Sumber Kasih

DI 02112016 
1 Timotius 1:5 NKJV 

  • Now the purpose of the commandment is love from a pure heart, from a good conscience, and from sincere faith, 

Sekarang tujuan dari perintah adalah kasih dari hati yang murni, dari hati nurani yang baik, dan dari iman yang tulus ikhlas 
Apa tujuan dr kita tekun membaca Alkitab, mendengar khotbah, dinasehati dg nasehat rohani? Ternyata tujuannya supaya kasih itu ‘mengalir keluar’ dr hidup kita : mengalir dr hati yg murni, dr hati nurani yg baik dan iman yg tulus ikhlas, dlm terjemahan lain kata tulus ikhlas diartikan ‘tdk munafik/tdk pura-pura’. 
Ternyata kasih dlm diri kita itu berhubungan dg hati dan iman, pertama, kasih dr hati yg murni, bcra ttg mengasihi sampai ke hati, bkn sekedar sampai di mulut atau berbuat kebaikan. Org bs berbuat baik tanpa didasari kasih, mgkin krna balas budi atau perbuatan amal kemanusiaan. Hati yg murni bcra ttg hati yg bebas dr sgla yg jahat, negatif dan buruk. Org bs berkata memaafkan tp blm tentu hatinya benar-benar memaafkan. 
Kedua, kasih yg berasal dr hati nurani yg baik. Hati nurani itu bagian dr hati yg terdalam, tempat Tuhan berbicara dg setiap org. Di bagian ini seseorg mulai mengasihi krna dia mengasihi Tuhan, mengasihi bkn sekedar perintah agama, tp krna kesadaran dan kasih akan Tuhan, bkn sekedar ‘balas budi’ semata. Org yg atheis jg membalas kebaikan dg kebaikan jg. 
Ketiga, kasih dr iman yg tulus ikhlas, tdk munafik atau tdk pura-pura. Kita mengasihi bkn krna ‘ada maunya’, bkn krna ingin mendpt pujian dan sanjungan, bkn pencitraan, tp mengasihi krna memang hrs mengasihi, krna beriman pd Tuhan, kita tdk mengharapkan balasan dr org lain. Ini jg berarti tdk memanipulasi hukum-hukum Tuhan. Misalkan menolong org dlm dana sejumlah tertentu krna beriman menerima 100x lipat dr yg diberikan. Ini manipulasi hukum Tuhan dan ternyata ada jg org yg melakukannya. 
Perhatikan keadaan hati dan iman kita, kalau ada gangguan, pasti kasih kita jg terganggu

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.