Kasih itu Aktif Bukan Reaksi

DI 28042021

Lukas 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Kasih dlm Kristen itu bukanlah suatu yg sifatnya ‘reaksi’ artinya hrs ada sesuatu terjd dulu baru kita melakukan sesuatu sbg balasannya atau respon kita.

Kasih dlm Kristen tdk bersifat ‘menunggu’ org lain berbuat baik terlebih dahulu, baru kita membalasnya dg kebaikan juga. Di sinilah kita belajar bhw kasih itu sifatnya ‘aktif’, tdk perlu menunggu org berbuat apa yg baik dulu kepada kita, kasih kita praktekkan sbg wujud ketaatan kita pd Tuhan, baik terhadap org yg sdh kita kenal maupun blm kenal, bahkan kita jg diajar utk mengasihi org yg membenci kita, pastinya yg benci kita tdk akan lagi berbuat baik terhadap kita, tp perintah Tuhan menyuruh kita justru ‘memberkati’ mrka dg membalas kejahatan mrka dg kebaikan kita, inilah knpa kasih dlm Kristen itu bersifat aktif, bkn pasif, bkn sebuah reaksi tp justru memberi contoh yg baik dan patut diteladani.

Jika ingin org bersikap memperlakukan kita dg baik maka kita hrs terlebih dulu melakukannya pd org lain. Realita yg kita temukan adalah ada saja org yg sengaja memanfaatkan kebaikan kita demi tujuan yg tdk benar. Di sini agaknya kita sedikit hrs mengabaikan hukum ‘tabur tuai’, tp bkn berarti ‘tabur tuai’ ini tdk benar. Yg bs kita pahami adalah masalah waktu saja, kita bersikap dan berbuat baik pd org lain belum tentu dlm wkt yg relatif cepat kita menerima perlakuan yg sama. Bahkan ada org yg baru tersadar sdh bersikap tdk baik pd kita di saat mendekati ajalnya. Jd sbnarnya memang masalah wkt saja, dan ‘tabur tuai’ itu tetap relevan dan berlaku, hanya saja waktu kpn kita menuainya bs saja cepat, tp bs saja jg lambat, di sinilah kesabaran diperlukan ketika kita sedang mempraktekkan kasih sbg seorg Kristen.

Aktiflah dlm mempraktekkan kasih, respon org lain bknlah sebuah hal yang jadi tolak ukurnya, taburlah apa yg baik dan suatu saat kita akan menuai jg yg baik dan menerima upah dr Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.