalami angin ribut di saat mereka berlayar sedangkan Yesus kedapatan di dlm kondisi tidur nyenyak, pikiran sesat karena berpikir Yesus membiarkan mereka binasa. Ini yg kadang menggoncang iman org percaya, di saat mengalami masalah besar, terlintas suatu pikiran bhw Tuhan biarkan semuanya terjd dan membiarkan kita terpuruk, malu, ketakutan, tdk ada pertolongan, dsbnya. Bayangan kita tentang kasih Tuhan adalah Dia tidak akan membiarkan kita mengalami yg buruk sama sekali, tdk akan terluka sama sekali, dsbnya. Padahal di Alkitab jelas bgmna semua org-org yg dikasihi-Nya itu mengalami banyak hal yg buruk, tetapi mereka nantinya diselamatkan dr badai kehidupannya. Jadi jgn salah memahami kasih Tuhan, Dia mau kita menjd kuat, berototitas, tidak kanak-kanak, dan lebih dr penakluk.

Mengasihi Tuhan bukan ditandai dgn menangis saat menyembah Tuhan, tp bgmna respon kita dlm menghadapi situasi yang ada, menyalahkan Tuhan? Kecewa karena janji-Nya blm digenapi? Menunggu pertolongan Tuhan terlalu lama dan benarkah kita akan dipulihkan nantinya? Timbul keraguan berarti kasih kita mulai goncang dan kita berpikir bukan didasari iman lagi tetapi oleh logika manusia kita. Sudah lakukan ini itu, sdh berikan persembahan ini itu, tapi kenapa Tuhan diam saja? Berusaha memahami pikiran Tuhan itu sesuatu yg sukar, perbedaannya jauh antara pikiran kita dgn pikiran Tuhan. Karenanya tidak perlu utk berusaha memahami rencana Tuhan saat menghadapi masalah, tetapi fokuskan pd bgmna mengokohkan iman kita yg sempat TDK kuat, bahkan yang hampir ‘lumpuh’. Kehilangan iman berarti telah mengalami krisis kasih pada Tuhan, segera perbaiki kualitas hubungan dgn Tuhan, jgn menjauh tetapi semakin dekat pada Tuhan. Kasih yg utuh akan menguatkan kondisi iman yg sempat goyah, iman yg bekerja inilah yg akan mengubah keadaan, dari yg tertekan jadi pemenang, yg dicaci pecundang jadi pemenang.

Bgmna kualitas kasih kita pd Tuhan? Perhatikan terus setiap saat, kalau sempat meragukan Dia, bertobat dan berbalik pd Tuhan, Dia izinkan kita diproses supaya kualitas diri kita naik levelnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Bekerja Oleh Kasih

Hidup Oleh Iman

DI 19032025

Galatia 3:9 (ILT3
Jadi, mereka yang karena iman, mereka diberkati bersama Abraham yang setia.

Utk segala hal yg tdk mampu ditelaah logika yg manusia miliki, maka di situlah iman berfungsi, jadi fungsi iman itu melampaui logika, sesuatu yg masuk logika bs dijelaskan dgn pengetahuan dan teknologi.

Bgmna membuktikan keberadaan Tuhan kalau yg dipakai adalah ilmu pengetahuan & teknologi hasil ciptaan manusia? Di mana letak surga dan neraka? Bgmna bs tercipta jantung baru melalui mujizat? Banyak hal yg sulit dijelaskan memakai logika, karena sangat jauh beda antara hikmat manusia dgn hikmat Tuhan. Iman jugalah yang membuat kita bisa masuk dlm keberkatan yang Tuhan berikan pd Abraham dan keturunannya. Kita bukan keturunan Abraham secara jasmani, kita ini Gentile, non Yahudi, tetapi karena iman, org yg percaya pd Injil Yesus Kristus, terhisab & dimasukkan dlm keturunan Abraham. Sesuatu yg sulit dipahami secara logika, tp itulah iman yg hrs dimiliki oleh setiap org percaya. Dlm hal keselamatan yg awalnya hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel saja, tp karena sebagian dr mereka menolaknya, sebagian dr keselamatan itu diberikan utk bangsa-bangsa non Israel, dlm keselamatan inilah jg tersedia berkat Abraham utk kita, diberikan oleh Tuhan dan bs dinikmati oleh anugerah Tuhan. Karenanya perlu utk kita memelihara kondisi iman kita dgn baik, supaya kita tetap ada dlm keselamatan yg dari Tuhan.

