DI 22102020
Efesus 3:13 KJV
Wherefore I desire that ye faint not at my tribulations for you, which is your glory.
- Oleh karena aku mendambakan bahwa kamu tidak lemah atas kesukaran-kesukaranku untukmu, yang mana adalah kemuliaanmu
Bgmna rasanya melihat org lain menderita krna kita? Pasti ada rasa tdk tega, kalau bs kita ikut menanggung bersama-sama, bahkan kita ingin jika mgkin kesukaran itu tdk perlu ada. Itu manusiawi.
Namun dlm keKristenan justru kemuliaan itu bersanding erat atau berpasangan dg kesukaran dan penderitaan. Contohnya spt orgtua yg rela menderita, menerobos kesukaran hidup demi masa dpn anaknya. Yg menderita itu orgtua, tp yg senang nantinya adalah anak-anaknya. Bukankah jg Kristus Yesus telah mati disalib demi memperdamaikan kita dg Bapa? Tuhan yg kudus hrs seketika menanggung dosa dan kutuk demi keselamatan seluruh manusia. Di sinilah pikiran kita hrs ‘dicuci’ ulang dg kebenaran firman Tuhan, hrs sadar bhw sebuah kemuliaan hidup itu ada karena pihak lain yg menanggung kesukaran, dan ini jg yg hrs kita pahami bhw kita akan menanggung kesukaran dan penderitaan demi kemuliaan sdr seiman kita.
Semua rasul mengalami kesukaran dan penderitaan bahkan kematian demi Injil tetap diberitakan shga kita yg hidup zaman ini mengenal Injil dan menjd org percaya yg menantikan keselamatan yg utuh diberikan oleh Tuhan. Demi generasi berikutnya bs tetap mengenal Injil dan menjd percaya, kita pasti akan mengalami kesukaran demi kesukaran yg nantinya akan menghasilkan jiwa-jiwa yg bertobat dam percaya pd Yesus, itulah kemuliaan kita sbg org Kristen: Injil tetap diberitakan sekalipun mengalami hambatan bahkan nyawa menjd tuntutannya. Jgn kita menjd lemah atas kesukaran yg memang hrs dihadapi, apakah kita yg mengalaminya ataupun sdr seiman kita, penderitaan adalah benih sebuah kemuliaan.
Apakah kita sdg mengalami kesukaran? Tetaplah kuat dan jgn tawar hati, selama hidup di dunia akan selalu ada kesukaran dan penderitaan, tp jg nantinya kita akan melihat kemuliaan sbg buahnya.