Tabungan Kebaikan

DI 01072020

Mazmur 31:19

  • Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!

Bagi kita yg percaya dan berlindung pd Tuhan akan disediakan kebaikan yg besar dan berlimpah, disimpan Tuhan bagi org yg takut akan Tuhan.

Spt orgtua menabung uang utk keperluan anak-anaknya di masa dpn, demikian jg Tuhan menyimpan kebaikan yg besar dan berlimpah bagi org-org yg hidupnya takut akan Tuhan. Ibarat tabungan maka jumlah uang dlm tabungannya itu lebih dr cukup utk memenuhi biaya pendidikan anak-anak, bs memberikan mrka pendidikan yg terbaik di sekolah atau universitas yg memang berkualitas. Knpa kebaikan itu Tuhan simpan? Supaya bs digunakan di saat kita memerlukannya, saat menghadapi masa sukar, penderitaan, putus asa, dsbnya, Saat org lain tdk bs menolong kita, Tuhan berikan kebaikan yg Dia simpan utk membuka jalan keluar dan membuat sebuah terobosan yg kita butuhkan.

Jgn bersandar pd kekuatan kita sndri, tp andalkanlah Tuhan. Di saat ada kesempatan utk berbuat baik, lakukanlah dg tulus hati, nanti Tuhan pasti akan memberi balasannya. Mgkin tdk sekarang, nanti saat kita memerlukannya maka itu akan menjd sangat berguna. Contohnya dlm kisah Mordekhai, paman Ester, yg pernah berjasa terhadap raja Ahasyweros, ternyata jasanya br diingat raja bbrpa waktu kemudian dan itu sangat tepat berkaitan dg rencana jahat Haman. Spt aliran air yg membw kembali apa yg dihanyutkan, spt itulah kebaikan yg kita buat akan kembali pd diri kita. Tuhan itu adil, Dia membalaskan sesuai dg apa yg kita perbuat, baik atau jahat, suatu saat kita akan menerima balasannya.

Tekunlah dlm berbuat baik selama masih ada wkt, meskipun kebaikan kita tdk diresponi dg sepantasnya, tetaplah berbuat baik krna kita memiliki kasih Tuhan dlm hidup kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.