Makin Berhikmat Makin Buruk?

DI 29042021

Pengkhotbah 1:18 KJV
For in much wisdom is much grief: and he that increaseth knowledge increaseth sorrow.

Karena di dalam banyak hikmat itu banyak kekesalan, dan orang yang memperbanyak pengetahuan memperbanyak kepedihan

Apa yg ditulis oleh pengkhotbah dlm ayat ini sptnya berlawanan dg logika, makin berhikmat justru bnyk mengalami hal yg membuat kesal, makin pandai justru makin menemui bnyk kepedihan hati.

Apakah begitu menakutkannya menjd org yg berhikmat (bijak), punya pengetahuan yg banyak (pandai), bknkah seharusnya keduanya membuat hidup jd lebih baik lg kualitasnya? Utk mengetahui alasan knpa kesimpulan ini ditulis maka kita hrs teliti melihatnya scra konteks, artinya lihat ayat sblum atau sesudahnya di mana ayat ini ada, kita temui ada 2 ayat di atas yaitu Pengkhotbah 1 ayat 16-17, awalnya pengkhotbah sukses memperoleh dan menambah hikmat serta pengetahuan, lalu dlm ayat 17, dia melanjutkan utk mencoba memahami hal gangguan jiwa dan kebodohan, di sinilah pd akhirnya si pengkhotbah ini merasakan ‘kekesalan dlm roh’nya (vexation of spirit).

Knpa ingin jg memahami ttg gangguan jiwa dan kebodohan? Si pengkhotbah ini ternyata memiliki keinginan yg tulus utk menolong org yg jiwanya terganggu dan jg org yg bodoh. Dg hikmatnya dia ingin menolong org yg jiwanya terganggu dan dg pengetahuannya dia ingin menolong org bodoh utk menjd pandai, tetapi pd akhirnya justru dia mengalami kekesalan. Kita hrs sadar bhw ketika kita dg tulus ingin menolong org lain, ada saja kita temukan org-org yg tdk bs kita tolong, mgkin krna bebal, bodoh, tdk mau diberi nasehat, dsbnya. Ketika kita menolong org yg ‘salah’ maka itu bs justru membuat kita jengkel, frustasi bahkan kecewa dan ini bs membuat kita spt ‘menjaring angin’, melakukan sesuatu tp hasilnya sia-sia.

Jgn salah memahami ttg memiliki hikmat dan pengetahuan, keduanya sangat baik dampaknya bagi hidup kita, namun dlm hal menggunakannya utk menolong org lain, kita jg hrs menghindari utk menolong org yg ‘salah’, spya kita tdk kesal tp malah bersukacita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.