DI 22092020
Ibrani 6:15
- Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
Sering kita berpikir bhw krna Tuhan itu Mahakuasa maka semua begitu mudah dan serba cepat, tdk butuh waktu lama utk Dia menggenapi apa yg dijanjikan-Nya, namun ternyata pikiran kita ini salah.
Abraham dijanjikan Tuhan pd saat berumur 75 tahun bhw ia akan diberi Tuhan keturunan (Kejadian 12:2) dan barulah 24 tahun kemudian isterinya, Sara hamil dan setahun kemudian melahirkan Ishak (Kejadian 21:5). 25 thn menunggu janji Tuhan dg kondisi mrka yg sdh tua tentu spt menunggu sebuah hal yg blm tentu bs terjd. Knp butuh wkt lama hanya utk membuat Sara hamil pdhal bagi Tuhan hal itu sesuatu yg sangat mudah? Di sinilah kita perlu bljar ttg janji Tuhan: bhw ketika Dia menjanjikan sesuatu, sbnarnya Dia jg sdg mengajar kita sesuatu, tp kadang kita hanya fokus menunggu Dia menggenapi janji-Nya, tanpa menyadari apa yg sbnarnya sdg Tuhan bentuk dlm diri kita.
Jika kita hrs menunggu dlm jangka wkt yg lama, sadarlah bhw Tuhan sdg membentuk level kesabaran kita menjd lebih baik lg. Mgkin kita jika dlm posisi Abraham, tahun ke-10 saja bs jd kita sdh tdk lg memikirkan janji Tuhan, mgkin sdh tdk percaya lg bhw hal itu akan terjd. Tapi mengapa Abraham bs sabar menantikan Tuhan menggenapi janji-Nya? Pdhal di tengah penantiannya, Sara, isterinya berbuat sesuatu yg berusaha ‘menggeser’ iman Abraham dr Tuhan, mengusahakan pny anak dg cara budaya mrka sndri shga lahirlah Ismael dr Hagar, budak mrka. Abraham pernah berhenti bersabar dan ‘jatuh’, tp dia mulai lg utk mulai bersabar shga pd akhirnya dia mengalami sndri janji Tuhan digenapi dlm hidupnya.
Ketika kita pernah berhenti bersabar dan berbuat salah, mulailah kembali utk bersabar hingga janji Tuhan digenapi dlm kehidupan kita, teruslah berharap dan bersabar.