Hanya Soal Perasaan?

DI 23042020

1 Raja-raja 11:1,6
Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,

  • dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.

Cinta bkn sekedar sebuah bentuk perasaan, tp cinta jg faktor penentu arah langkah kita nantinya, apakah menuju surga atau neraka.

Sejak dr zaman dulu, Tuhan sdh melarang umat-Nya menikah dg org di luar bangsa Israel sndri krna bangsa-bangsa lain mempraktekkan penyembahan berhala. Dr generasi ke generasi terulang dosa yg sama dan akibatnya bangsa Israel masuk dlm ‘jebakan cinta dan nafsu badani’, hingga menyebabkan murka Tuhan turun. Di zaman ini tentu aplikasinya sedikit berbeda, bkn lg hrs menikah dg org sebangsanya saja, tp jgn menikah dg org yg tdk seiman, org yg tdk menyembah Tuhan Yesus. Boleh menikah dg yg tdk sebangsa atau sesuku, asalkan sama-sama sbg umat Tuhan. Dan hal ini hrs diwaspadai semenjak pertemanan dg org lain itu dimulai.

Faktor wajah tampan atau cantik, faktor hasrat sexual, faktor kekayaan dan kekuasaan, biasanya menjd alasan mengapa berani melanggar larangan Tuhan utk jatuh cinta dan menikah dg yg tdk seiman. Lama kelamaan terbujuk rayuan utk meninggalkan iman pd Tuhan dan mengikuti iman pasangannya. Terlebih lg pandangan ttg toleransi yg kebablasan, bila ada anggota keluarga yg kemudian menjd penganut iman yg bkn pd Tuhan Yesus diangggap itu sbg hak asasi, dan dibiarkan saja krna alasan dia sdh dewasa dan bs memilih sndri siapa yg mau dipercayai dan diimani. Toleransi berlaku utk menghormati iman org lain, bkn berarti membiarkan anggota keluarga kita meninggalkan iman pd Tuhan dg sebebas-bebasnya. Tuhan akan minta pertanggung jwban dr org yg membiarkan bgtu saja hal itu terjd.

Apa dan siapa yg kita cintai hari-hari ini, biarlah itu justru membantu kita berjalan semakin mantap di jalan Tuhan shga arah langkah kita pastinya menuju surga.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.