Iman dan kesetiaan, keduanya sangat penting & saling berkaitan satu sama lain. Orang beriman pasti memiliki kesetiaan, tdk tergiur oleh semua bentuk godaan atau tawaran yg berusaha untuk menggoyahkan iman, berusaha menjauhkan dr Tuhan dan kehilangan keselamatan. Iblis tidak senang kita diselamatkan Tuhan, segala macam cara dia pakai utk menarik kita menemani dia di neraka nantinya. Iblis tahu kebutuhan manusia, apa yg diinginkan manusia, dan memanfaatkan sifat pemberontakan yg manusia miliki itu untuk melawan Tuhan. Incaran iblis adalah mereka yg mengagung-agungkan logika, segala sesuatu itu hrs masuk logika, karenanya ada kalimat lucu yg berkata bhw org yg meninggalkan imannya pd Tuhan adalah org yg pintar. Iblis itu pendusta yg sudah ada sejak manusia diciptakan, dia sukses utk memperdayakan manusia di Taman Eden, yg mengakibatkan dosa masuk ke dlm kehidupan manusia, merusak semua yg baik, memisahkan kita dengan Tuhan. Kita bersyukur melalui karya pengorbanan Kristus, kita diselamatkan dan jg dipulihkan dr keterpurukan yg dibuat oleh dosa.

Beriman dan setia, inilah yg harus didapati oleh Tuhan dalam diri kita. Tidak mudah menjadi org yg setia, tapi kalau kita tetap beriman pd Tuhan Yesus, kita dimanpukan utk setia.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Oleh Iman

Membandingkan Diri

DI 18032025

2 Korintus 11:5 KJV
For I suppose I was not a whit behind the very chiefest apostles.

Karena aku mengira, aku tidak tertinggal sedikit dari para rasul yang terutama.

Membandingkan diri dengan org lain biasanya diduga karna terlalu percaya diri, sombong, mau menjatuhkan org lain dsbnya, namun tujuannya ada yg positif juga, supaya menyakinkan orang lain ttg sesuatu.

Paulus memang di luar dr 12 murid Yesus yang kemudian menjd rasul di zaman itu, dipanggil Tuhan saat giat mengejar dan menganiaya org percaya saat itu. Tetapi kemudian, dia menjadi salah satu rasul yg banyak menulis surat untuk jemaat-jemaat di beberapa kota, yg non Yahudi (Gentile), pergi menginjil dgn segala tantangan dan hambatannya, berhasil mendirikan jemaat di beberapa kota dan menjd rasul bagi mereka. Lalu mengapa dlm ayat ini dia membandingkan dirinya dgn para rasul yg lain? Kalau melihat dr konteks dlm pasal ini, tujuannya bukan karena ingin menyombongkan diri, tetapi ingin supaya jemaat Korintus yakin dgn kualitas kerasulan yg Paulus miliki, jgn iri hanya dilayani oleh Paulus, bukan Petrus, Yohanes, dan yg lainnya. Ini yang sering terjd juga di zaman skrg, jemaat dengan sengaja memilih mau jadi jemaat di gereja yang gembalanya sesuai dgn kriterianya, yg terkenal, yg ganteng atau cantik, dsbnya. Si A tdk cocok, masih banyak pilihan si B, si C, sampai si Z. Jika benar jemaat ini bertumbuh rohaninya, berarti pilihannya tepat digembalakan oleh gembala yg dipilihnya, tapi kalau cuma ingin gaya-gayaan tp rohaninya tdk bertumbuh, ini satu kesalahan.

Sebaliknya, bukan saja jemaat bebas memilih yg akan jadi gembalanya, tapi di beberapa tempat, justru terjd perebutan jemaat yang mulai secara halus sampai cara yg brutal. Perpindahan antar jemaat gereja bukanlah peningkatan jiwa baru, tp ada saja kalangan yg bangga dengan itu, bisa punya jemaat banyak dlm waktu singkat. Dalam hal seharusnya mencari jiwa baru dg penginjilan yg benar, yg ada justru menjual ibadah sebagai sebuah produk ‘entertainment’ yg kelihatannya rohani. Yang diutamakan bukan hadirat Tuhan tetapi tontonan ibadah yg bagus layaknya satu konser artis. Dana gereja dipakai mengundang pengkhotbah terkenal, memakai WL kondang, pemusik ‘skill maut’, tapi hanya sedikit saja yang dipakai utk penginjilan. Ini tentu sesuatu yg tdk tepat programnya. Carilah petobat baru, bukan memancing jemaat gereja lain utk pindah. Yang terpenting adalah pertumbuhan rohani, karakter yg makin serupa dgn Kristus, gereja yg jemaat & gembalanya mempraktekkan kasih, itu yg harus terlihat dr sebuah kehidupan gereja, bukan satu tontonan ibadah yg hanya menyenangkan mata dan telinga saja. Suatu saat Tuhan akan minta pertanggung jawabannya dr kita.

