Meredam Murka

DI 27022020

Amsal 29:8 KJV
Scornful men bring a city into a snare: but wise men turn away wrath.

  • Orang-orang pencemooh membawa sebuah kota pada sebuah jebakan, tapi orang-orang bijak mengusir murka

Cemooh dlm Kamus Bahasa Indonesia berarti ejekan, hinaan, celaan. Pencemooh adalah org yg sering mengejek, menghina dan mencela sesuatu.

Peristiwa banjir di Jakarta yg berulang kali terjd di 2 bulan awal tahun 2020 ini mengundang reaksi masyarakat yg kecewa terhadap penanganan banjir yg dilakukan oleh pemerintah daerah. Bs dimaklumi krna banjir bkn sekedar menghalangi aktivitas keseharian, tp jg membw dampak buruk krna perabotan rumah menjd rusak, pedagang mengalami kerugian, sekolah diliburkan, dsbnya. Kalau dibiarkan trs menerus maka masyarakat semakin kecewa dan bs menyulut reaksi yg tajam, spt org yg marah kemudian marahnya berubah menjd murka, tdk terkendali hingga akhirnya bs merugikan bnyk pihak dan bnyk kepentingan. Jgn menjd pencemooh artinya justru mendiamkan dan membiarkan yg buruk trs terjd.

Org yg bijak bs mengusir murka, artinya setelah mgkin dikritik, disampaikan rasa kecewa, org bijak mulai mengevaluasi diri, mencari solusi, mengambil keputusan dan tindakan yg tepat, shga org yg tadinya kecewa akan melihat tindakan nyata dan upaya perbaikan yg serius dan hasilnyapun mulai terlihat. Ini bs meredam kemarahan dan berujung pd pujian atas upaya perbaikan dr kesalahan atau kelalaian yg pernah dilakukan. Org bijak bkn sekedar pandai, tp mampu menggunakan kepandaiannya dg tepat shga menghasilkan keputusan dan tindakan yg diperlukan sesuai dg situasi yg ada. Pembiaran dan ketdk pedulian terhadap kritikan justru sebuah cemooh, mengejek atau menghina nasehat atau perkataan org lain.

Jgn mengecewakan org yg telah mempercayakan kita utk sebuah posisi yg strategis, kerjakan dg maksimal dan redam kekecewaan yg ada dg kebijakan yg kita miliki.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.