Hati dan Lidah

DI 09052020

Amsal 10:20 KJV
The tongue of the just is as choice silver: the heart of the wicked is little worth.

  • Lidah orang benar itu seperti perak pilihan, hati orang fasik itu sedikit nilainya.

Di sini penulis amsal membandingkan lidah dengan hati, apa maksudnya kedua hal ini diperbandingkan?

Sesuatu yg diucapkan itu meluap dr hati, artinya tdk lg hanya tersimpan dlm hati namun sdh dinyatakan lewat perkataan. Org benar bersifat terbuka artinya tdk punya pikiran negatif atau yg aneh-aneh, tdk ada niat jahat atau buruk, perkataanya merupakan isi hatinya. Sementara itu sesuatu yg msh tersimpan dlm hati tdklah bs diketahui isinya oleh org lain. Hati org fasik sedikit nilainya, artinya hatinya menjd sesuatu yg kurang berharga, ibarat barang ya harganya rendah alias murahan. Krna hidupnya fasik, tahu kebenaran tp tdk mau utk mempraktekkannya dlm keseharian hidupnya, org fasik cenderung bersifat munafik, bs lain di bibir lain di hati, ada udang di balik batu, bs saja ada niat buruk yg terselubung dlm tindakan dan perkataannya.

Jgn hidup sbg org fasik jika tdk ingin kita menjd pribadi yg tdk dihargai dan dihormati org lain. Tetapi hiduplah sbg org benar, meskipun melewati bnyk proses kehidupan namun menghasilkan hidup yg berkualitas dan berharga. Jgn hidup dlm kemunafikan, namun hidup sbg suratan Kristus yg terbuka, tdk ada kemunafikan di dlmnya. Tdk ada kepalsuan, yg ada hanyalah keterbukaan yg bs dipertanggung jwbkan. Lidah yg spt perak pilihan adalah lidah yg mengucapkan hal yg berharga, bkn omongan kosong. Terlatih utk berkata-kata dg baik dan benar serta berdampak positif bagi org yg mendengarnya. Yg dikatakannya adalah sesuatu yg berharga spt nasehat, pengarahan, petunjuk hingga perkataan doa yg menggerakkan hati Tuhan.

Jadilah org yg bs dipercaya perkataannya, selalu mengucapkan yg baik dan berguna, bkn sekedar yg hanya enak didengar telinga saja.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.