Penuh Ketenangan

DI 09062020

Pengkhotbah 4:6 KJV
Better is an handful with quietness, than both the hands full with travail and vexation of spirit.

  • Lebih baik sebuah tangan penuh dengan ketenangan, daripada kedua tangan penub dengan kerja keras dan kekesalan roh

Mnrut pandangan kita pasti lebih baik kedua tangan kita penuh dg sesuatu drpd hanya satu tangan saja, namun dlm bbrpa hal tertentu justru tdklah demikian.

1 tangan penuh dg ketenangan itu lebih baik drpd 2 tgn penuh dg kerja keras dan kekesalan roh. Bekerja keras demi memiliki jumlah uang yg bnyk, demi masa dpn, demi keluarga, dsbnya, tentu saja ini hal yg baik, namun jika dg kita bekerja keras namun efek sampingnya justru membuat roh kita lelah, frustasi, kuatir, takut, malah ini semua membuat hidup menjd sia-sia dan berat utk dijalani. Penulis kitab Pengkhotbah mengingatkan bhw kita bekerja keras namun hrs menghasilkan ketenangan dlm hidup kita: biaya kebutuhan hidup tercukupi, memiliki tabungan masa depan dan masih bs memberi pd sesama. Tp sayangnya, kita hrs mengosongkan tangan yg satunya lg.

Ketenangan hidup kita jgn disandarkan pd jumlah harta yg kita miliki, tp pd hubungan kita dg Tuhan yg intim. Spt pohon yg ditanam di tepi aliran air, tak pernah akan kekurangan asupan air yg diperlukan, beda dg pohon yg ditanam di ladang, tergantung irigasi dan baik buruknya curah hujan. Bersandar pd harta hanya menghasilkan ketenangan yg semu, suatu saat harta bs meninggalkan hidup kita. 1 tangan penuh dg ketenangan dan 1 tangan yg kosong kita isi dg hubungan yg intim dg Tuhan, maka kita akan memiliki ketenangan yg berlapis ganda, saat kita kehilangan harta, kita masih punya Tuhan yg adalah Sumber berkat, kita bs saja kuatir tp tdk sampai menjd takut yg berlebihan.

Harta spt sebuah benteng bagi kita, namun sebuah benteng bs saja dirubuhkan dan diruntuhkan, tp Tuhan yg menjd Benteng Hidup kita, tdk akan pernah bs dihancurkan, kita aman berlindung di dlm Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.