Iman Yang Melemah 

DI 27052017 
Roma 4:19 

  • Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 

Iman itu butuh kekuatan rohani, krna iman itu bs menguat atau melemah, bergantung pd situasi dan fakta yg ada. Kalau dlm diri seseorg rohaninya tdk kuat, imannya melemah hingga akhirnya imannya lumpuh. 
Bisakah kita percaya jika Tuhan menjanjikan sesuatu yg berlawanan dg situasi dan fakta yg menyangkut diri kita? Apalg spt Abraham, hrs menunggu 25 tahun barulah janji Tuhan terjd bhw ternyata dia memiliki anak kandung di saat usianya 100 tahun. Harusnya sdh punya cucu atau cicit mgkin, tp justru br punya anak. Membayangkan komentar org saha mgkin sdh membuat berpikir utk apa sih janji Tuhan, knpa tdk saat berumur masih muda, kalau skrg rasanya terlalu tua. 
Mgkin kita berpikir spt Marta, sdh beritahu Yesus bhw Lazarus sdg sakit, malah dtg saat Lazarus sdh mati 4 hari. Knpa Tuhan menjanjikan sesuatu di luar batas waktu yg normal? Tuhan punya perhitungan waktu-Nya sndri. 
Menerima janji Tuhan apalg janji itu ttg sesuatu yg mustahil, kita pikir-pikir rasanya sulit bs dipercaya itu bs terjd, atau kita berpikir Tuhan cuma menghibur kita, tentu membuat iman kita sulit ‘sampai’ di ‘ketinggian’ janji Tuhan. Yang tersisa adalah kepasrahan, terjd ya syukur, tdk terjd ya terserah Tuhan, toh keadaan tdk berubah. Ini tanda bahwa iman kita dlm keadaan lemah, rohani kita perlu diperkuat. 
Tuhan tdk pernah salah dan main-main dlm memberi janji, Dia serius dan menginginkan kita mengalaminya. Dia paham kelemahan iman kita, kuasa-Nya tdk bergantung pd kondisi iman kita, sekalipun iman kita lemah, asalkan kita masih punya kemauan mengalami kuasa Tuhan, Dia akan melakukannya bagi kita. Belajar utk tetap percaya sekalipun ‘naik turun’, berjuang utk menguatkan iman kita pd Tuhan, bangun rohani kita, tetap terhubung dg Tuhan, tetaplah percaya pd Tuhan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.