Penyakit Karena Dosa

DI 06012018 
Markus 2:5 

  • Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” 

Salah satu penyebab seseorg menderita penyakit adalah dosa yg diperbuatnya, spt dlm kisah ini, seorg yg lumpuh kemudian disembuhkan setelah Yesus mengampuni dosanya. 
Dan anehnya, blm org itu berkata apa-apa, tp Tuhan tergerak hatinya utk mengampuni dosa org lumpuh itu. Tentu ini suatu situasi pengecualian, krna biasanya org itu hrs mengakui dosanya, barulah menerima pengampunan. 
Sakit akibat dosa, ini yg hrs kita pahami ketika menjenguk org sakit, memang jika ditanyakan apakah ada dosa yg dilakukan sblum mengalami sakit, kesannya krg sopan, namun ternyata ini penting jg ditanyakan sbg bahan evaluasi diri bagi org yg sakit itu, jika memang ternyata benar, tentu yg kita lakukan menjd sebuah hal yg baik. 
Penyebab sakit ada bbrpa sebab, misalnya pola hidup tdk sehat, tertular dr org lain, krna Tuhan yg mengizinkannya utk maksud khusus, dan terakhir krna dosa atau kutukan iblis. Dlm hal mendoakan org sakitpun hrs berhikmat. Kesalahan fatal adalah ketika selalu berkata: “Kamu pasti sembuh, Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan.” Salahnya adalah kita pakai kata ‘pasti’. Memangnya kita bs suruh Tuhan menyembuhkan org sakit itu? Kalau ternyata sakitnya memang Tuhan yg izinkan, pakai ‘claim’ ayatpun percuma. Maksudnya baik memberi semangat dan harapan, tp jgn menipu org sakit itu dg ‘harapan palsu’. 
Kalau sdh tahu sakitnya krna dosa, lakukan pelayanan pendamaian, menjd mediator org itu meminta pengampunan Tuhan. Sakit krna dosa biasanya terhubung akibat luka batin yg parah, tdk mau mengampuni, dendam dan melawan Tuhan. Dosanya dibereskan, penyakitnya disembuhkan. 
Kalaupun akhirnya org ini meninggal, dia meninggal dlm damai, penyakitnya memang tdk sembuh, tp jiwanya dipulihkan, rohnya kembali pd Tuhan. Ini lebih baik drpd meninggal dlm luka batin yg blm sembuh, urusannya dg Tuhan blm selesai 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.