DI 14042020
Mazmur 143:5
- Aku teringat kepada hari-hari dahulu kala, aku merenungkan segala pekerjaan-Mu, aku memikirkan perbuatan tangan-Mu.
Mazmur ini ditulis oleh Daud ketika dia sangat terhimpit oleh tekanan para lawannya, hingga tak ada waktu lg utk bnyk merenungkan pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan.
Org yg sangat mengasihi Tuhan akan jg mencintai firman-Nya. Daud sangat menikmati waktu-waktu dia memiliki wkt utk merenungkan Tuhan dan segala perbuatan-Nya. Meskipun dia seorg raja dan tentu saja memiliki bnyk hal yg hrs dikerjakan, namun dia tetap menyediakan waktu khusus utk bnyk merenungkan Tuhan. Daud memiliki management waktu yg baik, waktu yg ada dia isi dg hal-hal yg menjd prioritasnya, termasuk dlm hal kerohanian pribadinya. Bagi Daud itu sdh spt sebuah ‘harga mati’ yg tdk bs lg ditawar-tawar utk digantikan dg aktivitas lainnya, atau dg hal-hal yg menyenangkan hatinya saja. Dia memang raja atas Israel, tp dia sadar bhw Tuhan adalah raja atas dirinya.
Namun situasi seringkali memberi kita tekanan yg bs mengakibatkan kita stress, patah semangat, ketakutan, kuatir hingga hilang kegairahan kita pd hal-hal rohani. Kita bs tdk lg mengasihi Tuhan krna jiwa kita merana krna penderitaan yg kita alami, hati kita menjd penuh dg ketakutan shga sulit bagi kita utk tetap percaya pd janji-janji Tuhan. Di saat spt itu apakah kita spt Daud yg mengingat-ingat ketika kita dg bebasnya pny bnyk wkt utk merenungkan Tuhan dan firman-Nya? Kalau kenangan ttg itu masih ada, berarti kasih kita pd Tuhan itu masih ada, hanya saja mulai meredup, jgn dibiarkan hingga padam. Mulailah kembali disiplin dlm mengatur wkt, masukkan porsi wkt utk membangun kerohanian kita, krna itulah yg hrsnya kita lakukan.
Apakah hari-hari ini kita takluk oleh tekanan kehidupan? Bangun kembali kerohanian kita dan pulihkan kembali kasih kita pd Tuhan. Jgn tunda lagi.