Korban Yang Hidup

DI 26062018

Roma 12:1 KJV
I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that ye present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable unto God, which is your reasonable service.

  • Karena itu aku memohon, saudaraku, oleh belas kasihan Tuhan, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebuah korban yang hidup, kudus, berkenan pada Tuhan, yang adalah ibadahmu yang layak.

Ibadah bangsa Israel tdk lepas dr yg kita kenal dg berkorban atau mempersembahkan korban karena sangat dilarang Tuhan utk dtg menghadap Tuhan dg tangan hampa atau tdk membawa korban persembahan. Kaya atau miskin, bkn alasan tdk membawa korban pd Tuhan krna Dia atur jenis-jenis persembahan, bagi yg mampu hrs bawa apa dan yg miskin hrs bawa apa (Ulangan 16:16).

Ibadah Kristiani tentu tdk lg mengacu pd aturan dlm hukum Taurat, krna memang hukum Taurat hanya utk kalangan bangsa Israel saja, mrka butuh aturan setelah sekian ratus tahun hidup menurut aturan di Mesir, setelah keluar dr Mesir, Tuhan melalui Musa memberikan hukum Taurat bagi bangsa Israel. Zaman skrg tdk lg membw persembahan dlm wujud hewan atau makanan, fungsi kerasulan dan keimaman dipegang oleh para rohaniwan dan para hamba Tuhan. Namun rasul Paulus mengingatkan utk kita mempersembahkan tubuh kita sbg korban yg hidup.

Hewan yg dikorbankan hrs tdk boleh cacat dan hrs sesuai dg aturan yg Tuhan telah tetapkan. Korban hewan pd akhirnya berakhir pd penyembelihan dan kematian, darahnya digunakan utk penyucian. Dlm darah ada nyawa, berarti Tuhan ingin nyawa kita dikorbankan utk Tuhan, inilah yg dialami para martir krna nama Yesus dan Injil. Bgmna kita merawat dan menggunakan tubuh kita hrslah sesuai dg aturan yg telah Tuhan tetapkan. Ini makna dr mempersembahkan tubuh kita sbg korban yg hidup.

Tdk boleh membw korban hewan yg telah mati, ini mengandung makna Tuhanlah pemilik kehidupan segala ciptaan-Nya, hewan korban disembelih di hadapan Tuhan sbg tanda bhw Tuhan yg mengambil kembali hidup

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.