Tuhan Ingin Kita Punya Belas Kasihan

DI 02072020

Matius 12:7

  • Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.

Bbrpa kasus hukum kita temui bahwa ternyata pernah terjd seseorg divonis penjara sekian tahun namun setelah puluhan tahun kemudian barulah ditemukan bhw org itu bkn pelaku kejahatan yg sesungguhnya. Salah menghukum org.

Opini publik seringkali membuat penilaian kita terhadap seseorg atau sesuatu menjd tdk adil dan cenderung salah. Misalkan di sebuah jalan yg terjd peristiwa penjambretan, demi menyelamatkan dirinya si penjambret justru meneriakkan si korban sbg penjambretnya. Massa yg tdk teliti pd akhirnya menghakimi si korban dg pukulan dan tendangan, sementara si penjambretnya sndri perlahan-lahan mencoba melarikan diri dr tempat kejadian. Setelah dicheck br ternyata diketahui org yg dihakimi itu ternyata korban penjambretan. Ini contoh sesuatu yg bs mempengaruhi pikiran kita krna opini org lain. Apa yg org bnyk anggap itu benar, blm tentu memang benar adanya, jgn mudah terpengaruh.

Milikilah belas kasihan, artinya bkn curiga yg dikedepankan, walau memang kita hrs tetap waspada terhadap siapapun. Taat pd Tuhan itu bkn cuma terhadap sebagian perintah-Nya, tp seluruh perintah-Nya hrs ditaati, tdk ada yg dikecualikan. Kerohanian kita tdk hanya soal ibadah pd Tuhan, tp jg bgmna kita memperlakukan org lain dan sesama dlm keseharian kita. Peka dg kebutuhan org lain itu menggerakkan hati kita utk memberi pertolongan, sedangkan opini kita terhadap keadaaan seseorg cenderung menahan diri kita utk melakukan kebaikan. Hafal bnyk ayat Alkitab tdk sebanding dg mempraktekkan ayat tsb dlm hidup kita. Tuhan menilai bgmna kita menjd pelaku firman, bkn sbg ahli Alkitab semata.

Yg dilihat mata blm bs membuat kita memahami keberadaan org lain scra utuh, kasih kita hrs melampaui logika berpikir kita, jgn sampai kita salah bersikap terhadap sesama.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.