DI 05012019
1 Tawarikh 22:5
- Karena pikir Daud: “Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!” Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati.
Mengapa Daud sangat ingin mendirikan Bait Suci sbg ‘rumah’ bagi Tuhan? Apakah sbg sebuah bentuk ucapan syukur krna penyertaan Tuhan yg luar biasa selama dia menjabat sbg raja Israel?
Kalau boleh saya gunakan istilah ‘investasi rohani’, inilah faktor utama mengapa Daud sangat ingin membangun Bait Suci utk memuliakan Tuhan, tp jg demi kepentingan keselamatan bangsa Israel. Yang Daud pahami adalah ketika Tuhan ada di tengah bangsa Israel, selalu ada kemenangan dan keamanan, Israel dlm masa keemasannya, dan dia ingin Salomo dan bangsa Israel mengalami terus menerus kehadiran Tuhan di tengah bangsa mrka shga masa keemasan itu trs berlanjut. Bait Suci dibangun utk membuat Tuhan ‘berdiam’ di tengah bangsa Israel, walaupun sbnarnya tdk mgkin Bait Suci menandingi surga yg adalah ‘rumah’ Tuhan yg sebenarnya.
Daud yg sepanjang hidupnya berperang dan bnyk jatuh dlm dosa, namun berhasil mewariskan ‘investasi rohani’ bagi keturunannya dan bagi bangsa Israel, berbeda dg Ayub yg scra rohani sangat sempurna bahkan diakui oleh Tuhan sndri, namun gagal mewariskan ‘investasi rohani’ bagi istri dan 10 anaknya yg pertama sblum dia diuji Tuhan. Istri dan 10 anak Ayub hidup tdk rohani tp duniawi. Bknkah bnyk ‘Ayub-Ayub’ di zaman skrg ini? Orgtuanya rohani sekali tp anak-anaknya duniawi, apa yg salah shga itu bnyk terjd dlm keluarga Kristen?
Sadarlah bhw urusan masuk surga, urusan membangun kerohanian, bknlah bs diwakilkan oleh org lain. Apakah orgtuanya masuk surga, pasti anaknya jg ikut masuk surga? Tidak! Itu tanggung jwb masing-masing meskipun tinggal dlm 1 rumah atau berjemaat di 1 grja yg sama. Sadarlah!