Membandingkan diri untuk tujuan menyakinkan, itu baik adanya, jangan melenceng menjadi utk menyombongkan diri dan menjatuhkan pihak & org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Membandingkan Diri

Memberi Dengan Gembira

DI 17032025

2 Korintus 9:7 ILT3
Masing-masing memutuskan seperti apa yang ada dalam hatinya, bukan karena duka atau karena keterpaksaan, sebab Elohim mengasihi pemberi yang gembira.

Apa yg hrs kita perhatikan saat akan memberi? Jenis pemberian ini beragam sekali, ada untuk persembahan di rumah Tuhan, dan ada yg untuk diakonia spt dlm ayat ini.

Banyak org memakai ayat ini sbg pendukung di saat kita akan memberi persembahan di rumah Tuhan atau gereja, biasa disebut ‘kolekte’ atau persembahan saat beribadah. Tapi ayat ini bcra ttg memberi persembahan diakonia, jd berbeda dgn persembahan yg sifatnya umum spt kolekte dlm ibadah. Namun ada 1 kesamaan yg mgkin bisa dipakai utk semua jenis persembahan, ini kita temukan di kalimat terakhir dalam ayat ini, yaitu Tuhan mengasihi atau suka dgn pemberi yg gembira. Apa maksudnya? Kita lihat berikut ini:

1. Persembahan dlm ibadah tdk berlaku hukum tabur tuai, karena kita memberikannya kepada Tuhan, apa yg kita punya, lalu dipersembahkan pd Tuhan, itu nantinya menjd milik Tuhan, bukan milik kita lagi, ini yg banyak org tdk paham, dgn bodohnya mengira persembahan dlm ibadah itu spt investasi pd Tuhan, nanti dibalikkan berkali lipat oleh Tuhan. Jangan sesat! Bukan Tuhan yg hrs mengembalikan uang kita berkali lipat, tapi justru kitalah yg hrs mengelola uang dgn benar, spt dlm perumpamaan 3 hamba yg dipercaya tuannya utk mengelola uang (Matius 25:14-30).
Berilah persembahan ini dgn sukacita, karena telah bertanggung jawab dlm mengelolanya dan bs menghasilkan lebih dan mengembalikannya pd Tuhan dlm bentuk persembahan dlm ibadah.

2. Persembahan diakonia, utk kebutuhan orang kudus, saudara seiman yg berkekurangan dan berkebutuhan. Ini bs dipungut oleh gereja dan dikelola utk menolong jemaat yg berkebutuhan dlm hal keuangan, biasanya ada kriteria tertentu ttg siapa yg layak utk menerimanya. Bisa juga di luar gereja, artinya tdk melalui gereja, istilah yg biasa kita kenal dgn ‘patungan’, bbrpa org dgn sengaja memberi sejumlah uang sesuai dengan kemampuannya, hingga jumlah yg dikumpulkan dianggap cukup utk yg membutuhkannya. Dlm hal ini, hukum tabur tuai berlaku, karena dalam ayat sebelumnya dijelaskan: Dan ini: Siapa yang menabur sedikit, ia akan menuai sedikit pula, dan siapa yang menabur dengan penuh berkat, ia akan menuai dengan penuh berkat pula. (2 Kristus 9:6 ILT3). Mengapa dikaitkan dengan hukum tabur tuai? Karena ini diberikan kepada sesama manusia, bukan utk Tuhan. Memberi maka akan diberi, tdk boleh berduka dan tidak rela, jgn karena tdk enak hati, org lain memberi ya tdk enak kalau kita tdk memberi, ini pikiran yg salah dlm memberi persembahan diakonia. Hrs dengan gembira, Tuhan mengasihi pemberi yg gembira.

Kasihi Tuhan dan sesama, salah satu wujudnya adalah ketika kita gembira saat memberi baik persembahan pd Tuhan maupun persembahan diakonia, kasih hrs nyata dlm perbuatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Dengan Gembira