DI 22062020
Yesaya 1:9
- Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.
Menarik sekali bhw apa yg terjd di Sodom dan Gomora seringkali disebut lagi di zaman sesudahnya utk mengingatkan ttg dosa-dosa yg dilakukan bangsa Israel, bahkan jg menjd peringatan bagi kita.
Dlm Kejadian 13:13 dijelaskan bhw penduduk Sodom dan Gomora berlaku sangat jahat dan berdosa pd Tuhan, sementara di daerah sekitarnya itu banyak air dan spt taman Tuhan, jd sangat baik keadaannya shga Lot memilih daerah itu sbg tempat tinggalnya saat berpisah dg Abraham. Hidup sejahtera bkn berarti menjauhkan kita dr berbuat dosa krna seringkali kita berpikir bhw org melakukan dosa krna terdesak keadaan dan krna sangat menderita. Tentunya pikiran ini tdk benar, krna justru ketika hidup nyaman dan tenteram, org terkadang lebih tergoda utk berbuat dosa, menghamburkan harta, dsbnya. Bangsa Israelpun demikian, ketika negri mrka dlm keadaan baik, mrka malah meninggalkan Tuhan.
Ketika kita susah dan menderita, mudah bagi kita utk berkata bhw semua yg kita pny itu berasal dr Tuhan, Dia yg memberikannya pd kita. Tapi ketika kita mulai makmur dan sejahtera, kita mulai berkata bhw yg kita pny itu adalah hasil kerja keras kita. Mulai timbul pemikiran bhw kita bs sndri tanpa Tuhan. Lot memang bs menjaga diri agar tdk terkotori oleh kelakuan penduduk Sodom dan Gomora, namun itu membuat jiwanya tertekan: mgkin ingin pindah ke tempat lain namun sayang utk meninggalkan wilayah yg subur dan baik itu. Hampir saja dia dan keluarganya ikut mengalami hal buruk ketika Tuhan menghancurkan kota Sodom dan Gomora, tapi Tuhan tentu memisahkan org benar dr org fasik.
Jgn kita melupakan Tuhan di saat kita mengalami keadaan yg baik, ingat siapa kita jika tanpa Tuhan yg bekerja di dlm hidup kita.