Kepala Orang Benar

DI 13052020

Amsal 10:6 KJV
Blessings are upon the head of the just: but violence covereth the mouth of the wicked.

  • Berkat-berkat ada di atas kepala orang benar, tapi kekerasan menutupi mulut orang fasik.

Berkat Tuhan itu tdk perlu dicari spt org mencari uang, krna kalau kita hidup benar di hadapan Tuhan, maka berkat Tuhan ada di atas kepala kita.

Sesuatu yg ada di atas kepala itu membuat kita tahu apa yg org itu miliki, misalnya mahkota kerajaan, ada di atas kepala siapa, dialah sang rajanya. Polisi dan tentarapun pny topi khusus di atas kepalanya sbg sebuah identitas. Abu di taruh di atas kepala pd zaman itu menandakan seseorg sdg berkabung. Kalau yg ada di atas kepala seseorg itu berkat maka kita tahu bhw dia itu org benar, spt mahkota atau topi menudungi kepala, berkat Tuhan itu menjd tudung dr kehidupan org benar, ke manapun dia pergi maka berkat Tuhan selalu menyertainya, tdk akan pernah kekurangan berkat bagi mrka yg hidup benar di hadapan Tuhan.

Jd apa yg ada di kepala kita? Lbh detail lg yaitu apa yg ada di dlm otak kita? Pikiran yg kudus dan baik ataukah pikiran yg najis dan jahat? Tdk mgkin org yg tdk kudus hidupnya akan memiliki berkat Tuhan di atas kepalanya. Berkat Tuhan bkn bcra ttg wujud berkatnya, tp mengenai kondisi kita di pandangan mata Tuhan, kita ini org yg terberkati atau sebaliknya, hidup dlm kutuk dr Tuhan. Di sinilah kita perlu utk menjaga kepala kita dr berbuat yg jahat. Bbrpa indera utama terletak di kepala kita: mata (penglihatan), mulut dan lidah (pengecap) , telinga (pendengaran) dan jg hidung (penciuman/mendeteksi bau). Jd kepala itu penting dijaga, ini jg berarti perlu pengendalian diri saat kita menggunakan mata, telinga, mulut, hidung, jgn sampai justru merusak hidup kita dan org lain.

Apa yg ada di atas kepala kita? Lihatlah dlm hidup kita, apakah kita sdh hidup benar di hadapan Tuhan?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.