DI 06062014
Wahyu 6:11
Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.
“Mengapa ada org cacat tubuh dan mentalnya, bukankah semua manusia adalah ciptaan Tuhan? Mengapa ada org yg hidupnya terlihat sempurna, beruntung, sementara ada yg hidupnya penuh derita?” Pertanyaan serupa masih bnyk yg bs kita tanyakan, namun apa jawaban Tuhan?
Ayat ini menjwb pertanyaan itu: ada org-org yg melayani Tuhan dan para saksi Kristus yg memang ditentukan mati dibunuh sbg martir bagi Tuhan. Mengapa si A dan bukan si B? Knp hrs mati, bknkah bs Tuhan melindungi? Ada ‘jumlah’ para martir yg jumlahnya hrs genap, baru setelah itu Tuhan bertindak.
Setiap org pny ‘ukuran’ dan kapasitas yg ditentukan Tuhan. Para martir diukur sanggup mengalami penindasan dan dibunuh, org yg cacat diukur Tuhan sanggup menjalani hidup dg keterbatasan yg dimilikinya. Org yg kelihatannya hidupnya dipenuhi penderitaan diukur Tuhan sanggup menjalaninya. Semuanya ada tujuan Tuhan, apa itu? Mengajar org-org di sekitarnya ttg makna kehidupan. Diajar bersyukur dan mengasihi sesama.
Memang ada faktor ‘keturunan’ yg berpengaruh pd hidup seseorg, apa yg dilakukan kaum leluhur bs berdampak pd keturunan setelah mrka. Misalnya pelaku incest (hubungan intim sesama sdr kandung) dan org yg mengikat perjanjian dg roh jahat, maka keturunannya bs cacat atau mgkin meninggal dlm usia muda. Namun jika keadaan seseorg bkn krna dosa leluhur atau dosanya sndri, atas kehendak Tuhan, sesuatu yg mulia akan Tuhan kerjakan melalui keadaan org itu. Mnrut kita ‘tdk adil’ tp ingat itu sdh diukur Tuhan, sanggup dijalani.
Jgn menghina mrka yg cacat atau berkekurangan serta yg mengalami penderitaan, tp kita ada utk melengkapi kekurangan mrka, bahkan menutupi kelemahan mrka. Bljar dr hidup mrka.