Merendahkan Diri

DI 02052017 
Lukas 14:11 

  • Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. 

Apa arti dr merendahkan diri? Apakah sebatas basa basi kata-kata rohani yg diucapkan saat menerima pujian dr org lain? Apakah sekedar sikap mengembalikan pujian kpd Tuhan? 
Kalau kita ambil sebuah perumpamaan, ada tuan dan pembantunya, maka tuan yg merendahkan diri berarti dia melepas perannya sbg tuan dan mengambil peran sbg seorg pembantu, dr tuan menjd pembantu, mengalami kerendahan peran dlm kehidupan. Merendahkan diri berarti membuat diri sndri masuk dlm posisi yg rendah. 
Yakin bs spt itu? Itulah yg Tuhan Yesus teladankan utk kita, Dia Tuhan yg mengambil rupa sbg manusia, melepas kemuliaan-Nya sbg Tuhan dan mengalami hinaan, cemooh bahkan disaliblan hingga mati. Dia Tuhan yg kekal tp dlm sebuah batas wkt tertentu mengalami kematian. 
Menjd seseorg yg lebih rendah derajatnya ttg perlu mematikan kesombongan, kebanggaan bahkan melepas fasilitas yg ada. Siap utk diperlakukan tdk adil, direndahkan, bahkan dipermainkan. Merendahkan diri bkn sebatas pd perkataan dan sikap, tapi dlm kehidupan sehari-hari. 
Mulut bs berucap puji Tuhan, tp hati berkata ternyata aku lumayan hebat jg ya. Rata-rata semua org bs melakukannya dan bnyk kita temui. Jika kita diminta Tuhan utk merendahkan diri, maukah kita? Melepas hak-hak istimewa yg kita miliki, terganggu dg keterbatasan yg ada, dsbnya. Tapi saat kita merendahkan diri, Tuhan menilai kita bhw kita akan ditinggikan saat proses perendahan diri itu selesai dijalani. Tdk ada peninggian dr Tuhan tanpa kita mau merendahkan diri. 
Tdk selamanya kita selalu ada dlm posisi rendah, ada waktu-Nya Tuhan meninggikan kita, melebihi posisi awal yg kita jalani. Proses selalu butuh waktu dan kerelaan org yg menjalaninya, butuh kesetiaan pd Tuhan dan tekad yg kuat utk menyelesaikan proses yg sdg dijalani. Tuhan membela org yg merendahkan diri

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.