Sukacita Surga

DI 23052014

Lukas 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Surga bersukacita krna 1 org berdosa yg bertobat. Mgkin kalimat ini biasa saja, namun tdk sesederhana itu.

Utk seseorg bs bertobat, dia hrs sadar bhw dirinya adalah seorg berdosa. Bnyk org sdh berbuat dosa tp tdk menganggap dirinya berdosa. Ini terjd krna pola pikir dan cara pandang terhadap dosa itu berbeda dg apa yg Tuhan katakan.

“Hidup hidup gue, gue mau lakuin ini itu, emang masalah buat loe?”

Bnyk org berlagak lupa bhw Tuhan melihat, mencatat bahkan ‘merekam’ semua yg terjd selama manusia hidup, termasuk ketika sdg berbuat dosa. Mgkin dosa yg dilakukan tdk merugikan org lain, tp itu merugikan ‘surga’ krna 1 calon penghuni surga bs terhapus namanya dr kitab kehidupan dan akhirnya gagal masuk surga.

Ketika seseorg mulai menyadari dirinya berdosa, Tuhan menawarkan sebuah solusi pengampunan setelah didahului mengingatkan org itu akan dosanya. Respon akan pertobatan menghasilkan sebuah pertobatan yg sungguh-sungguh dan berbuahkan perubahan hidup. Inilah yg pd akhirnya membuat ‘surga’ bersukacita, 1 calon penghuni surga kembali pd jalan yg benar, jalan menuju surga.

Ingatkan org-org di sekitar kita utk mereka meresponi pertobatan, apakah kita rela mrka tdk berjalan menuju surga? Terus ingatkan dan jgn lupa doakan, minta hatinya yg keras bisa dilembutkan dan dijamah Tuhan. Doa kita tdk sia-sia asalkan kita berdoa dg kemurnian hati dan kerinduan spya bnyk org bs tetap berjalan di jalan menuju surga, bkn ke neraka. Jgn putus asa, bicara pd waktu yg tepat dan perkataan yg tepat, jgn menggurui tp mengayomi dan membimbing mereka, jadi partner bkn jd hakim bagi mrka.

Biarlah setiap hari ada sukacita di surga krna bnyk org berdosa yg bertobat dan mengalami pemulihan hidup, termasuk diri kitapun jg bertobat.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.