Tuhan Menanggungnya

DI 26022020

Yesaya 53:6

  • Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Yesaya 53 merupakan pasal yg berisi nubuatan yg nantinya akan digenapi melalui pengorbanan Yesus disalibkan demi dosa seluruh manusia.

Apa pandangan org-org yg hidup di zaman itu ttg Yesus? Ada yg menganggap Dia seorg nabi, seorg pengajar yg berhikmat, ada jg yg mengakui Dia adalah Mesias bagi bangsa Israel. Mengapa bisa berbeda-beda pandangan bnyk org ttg Yesus? Ini krna kebutuhan tiap org berbeda-beda, mrka menilai apakah Yesus sanggup memenuhi apa yg mrka butuhkan. Namun yg semua org tdk sadari ttg Yesus bhw ketika Dia disalibkan, org-org menganggapnya spt sebuah peristiwa politik, sebagian menilai hanya urusan agama, sebagian lg justru ingin melihat Yesus membuat mujizat shga Dia bebas dr hukuman salib. Namun tdk disadari bhw Yesus sdg mengorbankan diri-Nya utk memperdamaikan kita dg Bapa krna dosa-dosa kita.

Dlm hidup ini kita jg temui bbrpa org yg hidupnya menderita utk kebahagiaan org lain, para pahlawan bangsa misalnya, bahkan mgkin orgtua kita, yg rela menderita, menanggung beban hidup yg berat demi menyiapkan masa dpn kita. Bgmna orgtua rela sedikit makan demi anak-anaknya bs mkn dg kenyang, bgmna mrka menahan diri utk berbelanja pakaian baru demi kita bs membeli seragam sekolah. Atau mgkin seseorg yg rela mengorbankan nyawa demi bnyk org dlm sebuah peristiwa atau musibah. Namun sayangnya ada saja org yg menilai apa yg mrka lakukan itu sbg sesuatu yg memang hrs dilakukan dan tdk menghargai sama sekali. Ini tentu jgn terjd pd diri kita, berterima kasihlah pd mrka yg sdh menanggung sesuatu demi kita.

Kita hidup hr ini mgkin krna pengorbanan org lain, jgn sia-siakan hidup kita, biarlah hidup kita bnyk menghasilkan kebaikan dan bnyk org bs menikmatinya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.