DI 08052021
Filipi 4:22
Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.
Zaman itu Injil makin tersebar luas bagi para org di luar Yahudi (Israel) atau kita kenal sbg ‘Gentile’, dan ternyata Injil jg diterima oleh bbrpa org pejabat yg ada di istana Kaisar.
Politik dan kerohanian, bgmna kita hrs memandang keduanya? Apakah sejalan atau justru bertolak belakang? Apakah yg satu disebut profesi yg kudus dan yg lain disebut profesi tdk kudus? Di sinilah kita hrs melihat adanya kehidupan yg ‘pararel’ bagi kita sbg org Kristen, di satu sisi kita hidup dlm tubuh jasmani, dunia nyata, secara umum kita sebut sbg ‘sekuler’, di sisi yg lain kita hidup sbg org ‘rohani’, roh yg menghidupi tubuh, roh yg bs terhubung dg Tuhan, biasa kita jg kenal sbg ‘dunia roh’, maka 2 jabatan dlm 2 kehidupan ini menjd sangat penting, terutama jabatan yg berkaitan dg kekuasaan, pejabat politik bs mengatur dan menggunakan kekuasaan sbg pemerintah maupun sbg wakil rakyat, sementara para rohaniwan berkaitan dg kepercayaan yg Tuhan beri utk mrka gunakan yaitu kekuasaan dan otoritas dr Tuhan.
Utk yg berkaitan dg pejabat pemerintah dan wakil rakyat, maka utk masuk ke sana hrs melalui jalur partai politik, krna itulah penting keberadaan umat Kristen di dlm perpolitikan negara kita, rohaniwan tentu tdk bs masuk partai politik sbg kader krna nanti fungsi penggembalaan bs terganggu, krna itulah jemaat yg bs masuk dlm area ini dan kitapun patut memberi mrka dukungan dan apresiasi utk itu. Namun realita yg sering kita lihat adalah ketika mrka sdh masuk ke dalam pemerintahan atau menjd wakil rakyat, justru mrka tertangkap krna melakukan hal-hal yg melanggar undang-undang dan hukum, kita hrs melihatnya sbg ‘oknum’, tdk bs kita menilai semua politikus itu spt yg melakukan tindakan pidana atau perdata.
Kalau memang ada panggilan Tuhan utk kita di 2 jabatan ini, apakah sbg pejabat penerintah ataupun rohaniwan, jalanilah dg penuh tanggung jwb dan tetap hidup takut akan Tuhan.