DI 13032019
Efesus 4:26 KJV
Be ye angry, and sin not: let not the sun go down upon your wrath:
- Jadilah marah, dan jangan berdosa: jangan biarkan matahari terbenam turun atas murkamu
Apa hubungannya kita marah dg matahari terbenam? Ini menarik perhatian saya utk merenungkan apa maksud dr ayat ini.
Bnyk khotbah mengartikan ayat ini dg kalau marah ya jgn kelamaan, kalau bs sblm matahari terbenam sdh selesai marahnya. Matahari terbenam itu tanda pergantian hari di Israel. Tapi ternyata itu keliru.
Ada kata ‘angry’ dan ‘wrath’ yg perlu kita perhatikan. Kata ‘angry’ dlm bhsa aslinya adalah orgizoĢ yg artinya membangkitkan marah, membuat marah sekali. Sedangkan kata ‘wrath’ bhsa aslinya adalah parorgismos yg artinya murka.
Kemarahan yg sengaja dibangkitkan atau dipancing jika tdk diredam maka akan berubah menjd sebuah murka. Marahnya semakin menjadi-jadi dan disertai dg tindakan yg bs sifatnya merusak. Sekedar marah ya hanya mulut dan sikapnya saja, tp kalau sdh murka, bs terjd kekerasan hingga bs terjd pembunuhan atau korban nyawa. Sblum marah berubah menjd murka, ada jedah wkt utk mulai berpikir jernih dan mengendalikan diri.
Marah itu wujud dr emosi kita, selayaknya rasa sedih, haru, bahagia. Marah bkn dosa, tetapi marah yg terpancing bs membuat org yg marah itu berbuat dosa. Bs keluar kara-kata kutukan, hinaan, dsbnya.
Matahari itu bersifat panas, plg panas ketika ada tepat di tengah tempat yg tersinari olehnya. Sinar matahari yg akan terbenam tdk lg bgtu terasa panas, ini gambaran ttg marah yg sdh surut, tdk lg meledak-ledak. Ada wkt utk marah, ada wkt utk tdk marah lg, itulah gambaran dr matahari yg terbenam, tdk baik situasi dlm keadaan ‘panas’ trs, tenangkan diri, gantilah marah dg kita kelemah lembutan, spt matahari yg bergantian dg bulan, kalau murka sdh tdk bs lg dikendalikan, pasti kita bnyk berbuat dosa karenanya. Jgn sampai matahari terbenam turun atas murka kita, artinya jgn sampai ada yg ‘menunggangi’ murka kita.