DI 11062020
Lukas 14:11
- Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Tinggi dan rendahnya martabat kita di lingkungan kita beraktivitas memang perlu kita pahami dg benar shga segala sesuatunya bs berjalan dg baik tanpa menimbulkan masalah.
Misalnya di tempat kita bekerja, sadari bhw kita ini pimpinan atau bawahan, jgn bawahan bersikap spt pimpinan demikian jg pimpinan hrs menjaga sikap jgn sampai tdk dihormati oleh bawahannya. Demikian jg dlm rumah tangga, peran suami jgn sampai diambil alih oleh istri krna suami hidup tdk bertanggung jwb, demikian jg sebaliknya. Di komunitas apapun kita berada, jgn kita meninggikan diri dan kehilangan kerendahan hati. Berperanlah sesuai dg fungsi kita dlm masyarakat maupun lingkungan pribadi. Bila ini dilakukan maka akan tercipta keharmonisan dan kesatuan di dlm komunitas kita, semua bs berjalan dg baik dan bnyk manfaat bs kita nikmati dr peran dan fungsi kita masing-masing.
Knp seseorg meninggikan diri? Bnyk sebabnya, salah satunya krna masa lalu yg pahit, pernah menjd org yg direndahkan dan dihina, dendam dan ujungnya adalah pembuktian diri bhw dia org yg pantas dihormati. Dulu miskin dan tdk berpendidikan tinggi, setelah sukses hidupnya, dendamnya tetap ada, ingin diakui dan dihormati. Bangga dg harta kekayaan yg dimiliki, sejak lahir tdk pernah hidup susah dan berkekurangan shga org yg miskin dinilai sbg org rendahan, bodoh, bs diperlakukan semaunya dan tdk selevel. Terburuk adalah ketika seseorg mulai bs merasa tdk butuh Tuhan lg, semua bs krna pny bnyk uang dan relasi org-org hebat. Jgn sampai kita menjd spt itu, kita pasti akan dipermalukan oleh Tuhan dan sesama kita.
Bersikaplah sederhana, bersahaja namun tetap berwibawa, hormatilah org lain dg selayaknya, jgn gila hormat dan kedudukan, ingat ada mata Tuhan yg mengawasi setiap kita.