Meninggalkan Semuanya

DI 18032020

1 Timotius 6:7

  • Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Semua yg ada di dunia nyata ini hanya bs kita miliki dan nikmati selagi kita masih bernafas dan hidup, tdk bs kita ikut membawanya ke dunia setelah kematian fisik kita.

Kekayaan, jabatan, kenikmatan hidup, kemewahan, kehormatan, dsbnya, itu yg semua manusia inginkan selagi hidup di dunia. Hampir sebagian besar wkt diarahkan utk mencapai semuanya itu, hanya ingin memiliki dan menikmati yg indah-indah dan enak-enak namun semuanya itu justru hanyalah sesuatu yg tdk kekal. Hidup mewah justru bs membuat seseorg terjangkit penyakit yg parah akibat tdk bs mengendalikan nafsu makannya, kekayaan bs memicu timbulnya perselingkuhan, kehormatan dan jabatan bs membuat seseorg menjd sombong dan gila hormat, berpikir bhw tdk perlu Tuhan lagi dlm hidupnya. Yg awalnya sebuah kebutuhan, krna saking berlimpahnya bs berubah menjd jerat yg menjerumuskan org ke neraka.

Ada hidup stlah kematian fisik, tp hanya sebagian org saja yg mempersiapkan diri utk itu. Apa yg kita bw nanti setelah kita meninggalkan dunia fana ini hanyalah bukti perbuatan kita selama hidup di dunia dan ini semua akan dihakimi oleh Tuhan, dan Dia akan memberi upah sesuai dg perbuatan kita. Krna itu berilah perhatian yg lebih pd apa yg kita buat selama kita hidup, jgn hidup sembarangan dan berpikir bhw Tuhan tdk melihatnya. Apa yg kita buat, katakan, pikirkan dlm hati, semua ini tdk tersembunyi dr pandangan Tuhan. Mulailah utk berpikir sblum bertindak dan berkata-kata, pertimbangkan dampak perbuatan dan perkataan kita, apakah positif atau justru negatif utk org lain. Kita akan dihormati jika memiliki karakter yg baik.

Hidup kita ini adalah modal yg Tuhan berikan dan percayakan utk kita hidupi dan jalani, berikan keuntungan utk Tuhan melalui hidup yg sesuai dg kebenaran firman Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.