DI 07102020
Matius 11:1
- Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
Ayat ini berlatar belakang pengutusan kedua belas murid Yesus utk pergi menginjil dan melakukan mujizat di kota-kota bangsa Israel, dan kemudian Yesus sndri pergi melayani di kota-kota asal para murid-Nya.
Mengapa para murid tdk pergi melayani ke kota-kota asal mrka masing-masing? Tentu kita ingat ketika Yesus sndri pernah tdk dihargai oleh org-org sekampung-Nya sndri ketika Dia mulai mengajar dan mulai melakukan mujizat. Respon negatif org sekampung-Nya ini pd akhirnya menjd sebuah ‘hambatan’ utk Yesus lebih leluasa melayani di kampung-Nya sndri. Tdk bnyk mujizat yg Yesus lakukan di sana, krna tdk ditemui iman yg cukup pd org-org itu, mrka memandang Yesus hanya dr sisi manusia-Nya saja, dilihat silsilah keluarga dan disinggung mengenai pekerjaan ayah-Nya yg hanya seorg tukang kayu. Salah menilai Tuhan bs berakibat sangat fatal, kuasa Tuhan menjd terhambat utk dinyatakan.
Terjd sebuah metode plynan yg efektif dlm kisah ini, saling melayani dan hasilnya luar biasa. Kadang kita tdk ingin saling melayani dg beragam alasan, pdhal Tuhan mengatur semuanya demi kebaikan bersama. Kuasa sdh diberikan tp kita enggan utk menggunakannya, shga bnyk hal yg seharusnya bs tercapai maksimal, namun yg dihasilkan hanyalah porsi kecil dr yg maksimal itu. Tuhan menyertai kita, Dia tahu apa yg kita butuhkan, namun Dia butuh kerjasama kita, ikuti arahan dan rencana-Nya, taat dan setia melayani apapun dan kemanapun Tuhan mengutus kita, buang segala ego dan kemalasan kita, gantikan dg hati yg taat dan sukacita dlm melayani Tuhan.
Kita adalah rekan sekerja Tuhan, bekerjalah bersama dg Tuhan, belajar sehati dan sepikir dg Dia, maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dan nama Tuhan dimuliakan.