Gara-Gara Fasiknya Keluarga Suami

DI 18022022

1 Samuel 4:18-20
Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.
Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.
Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: “Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki.” Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.

Menantu perempuan imam Eli, akhirnya mati di saat dia melahirkan anak laki-lakinya, satu kisah yg tragis dr keluarga imam Eli, seluruh keluarganya mati dlm 1 hari, yg tersisa hanya 1 bayi laki-laki yg baru saja dilahirkan.

Anak itu dinamai Ikabod yg artinya kemuliaan telah hilang atau di manakah kemuliaan itu? Hari dia dilahirkan adalah saat Tabut Tuhan dirampas dan bangsa Israel kalah perang dari org Filistin. Entah siapa yg akhirnya merawat Ikabod, tdk diceritakan oleh Alkitab, tp kalau kita memahami bhw kalau seorg tokoh telah berhenti diceritakan lebih lanjut, berarti ada yg Tuhan sangat tdk sukai dr org itu dan juga keluarganya. Bandingkan dgn keluarga Saul yg masih tercatat dgn baik setelah Saul mati, dan kita tahu bhw Saul selama menjd raja jg telah bnyk berbuat salah di hadapan Tuhan, tp keturunannya masih dikisahkan bbrpa kali. Jd dosa keluarga Imam Eli termasuk sangat besar di hadapan Tuhan. Menguburkan 4 org anggota sekaligus tentu sangat memilukan hati, tp mgkin ada yg lebih memilukan, yaitu saat Ayub kehilangan 10 anaknya sekaligus dlm wkt yg sama. Bedanya Ayub alami ini ada tujuan pengujian dr Tuhan, bkn murni karena dosanya, tapi Imam Eli dan keluarganya mati akibat dosa-dosa mereka.

Seorg ibu yg tahu sebentar lagi dia akan mati setelah melahirkan anaknya, tentu perasaan yg dia punya sangat pilu, bgmna nasib anak itu nanti? Tp kematian tdk bs ditahan, dan dia akhirnya mati juga. Seandainya dia menikah bukan dgn anak imam Eli, mgkin ceritanya jg akan berbeda, mgkin dia akan punya anak & membesarkannya hingga dewasa. Terkadang menikah dgn keluarga yg ‘wah’ menjd impian bnyk wanita, jd menantu perempuan imam Eli sedikit bnyk pasti mendpt penghormatan dari masyarakat. Tp apalah artinya semuanya itu kalau akhir hidupnya hrs mati muda saat dia baru saja melahirkan anak tunggalnya. Di sini kita belajar bhw menikah dgn keluarga yang org nilai ‘wow’ blm tentu berakhir dgn indah, kalau keluarga itu takut akan Tuhan, tentu ini jd pilihan yg tepat, tp kalau keluarga itu fasik, itu bs membuat hidup kita justru rusak dan jg hancur. Kita jg melihat contoh lain saat raja Yosafat yg takut akan Tuhan malah berbesan dg raja Ahab yg fasik, dia hampir saja mati di dlm peperangan:

2 Tawarikh 18:1,19:2
Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.
Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.

Jodohkanlah anak-anak kita dgn org yg takut akan Tuhan dan keluarganya jg hidup benar di hadapan Tuhan, jgn sampai akhirnya anak kita hidupnya menderita krna dosa-dosa yang dibuat oleh keluarga suami atau istrinya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.