DI 24052014
Kolose 3:13 NKJV
… and forgiving one another, if anyone has a complaint against another; even as Christ forgave you, so you also must do.
… dan mengampuni satu dengan lainnya, jika ada orang yang mempunyai sebuah keluhan terhadap yang lain; sama sebagaimana Kristus mengampuni kamu, jadi kamu harus juga melakukannya.
Pernah tertusuk jarum atau duri? Akibatnya yaitu timbul sebuah luka, namun apa yg terjd jika luka itu tdk segera diobati dan dibiarkan saja? Pastinya bs timbul infeksi dan berujung luka itu membusuk, mgkin hingga terpaksa ‘diamputasi’.
Org di sekitar kita bahkan yg serumah dg kita bs saja ‘melukai’ perasaan dan hati kita suatu saat. Ini spt tertusuk jarum atau duri tadi. Apa yg kita lakukan ketika perasaan dan hati kita terluka? Kalau kita diamkan maka timbul kepahitan dan dendam. Inilah 2 racun yg bs merusak hati kita jika kita biarkan luka batin yg kita rasakan.
Infeksi luka bkn akibat tertusuk jarum atau duri, tp krna kita lalai dan tdk mau utk mengobati luka kita. Kita salahkan org lain yg telah melukai kita pdhal kita bs dg segera mengobati luka batin kita. Kita sendirilah yg melukai lebih dlm diri kita sendiri dg membiarkan dendam dan sakit hati berkuasa atas hidup kita.
Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan kita utk mengampuni, itulah ‘obatnya’ bagi luka batin. Setiap kita pny kemampuan utk mengampuni tp tdk semuanya mau mengampuni. Tdk mau bkn tdk bs.
“Enak banget dia diampuni gitu aja, dia yg salah koq masa gue yg nyamperin trs ngampuni dia, gila kali.”
Itu alasan yg paling bodoh, mengampuni berarti mengobati dan menyembuhkan luka kita sndri. Buang gengsi dan egois kita, jgn kita ingin dilihat org dg rasa kasihan krna sesungguhnya kita tanpa sadar menikmati posisi kita sbg ‘korban’ yg mengundang iba rasa kasihan org bnyk. Namun di mata Tuhan, kita sdg ‘bunuh diri’ perlahan-lahan.
Apakah kita sdg hrs mengampuni hari-hari ini? Jgn tunda, segera lakukan, dan alami pemulihan.