DI 04012019
2 Samuel 3:26-27
Sesudah itu keluarlah Yoab meninggalkan Daud dan menyuruh orang menyusul Abner, lalu mereka membawanya kembali dari perigi Sira tanpa diketahui Daud.
- Ketika Abner kembali ke Hebron, maka Yoab membawanya sebentar ke samping di tengah-tengah pintu gerbang itu, seakan-akan hendak berbicara dengan dia dengan diam-diam; kemudian ditikamnyalah dia di sana pada perutnya, sehingga mati, membalas darah Asael, adiknya.
Apa yg dilakukan Yoab bs saja dinilai wajar, tp jg dinilai sbg sebuah tindakan yg merugikan org lain. Wajar jika Yoab membunuh Abner krna balas dendam atas kematian Asael, adik Yoab, yg dibunuh oleh Abner.
Di sisi lain, tindakan Yoab menimbulkan dampak negatif di kalangan rakyat umum, ada anggapan bhw pembunuhan Abner yg sblumnya membela keluarga Saul, merupakan rekayasa kerajaan, artinya sengaja dirancang oleh raja Daud beserta bawahannya. Ini bs merusak penilaian rakyat terhadap Daud yg telah membiarkan Abner pergi dg selamat, namun akhirnya dibunuh oleh Yoab, demi dendam pribadinya.
Ini pelajaran bagi kita, sadarlah bhw apapun yg kita lakukan, akan berdampak pd bbrpa pihak, apakah dampaknya positif atau negatif terhadap: Tuhan, diri sndri, org lain dan iblis.
Dlm kasus Yoab membunuh Abner, tindakan ini membuat Tuhan melalui Daud memberikan kutuk terhadap Yoab dan keturunannya (2 Samuel 3:29), Yoab merasa puas pd dirinya sndri, tindakannya merugikan nama baik raja Daud, dan iblis senang krna dendam Yoab telah membuatnya melakukan dosa pembunuhan. Siapa yg diuntungkan? Ternyata iblis yg diuntungkan.
Sblum melakukan apapun, pertimbangkan dg cermat, siapa yg diuntungkan dr perbuatan kita, apakah memuliakan Tuhan, menjaga nama baik kita, tdk merugikan org lain, dan tdk memberi celah bagi iblis utk merusak hidup kita. Jgn sekedar meluapkan emosi, mengikuti pikiran yg sdg kacau, terpancing situasi, dsbnya, tp pengendalian diri itulah kuncinya. Jgn ada niat jahat dlm hati kita, jgn pelihara dendam.