Berbuat Baik dan Persekutuan

DI 08112019

Ibrani 13:16 KJV
But to do good and to communicate forget not: for with such sacrifices God is well pleased.

  • Tapi jangan lupa untuk berbuat baik dan untuk bersekutu, karena dengan korban seperti itu Tuhan disenangkan dengan baik.

Ternyata berbuat baik dan bersekutu dg sdr seiman dipersamakan dg mempersembahkan korban yg berkenan kpd Tuhan.

Kata ‘communicate’ dlm bhsa aslinya adalah ‘koinōnia’ yg berarti persekutuan (fellowship), komunitas. Ini yg membedakan Kristen dg lainnya. Berbuat baik tentu ada di semua agama, bahkan org atheis pun berbuat baik. Tp berbuat baik yg ditindak lanjuti dg bersekutu dlm sebuah komunitas ini yg membedakannya. Org bs saja berkomunikasi saat berbuat baik, tp setelah itu tdk ada interaksi apapun. Tetapi berbuat baik dlm hidup bersama dg org lain di sebuah lingkungan atau komunitas, menghasilkan sebuah hubungan yg saling menguatkan dan membangun, inilah tujuan dr berbuat baiknya. Jd bkn sekedar menolong atau memberi, tp selanjutnya adalah membangun hubungan.

Hal ini dinilai sbg sebuah korban yg berkenan dan menyenangkan hati Tuhan. Sesuatu yg Tuhan suka adalah umat-Nya hidup dlm kesatuan dan saling berinteraksi positif satu dg lainnya. Tdk ada hubungan yg semu artinya kelihatannya unity pdhal tdk. Keharmonisan di tengah perbedaan yg ada itulah wujud kasih Tuhan di tengah-tengah umat-Nya. Bgmna saling beradaptasi dan saling menerima satu dg yg lain, membangun kekuatan bersama dan saling menjaga, tentunya ini menguntungkan bagi semua yg ada di dlm komunitas, dan pastinya nama Tuhan dimuliakan.

Jgn menjauhkan diri dr persekutuan org percaya, jauh dr komunitas bs membuat kita menjd mangsa yg menjd incaran iblis. Tdk ada yg menjaga kita, akibatnya kita menjd lemah dan tdk aman. Bergabunglah dlm sebuah komunitas yg dlm Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.