Berdoa Bukan Menggerutu

DI 24042020

Yakobus 5:13 KJV
Is any among you afflicted? let him pray. Is any merry? let him sing psalms.

  • Adakah di antara kalian yang menderita? Biarlah dia berdoa. Ada yang bergembira? Biarlah dia menyanyikan mazmur

Efek dr pandemi Covid-19 memang menyentuh hampir seluruh sisi kehidupan manusia, mulai dr kesehatan, ekonomi global, hingga hidup kerohanian kita.

Salah satu akibatnya adalah munculnya penderitaan, baik krna sakit atau masalah yg ada. Selama pandemi ini berlangsung, kita dianjurkan utk meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya dg menjaga sukacita kita tetap penuh, memiliki hati yg gembira. Tp bgmna jika sdh susah dan menderita bs memiliki hati yg gembira? Ayat ini mengajar bhw kalau sdg menderita, maka berdoalah. Di sinilah letak cara pikir manusia kita dg cara pikir Tuhan. Manusia berpikir bhw susahnya hilang dulu br bs berdoa dg khusuk. Tp Tuhan mengajar kita utk berdoa justru di tengah kesusahan yg dialami. Agaknya kita perlu memahami ttg doa, krna kita terbiasa diajarkan utk berdoa scra khusuk dan tenang.

Doa itu komunikasi 2 arah dg Tuhan. Jd bgmna suasana wkt kita berdoa pasti tdk akan selalu sama. Ada wkt kita berdoa di suasana yg tenang dan teduh, ada jg di wkt yg terdesak dan terancam, kita jg menaikkan doa berupa berseru pd Tuhan meminta pertolongan-Nya. Jd kita hrs paham bhw berdoa tdk selalu bs dlm keadaan yg tenang dan tdklah berdosa kalau kita berdoa saat sdg menderita, menyampaikan keluh kesah di hadapan Tuhan. Lbh baik jujur drpd munafik saat berdoa, bacalah bgmna Daud berdoa pd Tuhan, dia jujur apa adanya. Jgn curhat di medsos krna semua org tdk dwsa cara berpikirnya, yg ada kita justru dikecewakan bahkan dianggap tdk dwsa rohani. Jgn andalkan pertolongan manusia.

Berdoalah saat kita menderita, doa yg jujur di hadapan Tuhan, bknkah Tuhan tahu isi hati kita? Jd knpa hrs munafik saat berdoa? Jujurlah!

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.