DI 09052022
1 Korintus 7:7
Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Tuhan karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.
Sebagai rasul, memang Paulus berbeda dgn keadaan para rasul lainnya, salah satunya di dlm hal status dirinya yg menjalankan tugas kerasulannya seorang diri, berbeda dgn rasul lainnya yg membawa serta keluarga mrka.
Bagi Paulus, statusnya yg demikian mungkin sesuatu yg baik bagi dirinya ketika menjalani pelayanan kerasulannya, namun diapun juga menyadari bahwa tiap orang diberikan Tuhan karunia-Nya yg berbeda. Maksudnya adalah ttg status dirinya berkaitan dgn konteks ayat yg kita baca, pasal ini berbicara ttg keadaan rumah tangga dalam pernikahan suami istri, sedikit banyak berpengaruh ketika seseorang mulai masuk dlm dunia pelayanan. Seorg yg ‘single’ mgkin lebih bs bersiap diri lebih baik ketika melayani krna hanya perlu mengurusi dirinya sendiri saja, namun bagi nereka yang sudah berkeluarga, hrs mengurus keperluan keluarganya dulu dgn baik, barulah bs pergi melayani. Ada saatnya suami dan istri beda dlm berpendapat, sehingga keputusan yang hrs diambil berkaitan dgn pelayanan kadang hrs ‘kompromi’, beda dgn mrka yang ‘single’, mgkin durasi utk mengambil keputusan lebih singkat dan lebih sedikit mempertimbangkan hal-hal tertentu, jd memang ada kelebihan & kekurangannya berkaitan dgn status ini.
Seorg pendeta atau gembala jemaat, mgkin tertarik dgn salah seorg pengerja yang dinilai punya potensi utk membantu pelayanannya di bidang pastoral, lalu mulailah ditawarkan peluang utk naik posisi sbg seorang Pdp atau Pendeta Pembantu di gerejanya (struktur tiap sinode gereja pasti berbeda-beda, ini sekedar contoh saja). Scra struktur dlm gereja tentu ada jalur menjadi Pdp, tapi apakah panggilan Tuhan dlm hidup si pengerja ini adalah menjd seorg pendeta? Hal ini hrs dipertimbangkan baik-baik oleh gembala jemaat tentunya. Jgn sampai ke depannya justru terjd hal-hal yang tdk baik kena si pengerja ternyata panggilan pelayanannya bukan di bidang pastoral. Hal inilah yang dipahami oleh Paulus, dia punya satu pandangan, tapi dia tdk menaksakan hal itu pd org lain, dia paham bhw Tuhan sudah menentukan dan memberi karunia berbeda pd masing-masing org. Membiarkan org utk menjalankan tujuan hidupnya sesuai dengan keadaan dirinya yg ditentukan oleh Tuhan, ini akan membuat org itu akan maksimal dalam menjalaninya dan dia bersukacita.
Tuhan memberi karunia dan keadaan diri dlm diri tiap org yg berbeda satu sama lainnya, ini perlu kita hormati, punya keinginan terhadap seseorg itu baik, to jgn kita paksakan pd org lain.