DI 23032020
Filipi 2:8
- Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Kematian seharusnya tdk ada dlm diri Tuhan, krna Dia itu Tuhan Sumber Kehidupan, Yang Awal dan Yang Akhir, namun demi menebus dosa manusia, Yesus mati bagi kita.
Wabah virus Corona sangat menakutkan semua org di seluruh dunia, apalg ketika org-org yg kita kenal justru terinfeksi bahkan ada yg meninggal. Puji Tuhan bila ada yg sembuh. Namun perdebatan yg timbul di kalangan kita sndri adalah : Kalau beriman knpa positif terinfeksi Corona? Berarti sbnarnya tdk beriman apalg dilindungi Tuhan. Benarkah jika positif terinfeksi virus Corona berarti org itu imannya lemah dan tdk dilindungi Tuhan?
Pertama, jika positif terinfeksi virus Corona, jgn langsung diartikan tdk beriman. Iman bukan berarti kebal terhadap apapun. Jika minum racun pasti kita mati, tdk jaga kesehatan bs terkena penyakit yg membw pd kematian. Iman seseorg ukurannya atau dinilai bkn dr apa yg dia alami sepanjang hidupnya, tp bgmna dia menang melawan segala hal yg bs membuatnya melepas iman pd Kristus. Ibarat sebuah pertandingan, menang atau kalah bkn terlihat selama pertandingan berlangsung, tp saat bunyi tanda pertandingan terdengar. Beriman atau tdknya seseorg dinilai dr kesetiaannya tetap mengiring Tuhan sampai akhir hidupnya, tetap dlm Tuhan atau tdk.
Kedua, jika positif terinfeksi virus Corona bkn berarti pasti mati. Memang data menunjukkan lebih bnyk jumlah kematian akibat terinfeksi virus ini drpd jumlah korban yg akhirnya sembuh. Mati dan hidup ada di tangan Tuhan, virus Corona hanyalah pemicunya saja. Di sinilah iman seseorg diuji, apakah pasrah pd realita atau melawan kemungkinan utk mati. Mgkin saja Tuhan menguji iman seseorg dg mengizinkan org itu terinfeksi virus Corona, kita tdk tahu jalan pikiran Tuhan, artinya jgn cepat menilai sesuatu sblum mencapai ‘finalnya’.
Berkomentarlah yg membangun iman, tetap menjaga kesehatan pribadi dan bersama, tetap bangun hubungan yg intim dg Tuhan.