Apa Harus Seperti Itu?

DI 23092020

Yesaya 20:2

  • pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu ia pun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.

Tentu rasanya sulit di posisi nabi Yesaya wkt mendengar perintah Tuhan utk berjalan telanjang dan tanpa kasut hanya utk menunjukkan keadaan yg nantinya akan dialami oleh orang Mesir dan Etiopia, bukankah itu sesuatu yg tdk sopan dan memalukan?

Inilah pengabdian seorg nabi yg melayani Tuhan sepenuh hati, apapun dilakukan krna taat dan mengasihi Tuhan. Bukankah kita sering mengobral perkataan: “Apa sih yah nggak buat Tuhan?” Semua yg Tuhan minta utk saya lakukan ya pasti saya lakukan.” Kita bcra spt itu hanya demi sebuah ‘image positif’ dan demi terlihat cinta Tuhan dan ‘full heart’ demi Tuhan. Ketika nanti Tuhan menyuruh sesuatu yg sdkit menyita waktu dan menggeser jadwal kita bersantai, kita mulai mencoba tawar menawar dg Tuhan, kalau bisa apa yg Tuhan suruh dibatalkan atau Tuhan suruh org lain saja. Itulah tong kosong nyaring bunyinya, mengaku cinta Tuhan pdhal masih cinta diri sndri. Munafik.

Jika Tuhan menyuruh kita, bahkan sesuatu yg mengusik ketenangan dan harga diri, apakah kita mau dan siap utk melakukannya? Kalau yg Tuhan suruh justru membuat kita merasa malu dan dihina bnyk org, masih mau melakukannya? Masih mau taat? Sadarlah bhw kita berusaha dekat dg Tuhan bkn krna dasar kasih dan mencintai Tuhan, tp krna takut tdk ditolong saat menghadapi masalah sukar. Ini tipe penyembah berhala, berdoa pd yg dia sembah spya dijauhkan dr yg buruk dan jahat, tp tdk pny hubungan yg intim dg apa yg dia sembah. Hubungan sangat kaku dan tdk ada ‘gregetnya’. Kalau hubungan kita dg Tuhan hanya spt itu, bertobatlah krna sesungguhnya kita tdk mengasihi Tuhan, kita hanya takut Tuhan melakukan yg buruk dlm hidup kita. Ingat, Tuhan kita bukan preman yg jika dikasih sesuatu maka hidup kita jd aman.

Tuhan mau kita mengasihi Dia dg sepenuh hati, Dia tdk butuh uang kita, tp Dia mau hati kita sungguh-sungguh terarah pd Tuhan. Persembahan uang kita bknlah tolak ukur kasih kita pd Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.