Apa Itu Pengkhotbah

DI 20032021

Pengkhotbah 1:1

  • Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.

Kebanyakan anggapan bnyk org ialah si penulis kitab Pengkhotbah ialah Salomo, krna disebutkan jati dirinya sbg anak dr Daud dan sbg raja di Yerusalem. Benarkah demikian?

Mengutip dr Ensiklopedia Alkitab, kita temukan hal ini: Kendati penulis berkata bahwa dia raja Israel (Pkh 1:12), dan berbicara seolah-olah dia Salomo, tak pernah dikatakannya di mana pun bahwa dia adalah Salomo. Gaya bh Ibraninya berasal dari zaman sesudah Salomo. Belum dapat ditentukan kapan Pkh mendapat bentuknya yg sekarang, sebab tidak memuat acuan sejarah yg jelas dan dapat menolong. Biasanya disarankan kr 200 sM. Pengkhotbah dlm bhsa aslinya adalah qohelet yg berarti pengkhotbah, guru, pengajar dan jabatan pemanggil utk berkumpul. Jd ini bs memberi kita sdkit gambaran bhw kadang-kadang apa yg kita pikir benar ternyata ketika ditelusuri kebenarannya ternyata itu salah.

Ketika kita membaca keseluruhan isi kitab ini maka bnyk kita temui kata sia-sia yg tentu saja kalau kita memahaminya scra singkat, kesimpulan yg kita dpt ialah bhw hidup di dunia ini sia-sia, apakah kaya atau miskin, pny kedudukan tinggi atau rendah, berhikmat atau bodoh, itu semua akan menjd sia-sia. Kalau begitu, apa arti dr hidup ini, semua kembali ke tanah dan menjd debu pd akhirnya. Tentu saja kesimpulan ini sangat prematur, tdk bs dlm wkt yg singkat utk memahami isi dr kitab ini, kita perlu jg melihat dr sudut pandang Tuhan terhadap manusia. Apa yg menurut pandangan manusia itu sia-sia, bs saja berbeda dr sudut pandang Tuhan. Jd perlu pemahaman yg disertai dg pengalaman hidup kita, shga apa yg kita baca dr kitab ini bs bermanfaat dlm kehidupan kita sehari-hari.

Selain kitab Amsal, ada baiknya jg kita membaca kitab Pengkhotbah, melihat hidup manusia dr sudut pandang manusia, namun jgn menyimpulkannya scra dini, jgn salah mengertinya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.