DI 08062020
Ayub 1:12
- Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
Mgkin pikiran yg hrs kita koreksi bersama adalah bhw ketika kita hidup benar dan berdamai dg Tuhan, maka semuanya akan baik-baik saja, ini yg hrs dikoreksi.
Apa salah Ayub terhadap Tuhan? Tuhan sndri mengakui bhw Ayub hidup berkenan di hadapan-Nya. Ayub pasti berdosa tp dosanya diampuni Tuhan, tentunya dg cara yg berlaku di zaman itu. Tiba-tiba dlm sekejap hidup Ayub spt ‘kiamat’ rasanya, harta ludes, anak-anak semuanya mati dan isterinya malah menyuruhnya mengutuki Tuhan. Kalau ada damai dg Tuhan, mengapa ini terjd? Bknkah semua hrsnya baik-baik saja, tambah kaya, keluarga bahagia, dsbnya? Di sinilah kita hrs paham bhw ada 2 tahapan penting dlm hidup org percaya, sayangnya tahapan ke-2 tdk disadari bakal terjd sekalipun sdh hidup benar dan takut akan Tuhan.
Tahap pertama adalah ‘diberkati sementara’, artinya setelah bertobat, percaya Tuhan, hidup benar dan takut akan Tuhan, maka kita akan hidup dlm perkenanan Tuhan, kelihatannya semua akan baik-baik saja setelah menghadapi bnyk masalah kehidupan. Lalu kita berpikir bhw ini akan berlanjut hingga kita tua dan meninggal. Tp ternyata ini keliru. Tahapan kedua adalah ‘diberkati permanen’, sampai kita meninggal tetap dlm keadaan diberkati. Namun hrs menghadapi ujian ‘terdahsyat’ dlm hidup kita, kasusnya mgkin tdk sama spt yg terjd pd Ayub, tergantung Tuhan yg membuat ujian-Nya spt apa. Di saat ujian ini dtg, bnyk org yg kaget dan ‘rontok’ imannya, bahkan murtad meninggalkan Tuhan krna tdk tahan dg ujian penderitaan yg di luar kebiasaan. Namun bagi yg lulus akan menerima berkat yg permanen, seumur hidup.
Bkn berarti tdk akan ada masalah setelah menerima berkat permanen, selama kita berinteraksi dg sesama manusia, pasti bs timbul masalah. Namun Tuhan mendampingi kita melewati semuanya, tdk akan berkekurangan jasmani dan rohani.