Diberkati Atau Dikutuk?

DI 19032021

Amsal 11:26

  • Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.

Sbg penjual tentu memegang hak penuh atas strategi penjualan yg ingin dipakai saat menjual, ketika barang yg dicari sdg langka maka penjual bs menjualnya dg harga tinggi, keuntungan menjd berlipat.

Tp hal ini terjd kalau memang situasinya normal tentu tdk menjd masalah, tp kalau ini sengaja dikondisikan atau direkayasa demi spya menjual dg harga ‘gila-gilaan’ dan untungnya berkali lipat, maka ini bisa dikategorikan sbg sebuah tindak kriminal krna dg sengaja menimbun shga pembeli kesulitan utk mendapatkan kebutuhan yg dicarinya. Dlm ayat ini disinggung ttg gandum, bahan mknan tentu tergolong kebutuhan pokok yg tdk bs ditunda utk dibeli. Membiarkan org lain menderita kemudian baru menjualnya dg harga tinggi tentu membuat pembeli menderita dua kali lipat. Walaupun hak penjual utk menerapkan strategi penjualannya, namun kalau menyusahkan bnyk org, tentunya ini tdk patut dilakukan bagi org yg mengaku ber-Tuhan.

Setiap perbuatan kita tentu berdampak jg terhadap org lain, kita memang punya hak namun jgn sampai membuat orang lain menjd terganggu apalg menderita. Kalau sampai kita dikutuki org lain, tentu ini tdk menjd teladan yg baik, tdk memuliakan nama Tuhan jg. Jd lakukanlah hak kita dg cara yg benar shga yg dtg dlm hidup kita bkn kutuk melainkan berkat. Selain kita berbuat baik terhadap org lain, kita jg akan menerima berkat dr Tuhan. Disukai oleh manusia dan diperkenan di hadapan Tuhan, inilah yg hrs kita kejar dlm hidup kita. Disukai manusia tentu dlm batasan yg kita lakukan itu mensupport apa yg jd kebutuhan org lain, dan tdk bertentangan dg kebenaran firman Tuhan.

Mgkin kali ini kita yg menolong org lain, di lain wkt mgkin kita yg ditolong org lain, jd mari bangun hubungan dan komunikasi yg ‘sehat’ spya setiap waktu kita memiliki bnyk saudara dan sahabat yg saling peduli satu sama lain.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.