Waktu Cepat Berlalu

DI 05062014

Mazmur 90:4 NKJV
For a thousand years in Your sight Are like yesterday when it is past, And like a watch in the night.

Karena seribu tahun dalam pandangan-Mu adalah seperti hari kemarin ketika itu berlalu, dan seperti waktu penjagaan di malam hari.

Pembagian waktu di Israel beda dg yg berlaku dg waktu internasional, jika secara internasional hitungan waktu diukur berdasarkan 12 jam: ada ‘1-12 am’ yaitu dr tengah malam hingga tengah hari dan ‘1-12 pm’ dr tengah hari hingga tengah malam, kalau di Indonesia diukur dr jam 00 tengah malam hingga jam 24 tengah malam berikutnya, sedangkan di Israel, waktu diukur dr terbit dan terbenamnya matahari.

Mulai matahari terbit/fajar hingga matahari terbenam disebut ‘hari/day’ hitungan jam dimulai dr matahari terbit, misalnya jam 3 sore adalah jam 9. Setelah matahari terbenam, itulah pergantian hari, hingga matahari terbit kembali disebut ‘malam/night’ yg disebut jg ‘jam penjagaan’ yg terbagi dlm 3 waktu penjagaan, masing-masing 4 jam.

1000 tahun itu spt hari kemarin dlm pemandangan Tuhan. Kemarin itu blm lama berlalu, beda dg seminggu atau sebulan yg lalu, relatif masih segar ingatan apa yg terjd kemarin. Brp umur kita, persentasekan dg 1000 tahun, tdk sampai 10% nya. Hidup kita sangat singkat dlm pandangan Tuhan.

Utk hidup kita yg singkat ini, Tuhan perhatikan setiap detail hidup kita. Setiap hari-hari kita Dia pikirkan spya menjd hari-hari yg mendatangkan kebaikan bg kita. Itulah Tuhan kita, utk sesuatu yg singkat Dia usahakan yg terbaik, utk hidup 1 org saja dr ± 6 milyar org di dunia ini, Tuhan sangat peduli.

Brp jam sebuah aktivitas yg kita lakukan, maukah kita menghasilkan sesuatu yg baik spt Tuhan memperhatikan hidup kita yg singkat ini? Bekerja maksimal dan efektif, beribadah dan melayani dg segenap hati, dsbnya. Mgkin kegiatan kita hanya 2-3 jam saja, biarlah 3 jam itu kita jadikan sebuah moment yg berarti dan memberkati org lain. Jgn sia-siakan waktu.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.