DI 08052020
Amsal 10:16
- Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.
Penghasilan kita apakah berupa gaji, bonus, laba usaha, dsbnya, ternyata pny dampak terhadap perbuatan kita, tergantung apakah kita org benar atau fasik.
Org benar mencari uang dg tujuan mulia, yaitu mencukupi biaya hidup bahkan dialokasikan sebagian utk menolong org lain yg membutuhkan. Tentu saja org benar ini mencari uang dg cara yg benar atau halal, tdk melanggar hukum Tuhan dan jg hukum negara. Uang yg diperoleh menjd spt sebuah mata air di padang gurun, istilahnya penghasilan org benar itu menjd berkat dr Tuhan, baik utk dirinya sndri maupun utk org lain jg. Dampaknya adalah uang menjd sesuatu yg menyokong kehidupan, bkn justru menjerumuskan org kpd dosa, inilah alasan knp kita tdk boleh tamak akan uang, saat uang bertambah bnyk maka bs saja uang justru ‘memperbudak’ org yg memilikinya.
Uang yg didpt dg cara yg tdk benar dan tdk halal maka menjd sebuah daya pikat dosa terhadap org fasik. Uang menarik seseorg utk lebih lg cinta uang krna bs memperoleh uang dlm jumlah besar dg cara yg melanggar hukum Tuhan dan hukum negara. Mulailah org terlibat perbuatan dosa spt berjudi, bermain wanita, korupsi, dsbnya. Makin bnyk uang makin pikiran seseorg bs terpengaruh utk berbuat dosa jika tdk memiliki pengendalian diri yg baik dan kuat. Pergaulan di kalangan org berduit seringkali menjerumuskan bnyk org dg gaya hidup mewah namun semua dilakukan dg berhutang, akibatnya suatu saat hutang makin menumpuk dan terjebak dg bunga hutang yg besar. Jaga pergaulan kita.
Jgn cinta uang, namun cintailah Tuhan dan sesama dg menggunakan uang kita utk hal-hal mulia dan meringankan beban org lain yg sdg dlm kesusahan.