DI 05012021
Yohanes 12:10-11
Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
- sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
Imam kepala seharusnya berfokus bgmna mengajarkan hukum Taurat pd rakyat dan melayani di Bait Suci, namun di zaman Yesus ada di dunia, ternyata mrka ‘gila hormat’ dan takut kehilangan popularitas.
Tentu kita bangga jika dihormati bnyk org, bkn krna jabatan dan kekuasaan yg kita miliki, tp krna kita memiliki karakter, tutur kata yg baik, dsbnya. Popularitas itu hrs kita pandang sbg sebuah dampak dr rasa hormat org bnyk terhadap kita, bkn sesuatu yg kita kejar dan prioritaskan. Apa nikmatnya menjd populer? Dipuji-puji dan disegani bnyk org? Ingatlah bhw setiap masa ada saja muncul org-org yg tiba-tiba menjd lebih populer dr kita, org bnyk bisa beralih perhatiannya pd org lain, ini kita bs lihat dr kemunculan Yesus dg pengajaran dan mujizat serta tanda-tanda ajaib yg Dia tunjukkan, menimbulkan kecemburuan dan berakibat dendam hingga timbul rencana utk membunuh Yesus dan jg Lazarus.
Pujian dr org lain bs menjd pemicu utk kita lebih bersemangat, tp jg bs berubah menjd spt ‘racun’ yg membunuh ketulusan yg kita miliki. Awalnya ketika dipuji kita berkata: “Puji Tuhan, semua ksrena anugerah-Nya”, lama kelamaan kita mulai berkata: “Wah, ternyata saya hebat jg yah …” Dan ketika org lain mulai memuji seseorg yg bisa membuat mrka kagum, kita kehilangan perhatian dan pujian, dan menilai org itu sbg sebuah ancaman, hrs ‘dibantai’ mental dan jika perlu buat strategi utk membuat dia jatuh. Hati kita mulai tercemar dan terpengaruh oleh pikiran jahat, keluar dr fokus utama kita yaitu mengerjakan sesuatu dg hasil yg maksimal sesuai dg profesi kita masing-masing. Justru kita mendpt penilaian buruk dr org lain krna ketahuan kita dendam terhadap seseorg.
Membangun nama baik dan menjaganya adalah hal yg lebih mulia drpd sekedar menjd populer yg sesaat saja, bawalah org utk menjd pengikut Kristus, bkn menjd pengikut kita.