DI 11032020
1 Timotius 3:1
- Benarlah perkataan ini: “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.”
Penilik jemaat bknkah sebuah jabatan dlm pelayanan? Lalu mengapa rasul Paulus berkata bhw itu sebuah pekerjaan? Bknkah org menginginkan upah dr pekerjaannya?
Kita lihat bhsa aslinya dr pekerjaan adalah ‘ergon’ yg berarti bekerja keras, bersusah payah. Di sinilah rasul Paulus menegaskan bhw menjd penilik jemaat bertujuan utk memaksimalkan diri utk menilik jemaat, spt seorg yg giat bekerja spya tdk kehilangan pekerjaannya dan demi upah atau gaji yg dijanjikan dr pekerjaan itu. Jd bkn spya dihormati, tetapi bekerja layaknya seorg budak pd tuannya. Intinya adalah sebuah pengabdian diri demi mendptkan sebuah hasil baik, diupayakan melalui sebuah kerja keras, tdk main-main, memiliki visi dan tujuan yg jelas. Menjd penilik jemaat hrs sadar akan beratnya tugas dan tanggung jwb yg akan diembannya, walaupun tdk mendpt upah berupa materi atau uang.
Di sinilah nilai yg bs kita temukan, bhw ketika kita melayani di posisi apapun, kita hrs memaksimalkan diri spya org lain terlayani kebutuhannya dan nama Tuhan dipermuliakan. Bkn setengah hati krna tdk menerima ‘bayaran’, spt pola pikir kebnykan org bhw utk sesuatu yg sifatnya sukarela, tdk perlu terlalu berjerih lelah, namanya jg sukarela. Pola pikir ini hrs ditinggalkan, melayani adalah sebuah kehormatan dan kesempatan, bkn batu pijakan utk menaikkan posisi kita di mata org lain. Melayani justru kita merendahkan diri spt seorg hamba yg melayani keluarga tuannya, melayani jemaat berarti melayani anak-Nya Tuhan yg adalah ‘majikan’ kita, jd tdk boleh main-main atau setengah hati dlm melakukannya.
Org yg menginginkan posisi penilik jemaat hrs disupport dg semangat dan memberikan apresiasi yg selayaknya diterima, dihormati dan jg dihargai.