Permulaan Hikmat

DI 07052021

Amsal 9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Permulaan atau sesuatu yg menjd awal tentunya sangat penting, tanpa adanya awal maka sesuatu tdk bs dijalankan atau diteruskan.

Permulaan hikmat justru adalah takut akan TUHAN, jd takut akan TUHAN itu adalah bagian dr hikmat. Awal itu sesuatu yg pertama kali terlihat, maka kalau ada org yg kelihatannya bijaksana tapi hidup rohaninya tdk baik, bs dipastikan yg dia miliki itu bukanlah hikmat dr Tuhan, krna kalau hikmat dr Tuhan maka pertama kali yg terlihat adalah org itu hidup dlm takut akan TUHAN. Kalau dr awal tdk ada takut akan TUHAN, bisa sangat dipastikan bhw org itu hanya memiliki hikmat manusia yg bersumber dr pengalaman, budaya dan ilmu pengetahuan, memang bs membuat seseorg terlihat spt org bijaksana, namun tidaklah menjd jaminan bhw hikmat itu bs menyelesaikan atau menemukan solusi dr situasi maupun masalah yg sdg dihadapi.

Kalau ingin memiliki hikmat dr Tuhan, maka hrs dimulai dg kita berkomitmen utk hidup takut akan TUHAN. Berarti hrs belajar ttg firman Tuhan, tdk membiarkan diri tergoda oleh dosa dan memiliki kasih Tuhan dlm hidupnya. Sebagian org yg terlihat spt memiliki hikmat dr Tuhan, tapi ternyata itu adalah hikmat ‘campuran’, campuran dr pemahaman Alkitab, filsafat, budaya, ilmu pengetahuan, pengalaman, dsbnya. Pemilik hikmat ‘campuran’ ini mudah dikenali krna tdk percaya hingga 100% apa yg firman Tuhan ajarkan pd kita. Yg masuk logika diterima, yg tdk cocok dg logika ditolak utk dipraktekkan. Bs diumpamakan spt sebuah model agama yg merupakan gabungan dr semua agama yg telah ada sblumnya. Mgkin kelihatannya menarik, tp justru bs sangat menyesatkan.

Kita hrs mampu membedakan antara hikmat dr Tuhan dg hikmat manusia, mudah utk dibedakan: lihatlah pemiliknya apakah hidup takut akan Tuhan atau tidak.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.